Popular Posts

Friday, June 6, 2008

Shavout atau Hari Raya ke 50

Shalom,

Pada tanggal 9 Juni 2008, atau tanggal 6 bulan Sivan tahun 5768 dalam kalendar Yahudi, bangsa Israel akan merayakan Hari Raya Shavuot atau Hari Raya ke 50.

Dalam tradisi Yudaisme Hari Raya Shavuot (“Minggu-Minggu”) menandai puncak dari penebusan dan pembebasan dari perbudakan di Mesir. Puncak acara Shavuot ini sering disebut sebagai Atzaret Pesach, atau Kesimpulan dari Passover. Karena peristiwa Exodus dar Mesir adalah dimaksudkan untuk memimpin bangsa Israel untuk menerima pewahyuan di Sinai, maka sebenarnya tujuan dari Passover adalah untuk memberikan Torah kepada bangsa Yahudi. Elohim membawa bangsa Yahudi keluar dari Mesir supaya mereka menjadi milik kepunyaan-Nya, menjadi kudus dan terpisah dari budaya paganisme disekeliling mereka. Malahan seluruh mo’edim (hari raya-hari raya) dalam bangsa Yahudi selalu dihubungkan dengan peristiwa Exodus ini, termasuk Hari Raya Rosh Hashanah (Tahun Baru Yahudi), Yom Kippur (Hari Raya Penyucian) dan Sukkot (Hari Raya Tabernakel).

Berdasarkan pemahaman bangsa Yahudi pada saat bulan baru (kalendar Yahudi berpatokan kepada peredaran bulan) bulan Nisan, bulan tersebut menandai dimulainya waktu-waktu yang suci seperti Passover, memperingati Domba Paskah, kemudian diikuti dengan Hari Pertama dari 7 Hari Raya Roti Tidak Beragi untuk memperingati peristiwa Exodus dari Mesir, pada Hari ke 7 dari Hari Raya Roti Tidak Beragi untuk memperingati peristiwa menyeberang Laut Merah, dan Shavuot untuk memperingati saat Torah diberikan kepada Musa yang tepat 7 minggu setelah Exodus dari Mesir. Bangsa Yahudi kadang mengatakan bahwa peristiwa Shavuot di gunung Sinai adalah menandai lahirnya Yudaisme.


49 Days to Sinai

Latar belakang Alkitabiah tentang Shavuot
Kita ketahui bahwa Kitab Keluaran menceritakan tentang bagaimana Musa dikirim Tuhan ke Mesir untuk menjadi pembebas Israel dari perbudakan di Mesir. Firaun tentu saja menolak permintaan Musa dan menjadi lawan Musa. Melalui peristiwa ini sebenarnya peperangan telah terjadi antara Tuhan-nya bangsa Israel melawan dewa-dewa bangsa Mesir.

Setelah mendemonstrasikan kuasa dan kekuatan-Nya, maka Tuhan mengatakan kepada Musa bahwa Ia akan membawa suatu wabah mengerikan yang akan membuat Firaun akhirnya melepaskan bangsa Israel. Semua anak sulung yang ada di negeri akan binasa kecuali mereka yang melakukan apa yang Tuhan sebut sebagai Passover.

TUHAN memerintahkan bahwa pada Nisan 10 setiap kepala rumah tangga diharuskan untuk memilih anak domba jantan tak bercacat untuk dipersembahkan kepada TUHAN. Pada sore hari Nisan 14 (erev Pesach), seluruh anggota keluarga dalam rumah tangga tersebut diharuskan untuk menyembelih anak domba jantan tersebut yang sering disebut sebagai korban pesach kemudian darah anak domba jantan tersebut harus dioleskan pada 3 sisi pintu yaitu sisi atas, kanan dan kiri. 

Anak domba jantan tersebut lalu haruslah dipanggang dan dimakan dengan roti tidak beragi. Makanan ini harus dikonsumsi dengan buru-buru karena seluruh bangsa Israel akan memulai Exodus-nya pada pagi hari tanggal Nisan 15. Makanan tersebut tidak boleh ada sisa.

Lalu pada malam Nisan 15 TUHAN membunuh semua anak sulung yang tidak ditemukan olesan darah anak domba di pintu rumah, bangsa Yahudi yang percaya kepada TUHAN dilewatkan atau passed over (pasach) dari malaikat maut. Malam itu seluruh raung tangisan terdengar di seluruh Mesir meratapi kematian anak sulung mereka dan rakyat Mesir meminta bangsa Israel keluar dari Mesir. 

Akhirnya cerita Exodus dimulai. Setelah 430 tahun tinggal di Mesir, bangsa Israel akhirnya keluar meninggalkan Mesir. Lihat Keluaran 12:40. Jumlah bangsa Israel yang keluar dari Mesir adalah 600.000 laki-laki dewasa. Setiap laki-laki disertai dengan isteri dan anak-anak mereka. Mereka semua meninggalkan Mesir dengan segala harta benda mereka bahkan rakyat Mesirpun menyerahkan emas dan perak kepada bangsa Israel memohon agar bangsa Israel segera keluar dari Mesir.

Begitu bangsa Israel keluar dari Mesir, saat itu juga Tiang Awan memimpin bangsa Israel mulai dari Rameses sampai ke Succoth, lalu bergerak ke selatan menuju padang gurun. Lihat Keluaran 13:20.

Di Mesir, Firaun menyadari bahwa bangsa Mesir akan terancam kekurangan budak, lalu memerintahkan tentaranya untuk menjemput bangsa Israel kembali ke Mesir. Lihat Keluaran 14:4.

6 hari kemudian pada Nisan 21, seluruh bangsa Israel terjebak diantara tentara Mesir dibelakang mereka dan Laut Merah di depan mereka. Pada saat bangsa Israel terdesak, Tiang Awan tersebut bergerak dari yang semula memimpin Israel di depan kini Tiang Awan berdiri tegak dibelakang Israel membatasi antara tentara Mesir dan bangsa Israel.

TUHAN sendiri yang berperang bagi bangsa Israel.

Musa kemudian merenangkan tangannya dihadapan Laut Merah dan semalam-malaman TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat air laut menjadi tanah kering dan terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka--segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda--sampai ke tengah-tengah laut. Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu.  Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: "Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir." Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda." Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka. Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut.

3 hari kemudian pada tanggal Nisan 24 bangsa Israel tiba di Marah, dimana air semua berasa pahit. Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis atau mayim chayim. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka, lihat Keluaran 15:22-26.

Sebulan kemudian bangsa Israel mengeluh kembali kepada TUHAN karena mereka kehabisan makanan. Tetapi Elohim mengirimkan roti manna dari surga. Lihat Keluaran 16.

Kemudian bangsa Israel bergerak dan tinggal di Rephidim yaitu dekat gunung Sinai, tapi lagi pengalaman yang sama berulang. Mereka kehabisan air. Musa diperintahkan untuk membawa tua-tua ke bukit dan memukul batu disitu. Air keluar. Lihat Keluaran 17:1-7.

Ketika bangsa Israel sedang menetap di Rephidim, tiba-tiba datang bangsa Amalek (keturunan Esau) menyerang Israel. Israel menang perang melawa Amalek dan Elohim mengingatkan bangsa Israel agar mereka jangan melupakan musuh mereka yaitu orang Amalek. Lihat Keluaran 17:9-16.

Setelah 45 hari di padang gurun, pada bulan baru yaitu bulan Sivan bangsa Israel tiba di padang gurun Sinai dan menetap dekat gunung Sinai. Lihat Keluaran 19:1.

Dalam minggu-minggu sebelum tiba di padang gurun Sinai bangsa Israel telah menjadi siap untuk menerima perintah atau Torah dari TUHAN sebelum mereka memasuki Tanah Perjanjian.

Musa naik ke atas gungung Sinai, di sana Elohim memerintahkan Musa agar ia memberitahukan kepada tua-tua Israel apabila mereka tat kepada TUHAN dan memegang teguh perjanjian-Nya maka mereka akan menjadi LORD’s "kingdom of priests" dan "holy nation." Setelah menerima pesan Musa, bangsa Israel berseru, kol asher diber Adonai na’aseh ("all that the LORD has spoken, we shall do").

Musa kemudian naik kembali ke atas gunung Sinai dan diberi tahukan aar seluruh bangsa menguduskan diri mereka pada saat TUHAN turun ke gunung Sinai dalam 3 hari.

Exo 19:10  KJV
And the LORD said unto Moses, Go unto the people, and sanctify them today and tomorrow, and let them wash their clothes,

Exo 19:11  KJV
And be ready against the third day: for the third day the LORD will come down in the sight of all the people upon mount Sinai.

Exo 19:12  KJV
And thou shalt set bounds unto the people round about, saying, Take heed to yourselves, that ye go not up into the mount, or touch the border of it: whosoever toucheth the mount shall be surely put to death:

Exo 19:13  KJV
There shall not a hand touch it, but he shall surely be stoned, or shot through; whether it be beast or man, it shall not live: when the trumpet soundeth long, they shall come up to the mount.

"Be ready for the third day; for on the third day the LORD will come down on Mount Sinai in the sight of all the people."

Berdasarkan tradisi para rabi dikatakan bahwa Torah sebenarnya diberikan pada hari ke 6 bulan Sivan. Bagi yang belum memiliki kalendar Ibrani, Anda dapat men-downloadnya melalui sini.

Pada Shabbat pagi hari ke 6 bulan Sivan, tepat 7 minggu setelah Exodus dari Mesir, seluruh umat Israel berkumpul di kaki gunung Sinai dimana TUHAN turun dalam guntur, kilat, asap, api dan suara sangkakala. TUHAN kemudian memberikan 10 Perintah-Nya.

Suara sangkakala bertambah kuat dan kuat sehingga menggetarkan hati bangsa Israel. Kemudian TUHAN berkata, “I am the LORD Thy God who took you out of Egypt.”  Pada saat TUHAN mulai berbicara  bangsa Israel takut menghadapi TUHAN sehingga membuat Musa menjadi mediator dihadapan TUHAN. Bangsa Israel berdiri jauh-jau sementara Musa sendiri yang datang mendekati TUHAN.

Sebagai mediator, Musa memberitahukan kepada bangsa Israel seluruh perintah TUHAN dan kemudian seluruh bangsa Israel mengatakan : kol hadevarim asher diber Adonai na’eseh: atau "all the words which the LORD has said we will do."

Kemudian Musa menulis seluruh isi Perjanjian dengan TUHAN (sefer habrit), membuat altar di kaki gunung Sinai dengan 12 pilar melambangkan setiap suku bangsa Israel dan memerintahkan agar bangsa Israel membuat korban bakaran kepada TUHAN. Musa mengambil darah anak domba jantan yang dikorbankan dan memercikkannya ke altar lalu membacakan Perjanjian tersebut.

Pada saat Musa membaca Perjanjian tersebut, seluruh bangsa Israel mengatakan :  kol asher diber Adonai na'aseh v’nishma atau "all that the LORD says we will do and obey". Ketika mendengan pengakuan bangsa Israel, Musa mengambil darah anak domba jantan tersebut dan memercikkannya kepada bangsa Israel sambil berkata : "Behold the blood of the covenant that the LORD has made with you in accordance with all these words."

Kemudian Musa, Harun dan anak-anaknya yaitu Nadav dan Avihu bersama 70 tua-tua bangsa Israel naik ke atas gunung Sinai untuk memakan "covenant affirmation meal" antara Yisrael dan TUHAN. Di sanalah para tua-tua Israel melihat kemuliaan Elohei Yisrael (the God of Israel - Elohim-nya bangsa Israel). Lihat Keluaran 24:9-11.

Setelah rombongan tersebut turun gunung, TUHAN memerintahkan Musa untuk naik kembali ke atas gunung untuk menerima luchot ha’even (the tablets of stone) yang berisikan 10 Perintah TUHAN. Lihat Keluaran 24:12.

Musa berada di atas gunung selama 40 hari 40 malam mempelajari Torah sementara seluruh bangsa Israel menunggunya di bawah. Lihat Keluaran 24:13-18.

Midrashrim tentang 2 loh batuBerdasarkan midrash, 2 loh batu tersebut terbuat dari blue sapphire sebagai simbol SOrga dan tahta Tuhan, ditulis oleh jari-jari TUHAN sendiri. Lihat Keluaran 31:18.

Berdasarkan tradisi bangsa Yahudi dikatakan bahwa bahasa Ibrani yang dipakai TUHAN untuk menuliskan 10 Perintah-Nya adalah Ketav Ashurit atau Hebrew yang biasa dipakai dalam pembacaan Tanakh sekarang ini.

Ketav Ashurit




Nama-nama Shavu'otKata sheva dalam bahasa Ibrani artinya adalah tujuh, shavu’ah artinya adalah minggu, dan shavu’ot artinya adalah minggu-minggu. Karena Shavu'ot terjadi tepat pada hari ke 50 setelah Passover, maka para penterjemah bahasa Ibrani ke bahasa Yunani menyebut Hari Shavu'ot sebagai hari Pentakosta.

Berikut ini adalah beberapa nama dari Hari Raya Shavu'ot :
Chag Hakatzir (“The festival of the Harvest) Keluaran 23:16

Yom Habikkurim (“The Day of First Fruits”)
Bilangan 28:26 (jangan salah dengan the festival of First Fruits) Imamat 23:9-12.

Bikkurei Ketzir Chittim
(“The first fruits of the wheat”) Keluaran 34:22.

Yom HaKahal (“The Day of Assembly”) Ulangan 18:16.

Z’man Mattan Torateinu “The season of the giving of the Torah”

Pembacaan Kitab Suci pada saat Shavu’otBerikut ini adalah beberapa ayat-ayat Kitab Suci yang sering dibaca pada Hari Raya Shavu'ot:

Day
Torah Haftarah Brit Chadashah
Erev Shavu’ot (5 Sivan) Tikkun Leil Shavuot
Shavu’ot 1
(6 Sivan)
Exodus 19:1-20:23
Num 28:26-31
(M)
Ezek 1:1-28; 3:12
Ruth
(K)
Jn 1:32-34; Mt 3:11-17;
Acts 2:1-21, 37-41
Shavu’ot 2
(7 Sivan)
Deut 14:22-16:17 Num 28:26-31 (M) Habakkuk 3:1-19 Acts 2:1-13

Megillat Ruth - Buku Ruth
Megillat Rut, atau Buku Ruth selalu dibaca pada saat Shavu'ot di semua sinagog. Kisah Ruth adalah kisah kerelaan untuk menerima Yudaisme atau pola hidup bangsa Yahudi, yang berhubungan dengan peristiwa di gunung Sinai. TUHAN menerima bangsa Yahudi untuk dikuduskan oleh-Nya.

Ruth adalah orang Moab, seorang non Yahudi yang berubah menjadi Yahudi dan menjadi nenek moyang dari raja Daud dan Mesias Yeshua Hammashiach. Berikut ini garis keturunannya :

Ruth in Lineage

Sebagai Goel (kinsman-redeemer), Boaz adalah seorang laki-laki yang kaya berasal dar keturunan Yehuda yang menikahi orang kafir non Yahudi yaitu Ruth. Nama Boaz artinya adalah “in Him is strength,” sebuah gambaran dari Mashiach Yeshua, yang akan lahir dari garis keturunannya dan akan menjadi Penebus juga bagi bangsa-bangsa kafir non Yahudi.

Ruth 1:16


Your people shall be my people,
and your God my God.

Perayaan Shavu'ot bagi gereja
Pada masa Bait Suci, Shavu’ot dirayakan juga sebagai hari raya bercocok tanam walaupun sebenarnya berdasarkan sejarah itu adalah ntuk memperingati turunnya Torah kepada bangsa Israel. Sebagai salah satu peristiwa penting, maka biasanya pada Hari Raya Shavu'ot, seluruh orang Yahudi dari seluruh dunia mereka akan menyempatkan diri datang ke Yerusalem untuk membuat komitmen dan mengingat perjanjian mereka dengan Musa.

Secara garis besar, peristiwa Shavu'ot adalah peristiwa bayangan dari apa yang sebenarnya. Shavu'ot adalah “type and a shadow.”

Dalam Brit Chadashah atau Perjanjian Baru berbahasa Ibrani dijelaskan bahwa Shavu’ot adalah klimaks dari rencana Elohim untuk memberikan kebebasan dan keselamatan melalui Yeshua, Anak Domba Elohim yang sebenarnya atau Seh Elohim.
Bagi orang Kristen, Shavu’ot melambangkan sebuah New Covenant kepada seluruh umat manusia tanpa terkecuali karena saat itulah Ruach HaKodesh atau Roh Kudus (Holy Spirit) diberikan kepada gereja-Nya yaitu para pengikut Kristus.

Pada saat Shavu'ot bangsa Yahudi dari seluruh dunia berkumpul di Yerusalem memperbarui komitmen mereka terhadap perjanjian mereka dengan Musa ketika Torah diberikan kepada bangsa Israel, bagi orang Kristen Shavu'ot adalah mengingat peristiwa turunnya Roh Kudus untuk membuat suatu perjanjian yang baru di dalam Yeshua Hammashiach bagi siapa saja yang percaya kepada Yeshua. Lihat Kisah 4:12

Ketika kebangkitan Yeshua melambangkan Firstfruits bagi mereka yang talah mati (1Kor 15:20), maka kebangkitan ini juga menggenapi Hari Raya Festival of First Fruits dalam bangsa Yahudi.

Shavu’ot marks the day when God entered into covenant with the Jewish nation. During the first Shavu’ot at Sinai, God instituted the Mosaic covenant and gave the Torah in written form, but during the Shavu’ot after the resurrection of Yeshua, God established the New Covenant when He wrote the Torah on the hearts of Yeshua’s followers.

The End (goal) of Torah


Jer 31:33 (BHS)







I will put my law in their inward parts, and write it in their hearts (Jer. 31:33)



Transliteration:


Jeremiah 31:33b transliterated



Psalm 118:27 (BHS)


The LORD is God; He has given us light; bind the festal offering to the horns of the altar with cords.



El Adonai yaiyaer lanu isru-chag, b’avotim ad-karnot ha-mizbe’ach.



Tuhan Yesus memberkati,
Andre