Popular Posts

Showing posts with label shavuot. Show all posts
Showing posts with label shavuot. Show all posts

Thursday, May 28, 2015

TORAH SHEBIKHTAV DAN TORAH SHE'BAL PEH

TORAH SHEBIKHTAV DAN TORAH SHE'BAL PEH
Andre Widodo
© ORI

Shalom,

TORAH SHEBIKTAV [תורה שבכתב] di dalam literatur Rabbinikal adalah 5 Kitab Moshe (Musa). Sering disebut sebagai TORAH TERTULIS.

TORAH SHE'BAL PEH [תורה שבעל פה] di dalam literatur Rabbinikal adalah merujuk kepada TALMUD [תלמוד]. Sering disebut sebagai TORAH LISAN.

Pada hari raya SHAVUOT [שבועות] tanggal 6-7 Sivan, kita merayakan hari raya diberikannya Torah, yaitu dengan cara membaca kitab Ruth, dengan maksud agar kita memahami bahwa TORAH TERTULIS dan TORAH LISAN adalah sebuah SATU KESATUAN dan tidak mungkin terpisahkan. Seperti TUBUH dan JIWA tidak dapat dipisahkan.

Di dalam Kitab Ruth dijelaskan bahwa Ruth adalah seorang Moab, yang menggabungkan dirinya ke dalam bangsa Israel, dan menjadi leluhur Raja David (Daud), dan dari garis keturunan inilah Mesias Yeshua dilahirkan.

Tetapi, jika kita membaca Devarim (Ulangan) 23:3 di dalam TORAH TERTULIS diperintahkan bahwa tidak ada seorangpun dari bangsa Amon atau bangsa Moab yang dapat bergabung dengan masyarakat Israel.

Devarim (Ulangan) 23:3
לא-יבא עמוני ומואבי בקהל יהוה גם דור עשירי לא-יבא להם בקהל יהוה עד-עולם
lo-ya.vo a.mo.ni u.mo.a.vi bik.hal a.do.nai gam dor a.si.ri lo-ya.vo la.hem bik.hal a.do.nai ad-o.lam
Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah ADONAI, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah ADONAI sampai selama-lamanya,

Lalu mengapa Ruth orang Moab itu dapat masuk ke dalam masyarakat Israel? Bukan-kah hal ini dilarang oleh TORAH TERTULIS?

Jika demikian halnya diperintahkan oleh TORAH TERTULIS, maka legitimasi Raja David (Daud) sebagai Raja Israel adalah raja yang tidak sah berdasarkan TORAH TERTULIS di Devarim (Ulangan) 23:3. Dan karena Raja David (Daud) adalah keturunan dari Ruth orang Moab, maka konsekuensinya adalah Mesias Yeshua yang datang dari keturunan Raja David (Daud) juga menjadi Mesias yang tidak sah berdasarkan TORAH TERTULIS di Devarim (Ulangan) 23:3. Karena berdasarkan Matityahu (Matius) 1 dijelaskan bahwa Yeshua adalah keturunan Raja David (Daud), keturunan dari Ruth orang Moab, dan keturunan dari Avraham.

Teks di dalam Matityahu (Matius) 1 secara eksplisit menyatakan bahwa Yeshua Mesias adalah keturunan langsung dari Ruth orang Moab.

Selain itu, nabi Shmuel (Samuel) adalah nabi yang mengurapi David (Daud) kecil menjadi raja menggantikan Raja Shaul. Sehingga berdasarkan TORAH TERTULIS di Devarim (Ulangan 23:3), maka nabi Shmuel (Samuel) juga adalah nabi yang salah, karena menobatkan orang keturunan Moab menjadi raja atas Israel. Masakan nabi Shmuel (Samuel) bertentangan dengan TORAH TERTULIS? Maka nabi Shmuel (Samuel) bisa-bisa dikategorikan sebagai nabi palsu.

Bagaimana Mesianik Judaisme menjawab kontroversi ini?

Di sini sebagai Mesianik Judaisme kita belajar bahwa TORAH TERTULIS tidak dapat dipisahkan dari TORAH LISAN. Kedua-duanya adalah suatu SATU KESATUAN dan saling melengkapi satu sama lainnya. Seperti TUBUH dan JIWA adalah satu kesatuan, demikian juga TORAH TERTULIS dan TORAH LISAN.

Jika sebagai Mesianik Judaisme menjadi anti terhadap TORAH LISAN, maka mereka akan terjebak di dalam konsep berpikir yang salah.

Tentang kontroversi yang terdapat di dalam TORAH TERTULIS di Devarim (Ulangan) 23:3 dan kaitannya dengan Raja David (Daud) sebagai keturunan orang Moab, kita mendapatkan penjelasan yang detail di dalam TORAH LISAN. Di dalam TALMUD Yevamot 76b:

"Yevamot 76b 
MISHNA: 
An Ammonite and a Moabite are forbidden and their prohibition is forever, Their women, however, are permitted at once. An Egyptian and an Edomite are forbidden only until the third generation. Whether they are males or females. R. Simeon, however, permits their women forthwith. Said R. Simeon: This law might be inferred a minori ad majus: If where the males are forbidden for all time the females are permitted forthwith, how much more should the females be permitted forthwith where the males are forbidden until the third generation only. They replied: If this is an halachah, we shall accept it;  But if it is only an inference, an objection can be pointed out. He replied: Not so. [But in fact] it is an halachah that I am reporting.

GEMARA: 
Whence are these laws inferred? — R. Johanan replied: Scripture stated, And when Saul saw David go forth against the Philistine, he said into Abner, the captain of the host: ‘Abner, whose son is this youth’? And Abner said: ‘As thy soul liveth, O King, I cannot tell’. But did he not know him? Surely it is written, And he loved him greatly; and he became his armour bearer! — He rather made the inquiry concerning his father. But did he not know his father? Surely it is written, And the man was an old man in the days of Saul, stricken in years among them; and Rab or, it might be said, R. Abba, stated that this referred to the father of David, Jesse. who came in with an army and went out with an army!— It is this that Saul meant: Whether he descended from Perez, or from Zerah. If he descended from Perez he would be king, for a king breaks for himself a way and no one can hinder him. If, however, he is descended from Zerah he would only be an important man. What is the reason why he gave instructions that enquiry be made concerning him? — Because it is written, And Saul clad David with his apparel. being of the same size as his, and about Saul it is written, From his shoulders and upward he was higher than any of the people. Doeg the Edomite then said to him, ‘Instead of enquiring whether he is fit to be king or not, enquire rather whether he is permitted to enter the assembly or not’! ‘What is the reason’? ‘Because he is descended from Ruth the Moabitess’. Said Abner to him, ‘We learned: An Ammonite, but not an Ammonitess; A Moabite, but not a Moabitess! But in that case a bastard would’ imply: But not a female bastard?’ — ‘It is written mamzer [Which implies] anyone objectionable’. ‘Does then Egyptian exclude the Egyptian woman’? — ‘Here it is different, since the reason for the Scriptural text is explicitly stated: Because they met you not with bread and with water; it is customary for a man to meet [wayfarers]; It is not, however, customary for a woman to meet [them]’."

Kemudian di TALMUD Yevamot 69a:

"Yevamot 69a 
For a Master said: An Ammonite, but not an Ammonitess; a Moabite, but not a Moabitess."

Di sini kita melihat bagaimana melalui TORAH LISAN dijelaskan bahwa TORAH TERTULIS di Devarim (Ulangan) 23:3 diterapkan hanya untuk LAKI-LAKI dari bangsa Moab dan Amon, tetapi tidak berlaku bagi PEREMPUAN dari bangsa Moab dan bangsa Amon.

Nabi Shmuel (Samuel) yang melantik Raja David (Daud) memahami hal ini ketika ia melantik David (Daud) menjadi raja. Dan sebenarnya nabi Shmuel (Samuel) jugalah yang menuliskan Kitab Ruth.

Di sini kita melihat bahwa legitimasi (keabsahan) Raja David (Daud) sebagai Raja, dan juga legitimasi Mesias Yeshua sebagai Mesias bergantung kepada TORAH LISAN. Tidak selalu hanya bergantung kepada TORAH TERTULIS saja.

Penjelasan ini hanya dapat ditemukan di dalam TORAH LISAN. Tidak ada di dalam TORAH TERTULIS. Nabi Shmuel (Samuel) memahami hal ini.

Selain itu di dalam TORAH LISAN juga dijelaskan mengapa LAKI-LAKI bangsa Moab dianggap TIDAK KOSHER [TAMEI] sedangkan PEREMPUAN bangsa Moab dikategorikan KOSHER.

TORAH LISAN menjelaskan bahwa pada saat bangsa Israel merantau di padang gurun selama 40 tahun, PEREMPUAN bangsa Moab tidak diwajibkan untuk keluar dari rumah untuk memberikan sambutan kepada bangsa Israel. Ini bukan tugas PEREMPUAN. Tetapi ini adalah tugas LAKI-LAKI bangsa Moab. Kenyataannya adalah LAKI-LAKI bangsa Moab malah mengabaikan tugas tersebut, dan oleh karena itu, mereka harus menanggung akibatnya, yaitu tidak diizinkan untuk bergabung dengan bangsa Israel (Devarim 23:3).

Tanpa klarifikasi dari TALMUD (TORAH LISAN), maka Yeshua tidak akan mendapatkan legitimasi sebagai Mesias, karena TORAH TERTULIS jelas-jelas mengatakan bahwa seorang Moab tidak boleh masuk ke dalam jemaah Israel (Devarim 23:3). Sedangkan Ruth adalah seorang Moab.

Karena itu sebenarnya adalah hal yang bijaksana apabila seorang Mesianik Judaisme menerima TALMUD (TORAH LISAN) apabila kita mau menerima fakta bahwa Yeshua adalah Mesias. Karena justru hanya melalui TALMUD (TORAH LISAN)-lah legitimasi Yeshua sebagai Mesias keturunan David (Daud), keturunan Ruth orang Moab mendapatkan legitimasinya.

Tidak dapat bersumber hanya dari TORAH TERTULIS saja di Devarim (Ulangan) 23:3, tetapi juga bersumber dari TALMUD (TORAH LISAN).


Tuesday, March 24, 2015

MAKNA ESOTERIK 50 HARI DARI PESACH KE SHAVUOT

MAKNA ESOTERIK 50 HARI DARI PESACH KE SHAVUOT
Andre Widodo
© ORI

Shalom,

Imamat (Vayikra) 23:15
וספרתם לכם ממחרת השבת מיום הביאכם את-עמר התנופה שבע שבתות תמימת תהיינה׃
u.se.far.tem la.chem mi.ma.cho.rat ha.sha.bat mi.yom ha.vi.a.chem et-o.mer ha.te.nu.fa she.va sha.ba.tot t'mi.mot tih.yei.na:
Kemudian kamu harus menghitung, mulai dari hari sesudah Shabbat (*Pesach*) itu, yaitu waktu kamu membawa berkas persembahan unjukan, harus ada genap tujuh minggu;

Imamat (Vayikra) 23:16
עד ממחרת השבת השביעת תספרו חמשים יום והקרבתם מנחה חדשה ליהוה׃
ad mi.ma.cho.rat ha.sha.bat ha.she.vi.it tis.p'ru CHA.MI.SHIM yom v'hik.rav.tem min.cha cha.da.sha la.A.DO.NAI:
sampai pada hari sesudah Shabbat (*Pesach*) yang ketujuh kamu harus hitung LIMA PULUH hari; lalu kamu harus mempersembahkan korban sajian yang baru kepada ADONAI.

Mengapa angka LIMA PULUH (50)?
===========================

Pengajaran para leluhur di Talmud Babilonia Pesachim 68b:13 disebutkan bahwa hari raya SHAVUOT juga disebut sebagai hari raya ATZERET [עצרת]:

"R. Eleazar said: All agree in respect to SHAVUOT [‘ATZERET]."

Kata "ATZERET [עצרת]" memiliki arti "KUMPULAN", tetapi kata ini sebenarnya berasal dari akar kata "ATZOR [עצור]", yang artinya adalah "STOP" atau "BERHENTI."

Kita sama-sama mengerti bahwa pada akhir hari raya SUKKOT, ada satu lagi hari raya yang disebut sebagai "SHEMINI ATZERET [שמיני עצרת]", yang artinya adalah "PERTEMUAN HARI KE-8". Perayaan SHEMINI ATZERET ini dirayakan pada tanggal 22-23 Tishri, setelah 7 hari hari raya SUKKOT.

Perintah SHEMINI ATZERET ini ada tertulis di Imamat (Vayikra) 23:36

Imamat (Vayikra) 23:36
שבעת ימים תקריבו אשה ליהוה ביום השמיני מקרא-קדש יהיה לכם והקרבתם אשה ליהוה עצרת הוא כל-מלאכת עבדה לא תעשו׃
shiv.at ya.mim tak.ri.vu i.she la.ye.ho.va ba.yom ha.SHE.MI.NI mik.ra-ko.desh yih.ye la.chem v'hik.rav.tem i.she la.A.DO.NAI a.tse.ret hiv kol-m'le.chet a.vo.da lo ta.a.su:
Tujuh hari lamanya kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada ADONAI, dan pada HARI YANG KEDELAPAN kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan mempersembahkan korban api-apian kepada ADONAI. Itulah hari raya perkumpulan, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.

Seperti hari raya SUKKOT berakhir dengan puncaknya di hari raya SHEMINI ATZERET, para rabbi mengajarkan bahwa hari raya PESACH juga mencapai puncaknya pada hari raya SHAVUOT [ATZERET].

Begini caranya para rabbi melihatnya.

Hari raya PESACH dirayakan selama 7 hari (hari raya HA'MATZOT) dari 15 Nisan - 22 Nisan. Menurut Imamat 23:16 kita harus menghitung:
 7² (7 hari PESACH) + 1² (1 hari ATZERET) = 49 + 1 = 50.
Angka 50 di dalam GEMATRIA adalah sama dengan huruf Ibrani NUN נ.

Pada hari raya SUKKOT, kita mengetahui bahwa hari raya ini dirayakan selama 7 hari, yaitu dari 15 Tishri - 22 Tishri. Menurut Imamat 23:36 kita harus menghitung:
7 (7 hari SUKKOT) + 1 (1 hari ATZERET) = 7 + 1 = 8.
Angka 8 di dalam GEMATRIA adalah sama dengan huruf Ibrani CHET ח.

Jika kita menggabungkan 2 huruf Ibrani ini, maka kita akan mendapatkan kata CHET ח + NUN נ = CHEN חן, yang artinya adalah KASIH KARUNIA; FAVOR; GRACE.

Jadi sebenarnya di dalam 7 hari raya PESACH (hari raya HA'MATZOT) kita menemukan "KASIH KARUNIA [CHEN חן]" Elohim pada puncaknya di hari raya SHAVUOT, dan hal yang sama pada 7 hari raya SUKKOT kita menemukan "KASIH KARUNIA [CHEN חן]" Elohim pada puncaknya di hari raya SHEMINI ATZERET.

Apa yang kita temukan pada saat kita menghitung Omer selama 50 hari?
====================================================

Pada saat kita menghitung Omer selama 50 hari, para rabbi mengajarkan bahwa angka 50 melambangkan 50 generasi dari manusia pertama, yaitu Adam, sampai ke Raja Y'hoyakim, yaitu Raja Yehudah ketika bangsa Yahudi diasingkan ke Babilonia.

50 hari penghitungan Omer = 50 generasi.

Apa yang dapat kita temukan pada saat "Sefirat Ha'Omer [ספירת העומר]", yaitu "Penghitungan Omer" sangat menakjubkan, yaitu:

1.)
Hari ke-20 Penghitungan Omer
======================
Hari ke-20 Penghitungan Omer jatuh para tanggal day 5 Iyyar, yang adalah:
"Yom Ha'Atzma'ut [יום העצמאות]", yaitu "Hari Kemerdekaan Israel."

Hari ke-20 = generasi ke-20 = yaitu Avraham. "Pirkei Avot chapter 5" mengatakan bahwa ada 20 generasi dari Adam sampai Avraham. Avraham lahir pada tahun 1948 sejak Penciptaan.

Secara paralel, kita menemukan fakta yang sama bahwa negara Israel lahir pada tahun 1948, atau dalam kalendar Ibrani adalah than 5708 sejak Penciptaan. (*Perhatikan bahwa angka 1948 yang sama persis*).

Tahun 5708 di dalam bahasa Ibrani disebut "TASHACH [תש״ח]", terdiri dari huruf-huruf Ibrani:
TAV ת, nilai GEMATRIA = 400
SHIN ש, nilai GEMATRIA = 300
CHET ח, nilai GEMATRIA = 8

TAV ת + SHIN ש + CHET ח sama dengan 708.

Angka 708 adalah juga angka dari kata Ibrani "CHEN חן" dengan "NUN SOFIT ן." NUN SOFIT ן adalah huruf NUN נ yang berubah bentuk menjadi NUN SOFIT ן, karena huruf NUN נ terletak pada akhir sebuah kata.

Di dalam bahasa Ibrani, metode ini disebut sebagi SOFIYOT סופיות.

Ada 5 SOFIYOT סופיות di dalam ALEF-BET (alphabet Ibrani) yaitu:

KAF כ ---> KAF SOFIT ך
MEM מ ---> MEM SOFIT ם
NUN נ ---> NUN SOFIT ן
PEY פ ---> PEY SOFIT ף
TSADE צ ---> TSADE SOFIT ץ

CHET ח, nilai GEMATRIA = 8
NUN SOFIT ן, nilai GEMATRIA = 700
Kata Ibrani "CHEN חן" memiliki nilai GEMATRIA = 708

Jadi dengan kata lain, Elohim mengatakan kepada kita bahwa lahirnya negara Israel tahun 1948 (5708) adalah karena "CHEN חן", yaitu KASIH KARUNIA-Nya. Tahun 1948 (5708) adalah tahun "CHEN חן" dan ini berhubungan dengan persiapan kedatangan MASHIACH משיח.

2.)
Hari ke-33 Penghitungan Omer
======================
Hari ke-33 Penghitungan Omer jatuh pada tanggal 18 Iyyar, yang adalah:
 "Lag B'Omer [ל״ג בעומר]"

"Lag Ba'Omer [ל״ג בעומר]", sering disebut sebagai "Lag La'Omer" di kalangan masyarakat Yahudi Sephardik adalah hari raya ke-33 Penghitungan Omer yang jatuh pada tanggal 18 Iyyar untuk mengenang meninggalnya Rabbi Shimon bar Yochai (Rashbi).

Rabbi Shimon bar Yochai [רבי שמעון בר יוחאי], yang sering disingkat sebagai "Rashbi [רשבי]", adalah seorang leluhur rabbi yang berasal dari masa Tannaim (abad ke-2 Judaisme). Rashbi adalah salah seorang murid dari Rabbi Akiva, dan Rashbi dikenal sebagai pencipta Kitab Zohar, yang sering dipakai di dalam Kabbalah.

Hari ke-33 = generasi ke-33 = yaitu Raja Daud.

Kata "Zohar [זהר]" artinya adalah "SINAR; PANCARAN." Raja Daud merupakan "SINAR; PANCARAN" dari Raja Mesias yang akan memerintah di dalam era Kerajaan Mesianik selama 1000 tahun.

3.)
Hari ke-40 Penghitungan Omer
======================
Hari ke-40 Penghitungan Omer jatuh para tanggal 25 Iyyar, dan disebut sebagai:
"Mem B'Omer [מם בעומר]"

"Mem B'Omer [מם בעומר]", dikenal sebagai "Hari Kenaikan", yaitu hari di mana Yeshua terangkat ke Sorga.

Hari ke-40 = generasi ke-40 = yaitu Raja Y'hoshafat.

Mengenai Raja Y'hoshafat ada tertulis:

2 Tawarikh 17:3-9
Dan ADONAI menyertai Y'hoshafat, karena ia hidup mengikuti jejak yang dahulu dari Daud, bapa leluhurnya, dan tidak mencari Baal-baal, melainkan mencari Elohim ayahnya. Ia hidup menurut perintah-perintah-Nya dan tidak berbuat seperti Israel. Oleh sebab itu ADONAI mengokohkan kerajaan yang ada di bawah kekuasaannya. Seluruh Yehudah memberikan persembahan kepada Y'hoshafat, sehingga ia menjadi kaya dan sangat terhormat. Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan ADONAI. Pula ia menjauhkan dari Yehudah segala bukit pengorbanan dan tiang berhala. Pada tahun ketiga pemerintahannya ia mengutus beberapa pembesarnya, yakni Benhail, Obaja, Zakharia, Netaneel dan Mikha untuk mengajar di kota-kota Yehudah. Bersama-sama mereka turut juga beberapa orang Levi, yakni Semaya, Netanya, Zebaja, Asael, Semiramot, Yonatan, Adonia, Tobia dan Tob-Adonia disertai imam-imam Elisama dan Yoram. Mereka memberikan pelajaran di Yehudah dengan membawa kitab Torah ADONAI. Mereka mengelilingi semua kota di Yehudah sambil mengajar rakyat.

4.)
Hari ke-43 Penghitungan Omer
======================
Hari ke-43 Penghitungan Omer jatuh pada tanggal 28 Iyaar, yang adalah:
"Yom Yerushalayim [יום ירושלים]"

"Yom Yerushalayim [יום ירושלים]", atau "Hari Yerusalem" adalah hari peringatan atas berhasilnya reunifikasi kota Yerusalem dan pemulihan kontrol Israel atas Kota Tua Yerusalem pada Perang 6 Hari tahun 1967.

Hari ke-43 = generasi ke-43 = yaitu Raja Uziyahu.

Seperti Israel berhasil menyatukan kembali kota Yerusalem, demikian juga kita lihat Raja Uziyahu yang membangun kembali menara-menara di Yerusalem.

2 Tawarikh (Dibre Ha'Yamim) 26:9
ויבן עזיהו מגדלים בירושלם על-שער הפנה ועל-שער הגיא ועל-המקצוע ויחזקם׃
va.yi.ven u.zi.ya.hu mig.da.lim bi.ru.sha.lam al-sha.ar ha.pi.na v'al-sha.ar ha.gay v'al-ha.mik.tso.a va.ye.chaz.kem:
Uziyahu mendirikan menara di Yerusalem di atas Pintu Gerbang Sudut di atas Pintu Gerbang Lebak dan di atas Penjuru, serta mengokohkannya.

5.)
Hari ke-49 Penghitungan Omer
======================
Hari ke-49 Penghitungan Omer jatuh pada tanggal 5 Sivan, yaitu "Erev Shavuot [ערב שבועות]"

Hari ke-49  = generasi ke-49 = yaitu Raja Yoshiyahu.

2 Kings (Melachim) 23:24
וגם את-האבות ואת-הידענים ואת-התרפים ואת-הגללים ואת כל-השקצים אשר נראו בארץ יהודה ובירושלם בער יאשיהו למען הקים את-דברי התורה הכתבים על-הספר אשר מצא חלקיהו הכהן בית יהוה׃
v'gam et-ha.o.vot v'et-ha.yid.o.nim v'et-ha.te.ra.fim v'et-ha.gi.lu.lim v'et kol-ha.shi.ku.tsim a.sher nir.u b'e.rets y'hu.da u.vi.ru.sha.lam bi.er yo.shi.ya.hu l'.ma.an ha.kim et-div.rei ha.to.ra ha.ke.tu.vim al-ha.se.fer a.sher ma.tsa chil.ki.ya.hu ha.ko.hen beit A.DO.NAI:
Para pemanggil arwah, dan para pemanggil roh peramal, juga terafim, berhala-berhala dan segala dewa kejijikan yang terlihat di tanah Yehudah dan di Yerusalem, dihapuskan oleh Yoshiyahu dengan maksud menepati perkataan Torah yang tertulis dalam kitab yang telah didapati oleh imam Chikiyahu di rumah ADONAI.


ENGLISH:

ESOTERIC 50 DAYS FROM PESACH TO SHAVUOT
Andre Widodo
© Talmidim Ha'Mashiach Ministries

Shalom,

Leviticus (Vayikra) 23:15 - Jewish Publication Society (JPS)
וספרתם לכם ממחרת השבת מיום הביאכם את-עמר התנופה שבע שבתות תמימת תהיינה׃
u.se.far.tem la.chem mi.ma.cho.rat ha.sha.bat mi.yom ha.vi.a.chem et-o.mer ha.te.nu.fa she.va sha.ba.tot t'mi.mot tih.yei.na:
And ye shall count unto you from the morrow after the day of rest, from the day that ye brought

Leviticus (Vayikra) 23:16 - Jewish Publication Society (JPS)
עד ממחרת השבת השביעת תספרו חמשים יום והקרבתם מנחה חדשה ליהוה׃
ad mi.ma.cho.rat ha.sha.bat ha.she.vi.it tis.p'ru CHA.MI.SHIM yom v'hik.rav.tem min.cha cha.da.sha la.A.DO.NAI:
even unto the morrow after the seventh week shall ye number FIFTY DAYS; and ye shall present a new meal-offering unto the LORD.

Why is number FIFTY (50)?
=====================

The sages in Talmud Babylonia Pesachim 68b:13 says that SHAVUOT is also called as AZERET [עצרת]:

"R. Eleazar said: All agree in respect to SHAVUOT [‘AZERET]."

The word "AZERET [עצרת]" simply means: "ASSEMBLY", but shares a linguistic root with the word "ATZOR [עצור]", meaning "TO STOP" or "TO TARRY."

We know that at the end of the feast of SUKKOT, there is another celebration is called "SHEMINI ATZERET [שמיני עצרת]", which means "8TH DAY ASSEMBLY." It is celebrated on 22-23 Tishri. It directly follows the feast of SUKKOT which is celebrated for 7 days, and thus SHEMINI ATZERET is literally "THE 8 DAY."

As it is written as a MITZVAH in Leviticus 23:36.

Leviticus (Vayikra) 23:36 - Jewish Publication Society (JPS)
שבעת ימים תקריבו אשה ליהוה ביום השמיני מקרא-קדש יהיה לכם והקרבתם אשה ליהוה עצרת הוא כל-מלאכת עבדה לא תעשו׃
shiv.at ya.mim tak.ri.vu i.she la.ye.ho.va ba.yom ha.SHE.MI.NI mik.ra-ko.desh yih.ye la.chem v'hik.rav.tem i.she la.A.DO.NAI a.tse.ret hiv kol-m'le.chet a.vo.da lo ta.a.su:
Seven days ye shall bring an offering made by fire unto the LORD; on the EIGHTH day shall be a holy convocation unto you; and ye shall bring an offering made by fire unto the LORD; it is a day of solemn assembly; ye shall do no manner of servile work.

As SUKKOT is guarded by SHEMINI ATZERET, so the rabbis teach us that PESACH is GUARDED by SHAVUOT [ATZERET].

This is how the rabbis view it.

PESACH is celebrated for 7 days (HA'MATZOT) from 15 Nisan - 22 Nisan. According to Leviticus 23:16 we are to count:
 7² (7 days of PESACH) + 1² (1 day ATZERET) = 49 + 1 = 50.
Number 50 in GEMATRIA is equal to the Hebrew letter NUN נ.

In the feast of SUKKOT, SUKKOT is celebrated for 7 days from 15 Tishri - 22 Tishri. According to Leviticus 23:36 we are to count:
7 (7 days of SUKKOT) + 1 (1 day ATZERET) = 7 + 1 = 8.
Number 8 in GEMATRIA is equal to the Hebrew letter CHET ח.

So, we combine these 2 Hebrew letters together, we find the word CHET ח + NUN נ = CHEN חן, which is FAVOR; GRACE.

So in 7 days of PESACH (HA'MATZOT) we find "GRACE [CHEN חן]" of G-d in SHAVUOT, and the same thing in 7 days of  SUKKOT we find "GRACE CHEN חן" of G-d in SHEMINI ATZERET.

What do we find in the middle Counting of the Omer for 50 days?
=================================================

While we are counting the Omer for 50 days, the rabbis teach that the number 50 represents 50 generation from the first man, Adam, to the last man, King Y'hoyakim, King of Yehudah when the Jewish people went to Babylonian Exile.

50 days of Omer = 50 generations.

What we can find during "Sefirat Ha'Omer [ספירת העומר]", "Counting of the Omer" is:

1.)
20th day of the Omer
================
20th day of the Omer is the date of 5 Iyyar, which is:
"Yom HaAtzma'ut [יום העצמאות]", which is "Israel Independent Day."

20 days = 20 generations = it was Avraham. "Pirkei Avot chapter 5" says that there are 20 generations from Adam to Avraham. Avraham was born in the year 1948 since the Creation.

Parallelly, the State of Israel was born in the year 1948, or in the year 5708 since the Creation. (*Notice the number 1948 is exactly the same*).

The year 5708 in Hebrew is called "TASHACH [תש״ח]", consists of Hebrew letter:
TAV ת, with GEMATRIA = 400
SHIN ש, with GEMATRIA = 300
CHET ח, with GEMATRIA = 8

TAV ת + SHIN ש + CHET ח is equal 708.

The number 708 is also the number of the Hebrew word "CHEN חן" with "NUN SOFIT ן."

CHET ח, with GEMATRIA = 8
NUN SOFIT ן, with GEMATRIA = 700

So in other word, G-d wants to say to us, His children, that the birth of the State of Israel in 1948 (5708) is because His "CHEN חן", His GRACE. The year 1948 (5708) is the year of "CHEN חן" and it is related to the preparation of the coming of MASHIACH משיח.

2.)
33rd day of the Omer
================
33rd day of the Omer is the date of 18 Iyaar, which is:
 "Lag B'Omer [ל״ג בעומר]"

"Lag Ba'Omer [ל״ג בעומר", also known as "Lag LaOmer" amongst Sephardi Jews, is a Jewish holiday celebrated on the 33rd day of the Counting of the Omer, which occurs on the 18th day of Iyar. One reason given for the holiday is as the day of passing of Rabbi Shimon bar Yochai (Rashbi).

רבן שמעון בר יוחאי or Rabban/Rabbi Shimon bar Yochai, also known by his acronym Rashbi, was a 2nd-century Tannaim sage in ancient Israel, said to be active after the destruction of the Second Temple in 70 CE. He was one of the most eminent disciples of Rabbi Akiva, and is pseudepigraphically attributed by many Orthodox Jews with the authorship of the Zohar, the chief work of Kabbalah.

33 days = 33 generations = it was King David.

3.)
40th day of Omer
=============
40th day of the Omer is the date of 25 Iyyar, which is:
"Mem B'Omer [מם בעומר]"

"Mem B'Omer [מם בעומר]", is known as "the Day of Ascension", which is the day when Yeshua was lifted up to the Heaven.

40 days = 40 generations = it was King Y'hoshafat.

About King Y'hoshafat it is written:

2 Chronicles 17:3-9 - Complete Jewish Bible (CJB)
3 ADONAI was with Y’hoshafat, because he lived according to the first ways of his ancestor David, not seeking the ba‘alim, 4 but seeking the G-d of his father and living by his mitzvot, not by what Isra’el did. 5 Therefore ADONAI consolidated his rulership; all Y’hudah brought presents to Y’hoshafat, so that he had wealth and honor in abundance. 6 In his heart he highly regarded ADONAI’s ways; moreover, he removed the high places and sacred poles from Y’hudah. 7 In the third year of his reign he sent his leading men Ben-Chayil, ‘Ovadyah, Z’kharyah, N’tan’el and Mikhayahu to teach in the cities of Y’hudah; 8 with them were the L’vi’im Sh’ma‘yahu, N’tanyahu, Z’vadyahu, ‘Asah’el, Sh’miramot, Y’honatan, Adoniyahu, Tuviyahu and Tov-Adoniyah, the L’vi’im; and with them Elishama and Y’horam the cohanim. 9 They taught in Y’hudah, having a scroll of the Torah of ADONAI with them; they circulated through all the cities of Y’hudah, teaching among the people.

4.)
43rd day of the Omer
===============
43rd day of the Omer is the date of 28 Iyaar, which is:
"Yom Yerushalayim [יום ירושלים]"

"Yom Yerushalayim [יום ירושלים]" is an Israeli national holiday commemorating the reunification of Jerusalem and the establishment of Israeli control over the Old City in the aftermath of the June 1967 Six-Day War.

43 days = 43 generations = it was King Uziyahu.

As Israel reunited the city of Jerusalem under Israeli control, the parallel history we can see on King Uziyahu who rebuilt the towers in Jerusalem.

2 Chronicles (Dibre Ha'Yamim) 26:9 - Jewish Publication Society (JPS)
ויבן עזיהו מגדלים בירושלם על-שער הפנה ועל-שער הגיא ועל-המקצוע ויחזקם׃
va.yi.ven u.zi.ya.hu mig.da.lim bi.ru.sha.lam al-sha.ar ha.pi.na v'al-sha.ar ha.gay v'al-ha.mik.tso.a va.ye.chaz.kem:
Moreover Uzziah built towers in Jerusalem at the corner gate, and at the valley gate, and at the Turning, and fortified them.

5.)
49th day of the Omer
===============
49th day of the Omer is the date of 5 Sivan, which is "Erev Shavuot [ערב שבועות]"

49 days = 49 generations = it was King Yoshiyahu.

2 Kings (Melachim) 23:24 - Jewish Publication Society (JPS)
וגם את-האבות ואת-הידענים ואת-התרפים ואת-הגללים ואת כל-השקצים אשר נראו בארץ יהודה ובירושלם בער יאשיהו למען הקים את-דברי התורה הכתבים על-הספר אשר מצא חלקיהו הכהן בית יהוה׃
v'gam et-ha.o.vot v'et-ha.yid.o.nim v'et-ha.te.ra.fim v'et-ha.gi.lu.lim v'et kol-ha.shi.ku.tsim a.sher nir.u b'e.rets y'hu.da u.vi.ru.sha.lam bi.er yo.shi.ya.hu l'.ma.an ha.kim et-div.rei ha.to.ra ha.ke.tu.vim al-ha.se.fer a.sher ma.tsa chil.ki.ya.hu ha.ko.hen beit a.do.nai:
Moreover them that divined by a ghost or a familiar spirit, and the teraphim, and the idols, and all the detestable things that were spied in the land of Judah and in Jerusalem, did Josiah put away, that he might confirm the words of the law which were written in the book that Hilkiah the priest found in the house of the LORD.



Friday, September 19, 2014

























DARI SHAVU'OT KE ROSH HA'SHANAH, YOM KIPPUR DAN SUKKOT
© ORI

Shalom,

Menurut Rashi, dalam periode SHAVU'OT sampai SUKKOT, Moshe (Musa) naik ke Gunung Sinai tidak kurang dari 3 kali selama 40 hari dan 40 malam. [1]

Tanggal 6 Sivan pendakian pertama dimulai, yaitu ketika Moshe (Musa) menerima 10 Perintah Elohim [Aseret Ha'Devarim - עֲשֶׂרֶת הַדְּבָרִים]. Sehingga tanggal 6 Sivan - 7 Sivan dikenal sebagai Hari Raya SHAVU'OT.

Moshe (Musa) menerima 2 loh batu tentang 10 Perintah Elohim dan mulai mempelajari semua MITZVOT yang diberikan oleh Ha'Shem. Dan Moshe (Musa) menghabiskan waktu 40 hari 40 malam.

Tanggal 17 Tammuz, genap 40 hari 40 malam, Moshe (Musa) turun gunung setelah ia selesai mempelajari semua MITZVOT Ha'Shem, tetapi Moshe (Musa) melihat bangsa Israel menyembah Patung Lembu Emas di Keluaran 32:19.

Keluaran 32:19
Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.

Menurut tradisi, peristiwa ini terjadi pada tanggal 17 Tammuz, dan tanggal 17 Tammuz ini selalu dikaitkan dengan "bencana" bagi Israel, momentum ini dikenal sebagai "Tzom Tammuz", dan menandai dimulainya masa berkabung selama 3 minggu sampai dengan tanggal 9 Av. [2]

Kemudian, pada tanggal 18 Tammuz, Moshe (Musa) membakar Patung Lembu Emas di Keluaran 32:20.

Keluaran 32:20
Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel.

*******

Tanggal 19 Tammuz Moshe (Musa) naik kembali ke Gunung Sinai untuk yang kedua kalinya untuk membuat pendamaian dengan Ha'Shem, untuk melunakkan hati Ha'Shem (Keluaran 32:30).

Keluaran 32:30
Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap ADONAI, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu."

Moshe (Musa) menghabiskan waktu 40 hari dan 40 malam dari tanggal 19 Tammuz sampai tanggal 29 Av, untuk mengadakan pendamaian, tetapi kemudian Moshe (Musa) ia turun gunung tanpa kabar.

*******

Tanggal 1 Elul, Moshe (Musa) naik ke Gunung Sinai untuk yang ketiga kalinya untuk menerima 2 loh batu yang baru (Keluaran 34:1-2).

Keluaran 34:1
Berfirmanlah ADONAI kepada Musa: "Pahatlah dua loh batu sama dengan yang mula-mula, maka Aku akan menulis pada loh itu segala firman yang ada pada loh yang mula-mula, yang telah kaupecahkan.

Keluaran 34:2
Bersiaplah menjelang pagi dan naiklah pada waktu pagi ke atas gunung Sinai; berdirilah di sana menghadap Aku di puncak gunung itu.

Moshe (Musa) menghabiskan waktu selama 40 puluh hari 40 malam lagi dari tanggal 1 Elul sampai dengan 10 Tishri, Hari Raya YOM KIPPUR (Keluaran 34:28).

Keluaran 34:28
Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan ADONAI empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.

Selama masa 40 hari 40 malam ini, bangsa Israel melakukan TESHUVAH dan SELICHOT agar misi pendamaian yang Moshe (Musa) dapat berkenan.

Tanggal 1 Tishri ditiupkan SHOFAR untuk MEMBANGUNKAN; MEMPERSIAPKAN masa 10 hari, yaitu "Ten Days of Awe" [עשרת ימי תשובה - Aseret Yemei] dari Hari Raya YOM TERU'AH (ROSH HA'SHANAH) sampai Hari Raya YOM KIPPUR tanggal 10 Tishri.

Akhirnya Moshe (Musa) turun pada tanggal 10 Tishri, dengan mukanya yang bercahaya, pada Hari Raya YOM KIPPUR (PENDAMAIAN) dengan 2 loh batu yang baru, dan jaminan Pendamaian dari Elohim.

Keluaran 34:29
Ketika Musa turun dari gunung Sinai--kedua loh hukum Elohim ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu--tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan ADONAI.

KESIMPULAN
===========
Apa yang bisa kita pelajari dari rentang waktu antara SHAVU'OT dan SUKKOT?

1.)
Dalam kurun waktu Hari Raya SHAVU'OT sampai SUKKOT, Moshe (Musa) naik turun Gunung Sinai selama 3 kali, dan masing-masing dihabiskan selama 40 hari 40 malam.

2.)
Mengapa 40? Apa arti signifikan dari angka 40?
Angka 40 memiliki arti:
-. PEMURNIAN
Di dalam Talmud dijelaskan bahwa MIKVEH dilakukan dengan 40 ukuran air, sama halnya dalam peristiwa Nuh hujan diberikan 40 hari 40 malam untuk PEMURNIAN.

-. UJIAN
Yeshua berpuasa 40 hari 40 malam. Bangsa Israel mengembara di padang gurun 40 tahun

-. PEMBENTUKAN
Seperti embrio terbentuk setelah 40 hari setelah coitus, demikian juga angka 40 melambangkan PEMBENTUKAN kehidupan yang baru.

-. HURUF IBRANI "MEM"
Huruf "MEM" [מ] mempunyai nilai gematria 40. Kata "[מָ֫יִם - MAYIM]" artinya adalah "AIR", yang adalah suatu lambang PURIFIKASI.

3.)
Hari Raya SHAVU'OT tanggal 6 Sivan adalah berasal dari metode penghitungan Omer kaum Farisi, sehingga:
-. Dari 6 Sivan s/d 17 Tammuz (TZOM TAMMUZ)= 40 hari 40 malam
-. Dari 19 Tammuz s/d 29 Av = 40 hari 40 malam
-. Dari 1 Elul s/d 10 Tishri (YOM KIPPUR) =  40 hari 40 malam [3]

Tetapi...

Jika Hari Raya SHAVU'OT dihitung berdasarkan metode penghitungan Omer kaum Saduki, maka konsekuensinya adalah:
-. Hari Raya SHAVU'OT dapat jatuh tanggal berapa saja, tetapi akan selalu jatuh tepat pada Hari Minggu.
-. Karena Hari Raya SHAVU'OT versi Saduki tidak memiliki tanggal yang tetap, maka arti signifikan dari angka 40 akan diabaikan, karena dari Hari Raya SHAVU'OT versi Saduki s/d tanggal 17 Tammuz (TZOM TAMMUZ) tidak akan genap 40 hari 40 malam (*Untuk jelasnya silahkan lihat gambar*).
-. Sebaliknya, jika Hari Raya SHAVU'OT versi Saduki (*yang tidak memiliki tanggal yang tetap*), kemudian dihitung 40 hari 40 malam, maka tanggal "calamity" bagi bangsa Israel juga akan selalu berubah dan tidak tetap. Tidak selalu tanggal 17 Tammuz.
-. Sehingga dampak dari hal ini akan seperti efek "snowball" sampai kepada Hari Raya-Hari Raya YOM TERU'AH (ROSH HA'SHANAH), YOM KIPPUR dan SUKKOT, karena signifikansi dari arti angka 40 sudah diabaikan.

Tetapi, baruch Ha'Shem, karena Ha'Shem tetap mem-"preserve" / menjaga keutuhan/keaslian dari Torah-Nya.

Sejak Judaisme abad ke-1 sampai dengan Judaisme abad sekarang ini, satu-satunya penghitungan yang masih "survive" oleh waktu adalah "metode Farisi".

"Metode Saduki", "metode Eseni" sudah hilang oleh waktu.

Bibliography:
[1] http://www.chabad.org/parshah/article_cdo/aid/2508/jewish/The-120-Day-Version.htm
[2] http://www.hebrew4christians.com/Holidays/Summer_Holidays/Tzom_Tammuz/tzom_tammuz.html
[3] http://www.hebrew4christians.com/Holidays/Fall_Holidays/Elul/elul.html

Friday, June 6, 2014

KONTROVERSI PENGHITUNGAN OMER (PANDUAN PENGHITUNGAN OMER)

KONTROVERSI PENGHITUNGAN OMER (PANDUAN PENGHITUNGAN OMER)
Andre Widodo
© Talmid Ha'Mashiach - Meshichim Ha'Yehudim

Shalom,

PENGHITUNGAN OMER yang benar, akan membawa orang yang menghitung kepada Hari Raya SHAVUOT yang benar juga.

Perintah untuk melakukan PENGHITUNGAN OMER tertulis di Imamat 23:11-16. 

(*Di bawah ini, penulis memakai Alkitab Terjemahan Baru, karena untuk konsumsi para pembaca yang berbahasa Indonesia. Dengan senang hati, penulis mengharapkan agar para pembaca juga dapat melakukan cross-check dengan Alkitab CJB, Alkitab OJB, Alkitab KJV dan lain sebagainya*).

Ima 23:11
dan imam itu haruslah mengunjukkan berkas itu di hadapan ADONAI, supaya ADONAI berkenan akan kamu. Imam harus mengunjukkannya pada hari sesudah SHABBAT itu.

Ima 23:12
Pada hari kamu mengunjukkan berkas itu kamu harus mempersembahkan seekor domba berumur setahun yang tidak bercela, sebagai korban bakaran bagi ADONAI,

Ima 23:13
serta dengan korban sajiannya dari dua persepuluh efa tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, sebagai korban api-apian bagi ADONAI yakni bau yang menyenangkan, serta dengan korban curahannya dari seperempat hin anggur.

Ima 23:14
Sampai pada hari itu juga janganlah kamu makan roti, atau bertih gandum atau gandum baru, sampai kamu telah membawa persembahan Elohim-mu; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu.

Ima 23:15
Kemudian kamu harus menghitung, mulai dari hari sesudah SHABBAT itu, yaitu waktu kamu membawa berkas persembahan unjukan, harus ada genap tujuh minggu;

Ima 23:16
sampai pada hari sesudah SHABBAT yang ketujuh kamu harus hitung lima puluh hari; lalu kamu harus mempersembahkan korban sajian yang baru kepada SHABBAT.


KONTROVERSI PENGHITUNGAN OMER
================================
KONTROVERSI PENGHITUNGAN OMER terjadi karena PERBEDAAN mendefinisikan kata "SHABBAT".

Ada 2 KONTROVERSI PENGHITUNGAN OMER, yaitu:

1.) 
PENGHITUNGAN OMER versi SADUKI.
Kaum SADUKI melakukan penghitungan Omer dengan mengartikan kata "SHABBAT" sebagai "hari SABTU". Sehingga penghitungan Omer mulai dilakukan setelah "hari SABTU", yaitu "hari MINGGU".

2.) 
PENGHITUNGAN OMER versi FARISI
Kaum FARISI melakukan penghitungan Omer dengan mengartikan kata "SHABBAT" sebagai "SHABBAT SHABBATON [שַׁבָּת שַׁבָּתוֹן]", yaitu "SHABBAT-nya SHABBAT", yaitu "SHABBAT HARI RAYA", yaitu "HARI RAYA PESACH" tanggal 15 Nisan. Sehingga penghitungan Omer mulai dilakukan setelah selesai "HARI RAYA PESACH" tanggal 15 Nisan.

Tentunya penghitungan Omer dilakukan setelah Omer tersebut di-unjukkan di hadapan Imam (Imamat 23:11).

Manakah yang benar dari 2 versi PENGHITUNGAN OMER ini?

Untuk dapat mengerti mana yang benar dari 2 versi PENGHITUNGAN OMER ini, maka kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan kata "SHABBAT" di Imamat 23:11.

Ada berapa macam "SHABBAT" sebenarnya di dalam Judaisme?


MACAM-MACAM "SHABBAT" DI DALAM JUDAISME
=========================================
Di dalam pandangan bangsa Israel, ternyata ada banyak dikenal phraseologi "SHABBAT":

1.) SHABBAT - hari SABTU (SHABBAT).

2.) SHABBAT HA'GADOL - hari SHABBAT terakhir sebelum Hari Raya PESACH.

3.) SHABBAT SHABBATON - SHABBAT-nya SHABBAT; SHABAT HARI RAYA. Dapat terjadi pada hari apa saja.

4.) SHABBAT BERESHIT - hari SHABBAT pertama setelah Simchat Torah.

5.) SHABBAT CHAZON - hari SHABBAT sebelum Tisha B'Av.

6.) SHABBAT HA'CHODESH - hari SHABBAT sebelum Rosh Chodasim 1 Nisan.

7.) SHABBAT MACHAR CHODESH - hari SHABBAT yang jatuh tepat 1 hari sebelum bulan baru. Ditandai dengan pembacaan Haftarah yang berbeda.

8.) SHABBAT ROSH CHODESH - hari SHABBAT yang bertepatan dengan bulan baru.

9.) SHABBAT MEVARKHIM - hari SHABBAT terakhir sebelum bulan baru.

10.) SHABBAT PARAH - hari SHABBAT setelah Purim.

11.) SHABBAT SHUVAH - hari SHABBAT antara Hari Raya Rosh Ha'Shanah dan Hari Raya Yom Kippurim.

12.) SHABBAT ZACHOR - hari SHABBAT sebelum Purim.

Dari semua "SHABBAT" yang disebutkan di atas, yang paling unik adalah "SHABBAT SHABBATON [שַׁבָּת שַׁבָּתוֹן]".

Mengapa?

Karena "SHABBAT SHABBATON [שַׁבָּת שַׁבָּתוֹן]" adalah "SHABBAT-nya SHABBAT", yaitu "SHABBAT HARI RAYA".

Di dalam pandangan bangsa Israel, seluruh "7 HARI RAYA", yaitu "7 MO'EDIM" adalah "SHABBAT SHABBATON [שַׁבָּת שַׁבָּתוֹן]", yaitu "SHABBAT-nya SHABBAT", yaitu "SHABBAT HARI RAYA". 

Jika sebuah "HARI RAYA" dari salah satu "7 HARI RAYA" itu jatuh pada hari apa saja di dalam 1 pekan, maka hari itu adalah "SHABBAT".

All the Jewish Feasts are called "SHABBAT SHABBATON [שַׁבָּת שַׁבָּתוֹן]", which is "SHABBAT OF SHABBATS".

Sekarang mari kita bahas 2 versi PENGHITUNGAN OMER ini.


PENGHITUNGAN OMER versi SADUKI
==============================
Penghitungan Omer versi SADUKI melakukan penghitungan Omer dengan mengartikan kata "SHABBAT" sebagai "hari SABTU". Sehingga penghitungan Omer mulai dilakukan setelah "hari SABTU", yaitu "hari MINGGU". 

Konsekuensi bagi mereka yang mengikuti penghitungan Omer versi SADUKI:

1.) 
Karena penghitungan Omer versi SADUKI ini mulai dilakukan setelah "hari SABTU", maka jika Hari Raya PESACH tanggal 15 Nisan jatuh pada "hari SELASA" (*seperti tahun 2014 ini, jatuh pada hari SELASA*),  maka penghitungan Omer versi SADUKI ini akan menunggu sampai "hari SABTU", dan "hari MINGGU" baru mulai dilakukan.

Jadi ada tenggang waktu 5 hari dari Hari Raya PESACH tanggal 15 Nisan "hari SELASA" sampai dengan "hari MINGGU" tanggal 20 Nisan. Padahal tanggal 20 Nisan, sudah memasuki "hari ke-6 ROTI TIDAK BERAGI".

Apa yang dilakukan selama tenggang waktu 5 hari ini? Tidak ada yang mampu menjawab.

2.) 
Beberapa kalangan berargumen, seperti ini:

Karena kaum SADUKI pada zaman Bait Suci ke-2 menguasai Majelis Agama, maka cara penghitungan Omer versi kaum SADUKI-lah yang berlaku. Sehingga peristiwa kebangkitan Yeshua di Matius 28:1; Markus 16:2; Lukas 24:1; Yohanes 20:1 yang disebutkan "...pada hari PERTAMA minggu itu...", yang identik dengan "hari MINGGU", adalah cocok dengan penghitungan Omer kaum SADUKI, yaitu "hari MINGGU" sebagai "Hari Kebangkitan Mesias".

Tunggu dulu! Jangan terlalu cepat berasumsi seperti itu. Tetapi mari kita cek kembali apa yang dikatakan di dalam Torah.

Di dalam Imamat 23:11 diperintahkan oleh Ha'Shem sendiri:

Ima 23:11
dan IMAM itu haruslah mengunjukkan berkas itu di hadapan ADONAI, supaya ADONAI berkenan akan kamu. IMAM harus mengunjukkannya pada hari sesudah SHABBAT itu.

Sebelum penghitungan Omer dilakukan, Omer tersebut harus di-unjuk-kan terlebih dahulu oleh IMAM.

Mengapa?

Supaya Ha'Shem berkenan kepada kamu (Ima 23:11).

Karena pergantian HARI di dalam pola pikir Ibrani terjadi setelah matahari terbenam, maka HARI selalu dimulai lebih dahulu dengan MALAM dan SIANG; jadilah PETANG dan jadilah PAGI.

Pengunjukkan Omer ini dilakukan pada saat MA'ARIV (korban malam), SHACHARIT (korban pagi) dan MINCHA (korban siang).

Kalau dikatakan di dalam Imamat 23:11 bahwa IMAM harus mengunjukkannya pada hari sesudah SHABBAT, yaitu "hari MINGGU", maka seharusnya Yeshua sebagai IMAM di Bait Suci yang ada di Sorga, pada "hari MINGGU" itu, seharusnya Yeshua belum bangkit dari kematian. 

Seharusnya pada "hari MINGGU" itu Yeshua masih berada di Bait Suci di Sorga meng-unjuk-kan Diri-Nya dihadapan Bapa di Sorga pada saat MA'ARIV (korban malam), SHACHARIT (korban pagi) dan MINCHA (korban siang).

Tetapi kenyataannya fakta sejarah membuktikan bahwa "...pada hari PERTAMA minggu itu pagi-pagi benar...", yaitu "hari MINGGU subuh", para wanita menemukan bahwa kuburan Yeshua sudah kosong, yang artinya adalah Yeshua sudah bangkit, dan berada di bumi.

Artinya, pada "hari MINGGU" itu Yeshua selesai meng-unjuk-kan di Bait Suci di Sorga dan pada "hari MINGGU" Yeshua sudah ada di bumi.

Sehingga penghitungan Omer versi SADUKI ini tidak cocok dengan apa yang ditulis di Imamat 23:11. 

3.) 
Jika kita menerima cara penghitungan Omer versi SADUKI ini, maka seharusnya kita bersikap FAIR juga dengan menerima ajaran yang lain dari kaum SADUKI yaitu:
-. Tidak mempercayai kebangkitan orang mati.
-. Tidak mempercayai adanya malaikat.
-. Tidak mempercayai adanya roh.

Kalau hanya menerima cara penghitungan Omer versi SADUKI, tetapi menolak ajaran yang lain dari kaum SADUKI yang lain, itu dinamakan sebagai "TIDAK FAIR; TIDAK KONSISTEN", yaitu "COMOT SANA, COMOT SINI" dengan seenaknya saja.

4.) 
Karena penghitungan Omer versi SADUKI ini dilakukan dengan menunggu "hari MINGGU" lebih dulu, maka Hari Raya SHAVUOT setiap tahunnya TIDAK memiliki tanggal yang tetap. Hari Raya SHAVUOT versi SADUKI ini setiap tahunnya akan selalu berganti-ganti tanggal. 

Yang tetap hanyalah:
Hari Raya SHAVUOT akan selalu jatuh tepat pada "hari MINGGU" setiap tahunnya.

Jadi masih sama sebenarnya dengan apa yang dipraktekkan oleh "main stream ke-Kristen-an" yang bersumber dari agama Kerajaan Rowawi, "Sun-worship Day", yaitu "Sun-Day", yaitu "Venerable Day of the Sun".

Apakah benar demikian? Ya!

Kaum SADUKI adalah kaum yang membawa nilai-nilai HELLENISME. Membawa RAGI ke dalam adonan yang kudus.

Berikut ini kutipan dari beberapa nara sumber mengenai kaum SADUKI:

-. Jewish Virtual Library
The Sadducees were elitists who wanted to maintain the priestly caste, but they were also liberal in their willingness to incorporate Hellenism into their lives, something the Pharisees opposed. 

https://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/History/sadducees_pharisees_essenes.html

-. Jewish History
The Sadducees, who were the heirs of the Hellenists, formed a very potent and powerful force in Jewish society, but they subscribed to a philosophy that was essentially non-Jewish, to a Greek view of the world.

The rabbis did not take it lying down. They understood that if the Sadducees prevailed there would be no Jewish people.

http://www.jewishhistory.org/sadducees-and-pharisees/


PENGHITUNGAN OMER versi FARISI
==============================
Kaum FARISI melakukan penghitungan Omer dengan mengartikan kata "SHABBAT" sebagai "SHABBAT SHABBATON [שַׁבָּת שַׁבָּתוֹן]", yaitu "SHABBAT-nya SHABBAT", yaitu "SHABBAT HARI RAYA".

Dalam hal ini adalah "HARI RAYA PESACH" tanggal 15 Nisan. 

Sehingga penghitungan Omer mulai dilakukan setelah selesai "HARI RAYA PESACH" tanggal 15 Nisan.

Mari kita lihat Imamat 23:11 kembali.

Ima 23:11
dan IMAM itu haruslah mengunjukkan berkas itu di hadapan ADONAI, supaya ADONAI berkenan akan kamu. IMAM harus mengunjukkannya pada hari sesudah SHABBAT itu.

Supaya Ha'Shem berkenan kepada kita, maka IMAM harus mengunjukkannya pada hari sesudah SHABBAT itu.

Karena "SHABBAT" di sini adalah "SHABBAT HARI RAYA PESACH" tanggal 15 Nisan, maka IMAM mengunjukkannya pada hari sesudah "HARI RAYA PESACH" tanggal 15 Nisan.

Tanggal berapakah itu?

IMAM mengunjukkannya pada tanggal 16 Nisan.

Karena pergantian HARI di dalam pola pikir Ibrani terjadi setelah matahari terbenam, maka sebuah HARI selalu dimulai lebih dahulu dengan MALAM dan SIANG; PETANG dan PAGI.

IMAM mengunjukkan Omer pada MALAM tanggal 16 Nisan pada saat MA'ARIV (korban malam). Besok PAGI adalah masih tanggal 16 Nisan. IMAM kembali mengunjukkan Omer pada saat SHACHARIT (korban pagi) dan MINCHA (korban siang).

Kemudian matahari terbenam.

Setelah matahari terbenam, maka sudah masuk tanggal 17 Nisan.

Apakah ada buktinya di dalam Torah bahwa bangsa Israel melakukan unjukkan ini pada tanggal 16 Nisan? Ada! Di Yosua 5:11-12.

Yos 5:11
Lalu PADA HARI SESUDAH PASKAH MEREKA MAKAN HASIL NEGERI ITU, yakni roti yang tidak beragi dan bertih gandum, pada hari itu juga.

Yos 5:12
Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan.

Mari kita perhatikan Yosua 5:11!

Kalimat "PADA HARI SESUDAH PASKAH" itu merujuk pada tanggal berapakah? Tanggal 16 Nisan.

Kapan waktunya diperbolehkan untuk MAKAN HASIL NEGERI ITU? Setelah IMAM selesai mengunjukkannya.

Yosua 5:11-12 adalah BUKTI KUAT yang membuktikan bahwa pada zaman Yosua, ketika mereka sudah memasuki Tanah Perjanjian, mereka sudah melakukan penghitungan Omer yang sekarang kita kenal sebagai Penghitungan Omer versi FARISI.

Jika memakai penghitungan Omer versi SADUKI, maka mereka tidak akan dapat menjelaskan peristiwa di Yosua 5:11-12. Mereka pasti tidak akan dapat menjelaskan mengapa setelah memasuki Tanah Perjanjian, mereka sudah dapat MAKAN HASIL NEGERI ITU setelah IMAM selesai mengunjukkannya PADA HARI SESUDAH PASKAH.

Selanjutnya kita membaca Torah di Imamat 23:15.

Ima 23:15
Kemudian kamu harus menghitung, mulai dari hari sesudah SHABBAT itu, yaitu waktu kamu membawa berkas persembahan unjukan, harus ada genap tujuh minggu;

"SHABBAT" di dalam Imamat 23:15 adalah "SHABBAT HARI RAYA PESACH" tanggal 15 Nisan.

Diperintahkan di dalam Imamat 23:15, bahwa setelah IMAM selesai mengunjukkan Omer pada saat  MALAM tanggal 16 Nisan, pada saat MA'ARIV (korban malam), pada saat SIANG tanggal 16 Nisan, pada saat SHACHARIT (korban pagi), pada saat MINCHA (korban siang), maka kita harus menghitung Omer selama 7 minggu, yaitu 49 hari.

Sehingga penghitungan Omer dilakukan mulai tanggal 17 Nisan.

(*lihat gambar*)




Konsekuensi bagi yang mengikuti penghitungan Omer versi FARISI:

1.) 
Karena penghitungan Omer versi FARISI dimulai pada tanggal 17 Nisan, maka tanggal 17 Nisan ini bertepatan dengan genap 3 hari 3 malam dari Anak Domba disembelih pada tanggal 14 Nisan sore. 

Sehingga tanggal 17 Nisan ini bagi kaum MESIANIK JUDAISME dirayakan sebagai:
-. Hari Pertama Penghitungan Omer.
-. Hari Raya Buah Sulung (YOM HA'BIKKURIM / REISHIT KATZIR)
-. Hari Raya Kebangkitan Mesias Yeshua.

(*lihat gambar*)
























Penjelasan:

That is a chronology of the key events surrounding Yeshua's death, burial and resurrection.  Yeshua was crucified on Nisan 14 (a Thursday), exactly when the Passover Lambs were being offered at the Temple, and He rose from the dead three days and nights later, on the night of Nisan 17 (i.e., before sunrise on Sunday):

Nisan 14 evening - Yeshua's early Seder (Wed. night)
Nisan 14 daytime - "Preparation day" (Luke 23:54; Mark 15:42) for Passover. Yeshua died Thursday afternoon at the same time that the korban Pesach (Passover Lamb) was sacrificed at the Temple and was buried before sundown.
    
Nisan 15 evening - The High Sabbath of Passover begins (the actual Seder night)
Nisan 15 daytime - The High Sabbath of Passover (Friday before sundown)
    
Nisan 16 evening - The Weekly Sabbath begins (Friday after sundown)
Nisan 16 daytime - Weekly Sabbath, waving of the omer (Saturday)
    
Nisan 17 evening - Yeshua was resurrected some time before sunrise on Sunday.
Nisan 17 daytime - Women bring spices to the tomb early in the morning. Disciples encounter risen Messiah.
     
To understand this reckoning, you must remember that a Jewish day starts at sundown and ends at twilight the following day. If Yeshua was on the cross on Nisan 14 (during the time of sacrifice of korban Pesach at the Temple) and was raised after three days and nights, we then would have the following:

How to Read this Chart

First it is vital to understand that the Jewish day begins at sundown and ends at twilight the following day... The chart above therefore indicates the following chronology:

Yeshua was crucified and buried on Nisan 14, a Thursday afternoon (i.e., 1/2 day). This was also the "Preparation Day" for the Sabbath of Passover that would begin after sundown that same day.
    
He was in the tomb Nisan 15 (from sundown until twilight Fri. = 1 day)  and
    
He was in the tomb Nisan 16 (from sundown until twilight Sat. = 1 day)  and
    
He was also in the tomb on Nisan 17 (i.e., after sundown Sat. = 1/2 day)  BUT

He later rose from the dead that day Nisan 17 (i.e., before sunrise Sun. morning)
     

If you add these up you will get 1/2 + 1 + 1 + 1/2 = 3 days and nights (Matt. 12:40). He therefore was crucified on Thursday, Nisan 14 (before sundown) and was resurrected on Sunday, Nisan 17 (before sunrise) on the third day (Luke 24:45-46). The disciples then encountered the risen Lord on Nisan 17, a Sunday morning (Matt. 28:1-10).

It is also important to understand that there are more Sabbaths in the Jewish year than there are "seventh days" on the Jewish calendar. For instance, Passover and the other holidays are regarded as Sabbaths, and therefore in Mark's gospel the women are said to have come to the tomb after the Sabbaths (i.e., σαββάτων, a plural noun) which indicates that both Passover (Nisan 15) and the following day (i.e., Nisan 16, the seventh day of the week) were regarded as Sabbath days (see the Greek text for Mark 16:2).


2.) 
Dengan melakukan penghitungan Omer versi FARISI ini, maka penghitungan Omer selama 49 hari, dan hari ke-50 akan selalu tetap tidak berubah setiap tahunnya pada tanggal 6 Sivan - 7 Sivan.

Hari Raya SHAVUOT versi FARISI selalu tetap setiap tahunnya pada tanggal 6 Sivan - 7 Sivan.

Sedangkan, Hari Raya SHAVUOT versi SADUKI selalu berubah-ubah setiap tahunnya, tidak memiliki tanggal yang tetap, tetapi selalu tetap jatuh pada "hari MINGGU" setiap tahunnya.

Sama seperti di "main stream ke-Kristen-an" yang bersumber dari agama Kerajaan Rowawi, "Sun-worship Day", yaitu "Sun-Day", yaitu "Venerable Day of the Sun".

3.) 
Fakta membuktikan bahwa di Tanah Israel, baik kaum Rabbinikal Judaisme (yaitu kaum Orthodox, kaum Conservative, kaum Reform dan lain-lain) maupun kaum Mesianik Judaisme, mereka melakukan penghitungan Omer versi FARISI.

4.) 
Karena jadwal pembacaan Haftarah pada saat SHAVUOT adalah dari Kitab Ruth, maka bagi non-Yahudi yang memeluk Mesianik Judaisme, hal ini akan sesuai dengan Ruth 1:16.

Rut 1:16
Tetapi kata Ruth: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Elohim-mulah Elohim-ku;

Non-Yahudi Mesianik Judaisme sudah dicangkokkan kepada bangsa Israel melalui Mesias Israel, Yeshua. Karena itu sudah layaknya kita non Yahudi Mesianik Judaisme merayakan hari raya yang sama dengan yang dirayakan oleh rekan-rekan kita bangsa Israel di Tanah Israel.

Kalau masih melakukan penghitungan Omer yang berbeda dengan yang dilakukan rekan-rekan kita di Tanah Israel, kalau masih merayakan Hari Raya SHAVUOT yang berbeda dengan yang dilakukan rekan-rekan kita di Tanah Israel, maka apa artinya DICANGKOKKAN? 

Apa artinya mengumandangkan perkataan Ruth: bangsamulah bangsaku dan Elohim-mulah Elohim-ku?

5.) 
Konsekuensi melakukan penghitungan Omer versi FARISI, maka berarti kita SESUAI dan KONSISTEN dengan perkataan Yeshua di Matius 5:20; Matius 23:2-3.

Mat 5:20
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang FARISI, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Mat 23:2-3
"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang FARISI telah menduduki kursi Musa. Sebab itu TURUTILAH dan LAKUKANLAH SEGALA SESUATU YANG MEREKA AJARKAN kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

6.) 
Dengan melakukan penghitungan Omer versi FARISI, maka berarti kita SESUAI dan KONSISTEN dengan perkataan Rabbi Shaul, seorang Rabbi FARISI tulen, di 1 Korintus 11:1.

1 Kor 11:1
JADILAH PENGIKUTKU (*HALAKHAH FARISI*), sama seperti aku juga menjadi pengikut Mashiach.

7). 
Dengan melakukan penghitungan Omer versi FARISI, maka kita akan mendapatkan puncak/klimaks Hari Raya SHAVUOT seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel sekarang ini. 

Sebuah bangsa yang sudah dibangkitkan kembali oleh Ha'Shem melalui mujizat setelah 2000 tahun, yang kepadanya Ha'Shem sekarang berkenan.

Baruch Ha'Shem.


KESIMPULAN
===========
Keputusan akhir berada di tangan masing-masing. Anda mau berdiri di mana, itu pilihan masing-masing.

Tetapi saya, keluarga dan umat Mesianik Judaisme yang lain hendak mengatakan bahwa:

1.) 
Kami akan seperti Kaleb, Rahab, Ruth, Kornelius, dengan merayakan Hari Raya SHAVUOT yang SAMA dengan yang dilakukan oleh bangsa Israel sekarang ini, yaitu berdasarkan versi FARISI.

2.) 
Kami akan melakukan penghitungan Omer yang SAMA dengan yang dilakukan oleh Israel sekarang ini, yaitu berdasarkan versi FARISI.

3.) 
Kami dengan IMAN mengatakan hal yang sama seperti Ruth:

"... עַמֵּ֣ךְ עַמִּ֔י וֵאלֹהַ֖יִךְ אֱלֹהָֽי."
"...a.mech a.mi ve.lo.ha.yich e.lo.hai."
"...bangsa-mu-lah bangsa-ku dan Elohim-mu-lah Elohim-ku."


4.) 
Kami dengan IMAN meng-AMIN-kan:

1 Kor 11:1
JADILAH PENGIKUTKU (*HALAKHAH FARISI*), sama seperti aku juga menjadi pengikut Mashiach.

5.) 
Kami dengan IMAN meng-AMIN-kan:

Mat 5:20
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang FARISI, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Mat 23:2-3
"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang FARISI telah menduduki kursi Musa. Sebab itu TURUTILAH dan LAKUKANLAH SEGALA SESUATU YANG MEREKA AJARKAN kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

6.) 
Kami dengan IMAN akan bersikap seperti Yoshua:

Yos 24:15
Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada ADONAI, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ilah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau ilah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada ADONAI!"

7.) 
Karena Yeshua adalah Rabbi FARISI, demikian juga Ha'Shem memilih Rabbi Shaul, seorang Rabbi FARISI untuk diutus kepada Gentiles (non-Yahudi), untuk mengabarkan Besorah (Kabar Baik) yang berdasarkan HALAKHAH FARISI, maka demikian juga kami akan berusaha KONSISTEN dengan HALAKHAH FARISI, SETIA dengan native Yahudi asli Mesianik Judaisme di Tanah Israel, dan tidak comot sana comot sini, misalnya:

PESACH mengikuti HALAKHAH ESENI
PENGHITUNGAN OMER mengikuti HALAKAH SADUKI
SHAVUOT mengikuti HALAKHAH SADUKI

Tetapi ironisnya mengakui bahwa Yeshua adalah Rabbi FARISI.

Marilah tetap kita KONSISTEN dan SETIA, seperti para talmidim pada saat itu tetap KONSISTEN dan SETIA (Rabbi Shaul).

PENGHITUNGAN OMER yang benar, akan membawa orang yang menghitung kepada Hari Raya SHAVUOT yang benar juga.