Popular Posts

Showing posts with label blessisrael. Show all posts
Showing posts with label blessisrael. Show all posts

Friday, June 29, 2012

ISRAEL DAN GEREJA

ISRAEL DAN GEREJA
------------------------------






 















Memahami beberapa TEOLOGI
------------------------------------------

Ketika mempelajari agama Yahudi (akar dari ke-Kristen-an), seringkali muncul pertanyaan-pertanyaan tertentu mengenai asalnya "ISRAEL", asalnya "GEREJA", dan bagaimana hubungan antara mereka.

Apakah orang Kristen menjadi "Yahudi" karena hubungan mereka dengan Yesus? Apakah "GEREJA" menggantikan orang-orang Yahudi dalam rencana Elohim sebagai "ISRAEL YANG BARU"?

Sebenarnya bagaimana kita seharusnya memahami hubungan antara ISRAEL dan GEREJA?

Secara umum, sebenarnya ada 3 sistem TEOLOGI di dalam ke-Kristen-an yang menjelaskan hubungan antara "ISRAEL" dengan "GEREJA", yaitu :

1.
REPLACEMENT THEOLOGY (TEOLOGI PENGGANTIAN).
GEREJA menggantikan ISRAEL sebagai umat pilihan Elohim.
  
2.
SEPARATION THEOLOGY (TEOLOGI PEMISAHAN).
GEREJA dan ISRAEL adalah kelompok yang berbeda. Dan Elohim mempunyai rencana terhadap keduanya yang berbeda dan terpisah.

3.
REMNANT THEOLOGY (TEOLOGI YANG TERSISA).
GEREJA dicangkokkan kepada ISRAEL yang tersisa saat ini dan menjadi satu dengan ISRAEL bersama-sama menyembah Elohim di dalam Mesias ISRAEL.   

Manakah TEOLOGI yang benar dan sesuai dengan rencana Elohim?

Sebagaimana yang akan kita lihat, masing-masing sistem ini mengarah kepada kesimpulan yang berbeda secara radikal, tetapi sebelum kita menjelajah lebih detail, kita perlu mendefinisikan dulu apakah definisi "ISRAEL" dan apakah definisi "GEREJA".

DEFINISI ISRAEL
------------------------

Di dalam kitab Taurat (kelima kitab Musa pada Alkitab), ISRAEL merujuk pada suatu nama baru yang diberikan ADONAI kepada Yakub, yang mana Yakub adalah anak Ishak, cucu Abraham, dan bapak dari ke-12 suku ISRAEL (Kejadian 32:28). ISRAEL mengacu pada keturunan Yakub yang masuk ke Mesir (akibat dari Yusuf yang dibuang oleh saudaranya) (Kejadian 37:12 - 36 & Kejadian 41:37 - 57 & Kejadian 46), dan di bawah naungan Yusuf kemudian berkembang menjadi bangsa yang besar pada masa Firaun (Keluaran 1:7).

Selama zaman Musa orang-orang yang berasal dari keturunan Yakub ini secara kolektif disebut "Anak-Cucu Yakub" atau "keturunan ISRAEL". Kelompok orang-orang inilah yang dipimpin Musa keluar dari Mesir pada saat יציאת מצרים atau Yetziat Mitzraim / Keluar dari Mesir (Keluaran 3:6 - 10) serta menjadikan mereka bangsa pilihan ADONAI / umat ADONAI (Keluaran 6:5 - 7) melalui ketetapan di Sinai dan persyaratannya (Keluaran 19:3 - 6).

Kemudian kelompok orang-orang yang sama inilah berhasil merebut tanah yang sudah dijanjikan kepada Abraham oleh Elohim, yaitu Tanah Perjanjian (Kejadian 15:18 - 21 & Kejadian 17:2 - 8) di bawah kepemimpinan Yosua (Yosua 1). Yosua memimpin kepada kemenangan untuk bangsa ISRAEL di tanah Kanaan (Yosua 23:1 - 6).

Bangsa yang baru ini memiliki tanah air dan menerapkan sistem pemerintahan teokrasi dengan המשכן atau HaMishkan (Kemah Suci / Tabernakel) sebagai pusat ibadah (Keluaran 25 & Keluaran 26). Setelah Yosua mati bangsa Israel murtad (Hakim-Hakim 2:6 - 23), berbagai שופטים atau Shofetim (Hakim) muncul, pertempuran melawan orang Filistin dan Kanaan terjadi.

Kemudian orang Israel menghendaki seorang raja (1 Samuel 8) dan Samuel mengurapi Saul sebagai raja pertama Israel (1 Samuel 9). Kemudian Daud menggantikan Saul sebagai raja (1 Samuel 16 & 2 Samuel 5). Daud-lah yang bercita-cita membangun בית המקדש atau Beit HaMikdash (Bait Suci) untuk menghormati ADONAI, Elohim Israel, ADONAI membuat perjanjian dengan Daud bahwa salah seorang keturunannya akan memerintah atas ISRAEL untuk selama-lamanya (2 Samuel 7). Daud meninggal, namun, tanpa membangun Bait Elohim, sehingga anaknya Salomo naik takhta dan menyelesaikan proyek pembangunan Bait Suci (1 Raja-Raja 5).

Salomo, raja ISRAEL jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala. Setelah Salomo mati kerajaan ISRAEL terpecah menjadi 2 kerajaan (1 Raja-Raja 12).

Kerajaan Selatan disebut Kerajaan YEHUDA (termasuk kota Yerusalem dan Bait Elohim), terdiri dari 2 suku. Kerajaan Utara disebut Kerajaan ISRAEL, terdiri dari 10 suku. Dua kerajaan ini sering bertengkar satu sama lain sampai Kerajaan Asyur / Assyria menaklukkan Kerajaan Utara / Kerajaan ISRAEL (2 Raja-Raja 17) pada tahun 722 SM.

10 dari 12 suku Israel dipaksa keluar dari Kanaan oleh Kerajaan Asyur / Assyria (Diaspora Pertama terjadi) selain itu raja Asyur juga membawa orang asing (orang-orang Samaria) untuk menduduki dan mendiami tanah Kanaan menggantikan orang ISRAEL (2 Raja-Raja 17:24 - 41). Setelah Kerajaan Utara runtuh, kini hanya tinggal Kerajaan YEHUDA / Kerajaan Selatan.

Kerajaan Asyur hancur dikalahkan oleh Kerajaan Babel, kemudian Kerajaan Babel di bawah pemerintahan raja Nebukadnezar menyerang Kerajaan Selatan / Kerajaan YEHUDA, Babel membakar Bait Suci, rumah raja, dan semua rumah di Yerusalem serta mengangkut Yehuda ke pembuangan di Babel (2 Raja-Raja 25:8 - 12) pada tahun 586 SM (Diaspora Kedua terjadi).

Setelah kematian raja Nebukadnezar, Kerajaan Babel ditaklukkan oleh  raja Koresy dari Kerajaan Media - Persia. ADONAI menggerakkan hati Koresy untuk mengizinkan orang-orang Yahudi pulang / ALIYAH ke Yerusalem yang terletak di Yehuda (Ezra 1). Hanya mereka yang berasal dari Kerajaan Selatan / Kerajaan YEHUDA yang ber-ALIYAH. Sedangkan yang berasal dari Kerajaan Utara / Kerajaan ISRAEL, tidak pernah ber-ALIYAH, melainkan mereka berbaur dengan bangsa-bangsa.

Kemudian orang-orang Yahudi yang pulang / ber-ALIYAH mulai membangun dan mentahbiskan kembali Bait Elohim yang telah dihancurkan oleh Babel (Ezra 6:13 - 22).

Catatan :

Bait Elohim dihancurkan oleh Babel sekitar tahun 586 SM (2 Raja-Raja 25).
   
Bait Elohim dibangun kembali sekitar tahun 536 SM pada zaman raja Persia Koresy (Ezra 1 - Ezra 3).

Pembangunan sempat terhambat namun Bait Elohim dapat selesai pada zaman raja Persia Darius I sekitar 516 SM (Ezra 4 - Ezra 6)
   
Tahun 586 SM - 516 SM = 70 tahun (genap sudah janji ADONAI seperti yang diucapkan oleh nabi Yeremia di Yeremia 29 : 10 bandingkan dengan Ezra 1 : 1
   
Setelah Kerajaan Media - Persia hancur, kemudian Kerajaan Yunani mulai melebarkan sayap kekuasaannya. Di bawah pimpinan "Alexander the Great" pasukan Yunani mengalahkan pasukan Persia yang dipimpin oleh raja Darius III di Macedonia (333 SM) dan akhirnya menaklukkan tanah Kanaan, selanjutnya seorang penguasa Yunani bernama Antiochus Epiphanes memerintah Syria / Suriah (dari sekitar 175 SM hingga sekitar 164 SM). Antiochus juga memerintah atas tanah Kanaan dan mencoba untuk menghancurkan agama Yahudi dengan cara mencemarkan Bait Elohim dan membakar salinan Taurat. Hal ini menyebabkan pemberontakan Makabe yang membuka jalan bagi kemerdekaan Yahudi di Yerusalem dan daerah sekitarnya. Kemenangan ini diperingati sebagai חנוכה atau Chanukah.

Ketika Kerajaan Yunani mulai melemah, Kerajaan Romawi menyerang Syria (di bawah kepemimpinan Pompey) dan Yerusalem jatuh di bawah kekuasaan Kerajaan Romawi. Kemudian Yesus dilahirkan dan melakukan pelayanan-Nya di ISRAEL. Beberapa tahun setelah Yesus disalibkan, tentara Romawi (di bawah pimpinan Jendral Titus) menghancurkan Yerusalem dan Bait Suci pada tahun 70 M, sehingga genap sudah seperti yang dinubuatkan Yesus (Matius 24:1 - 2).

Kemudian pada tahun 135 M, Kerajaan Romawi di bawah pimpinan kaisar Hadrianus menekan pemberontakkan Bar Kokhba, menghancurkan seluruh Yerusalem, dan mengirim semua orang Yahudi ke pengasingan (Diaspora ke tiga terjadi). Dalam upaya untuk mengakhiri semua harapan orang Yahudi untuk sebuah negara merdeka, Hadrianus mengganti nama tanah Kanaan menjadi JUDEA.

JUDEA biasa disebut dalam bahasa Ibrani : יהודה / YEHUDAH ; dalam bahasa Yunani : Ιουδαία / IOUDAIA; dalam bahasa Latin : JUDAEA, pada zaman kaisar Hadrianus dari Kerajaan Romawi, nama JUDEA diganti nama menjadi PALESTINE atau dalam bahasa Indonesia PALESTINA.

Nama PALESTINA diambil dari musuh bersejarah ISRAEL yaitu FILISTIN. Ini adalah awal גלות atau Galut (Diaspora Yahudi besar-besaran).

Pada akhir 1800-an gerakan Zionis dimulai di Eropa. Theodor Herzl, seorang wartawan dari Austria menulis buku yang berjudul der Judenstaat (Negara Yahudi) yang menyerukan pembentukan sebuah negara Yahudi sebagai solusi untuk Diaspora. Herzl juga menyelenggarakan Kongres Zionis Dunia pertama, menyatukan beragam kelompok Zionis menjadi gerakan di seluruh dunia.

Selama Perang Dunia I, pasukan Inggris mengalahkan Turki (Dinasti Turki Usmani) dan berkuasa atas daerah yang disebut "PALESTINA". Berdasarkan Deklarasi Balfour, orang-orang Yahudi diizinkan untuk kembali menempati tanah leluhur mereka. Kemudian, Hitler menjadi teror di Jerman dalam peristiwa Holocaust - pembunuhan secara sistematis yang dilakukan oleh Nazi terhadap 6 juta orang Yahudi - menyebabkan dukungan seluruh dunia kepada orang-orang Yahudi untuk membangun kembali negara ISRAEL sebagai tanah air permanen. Setelah imigrasi lebih lanjut ke Palestina, pada 14 Mei 1948, orang-orang Yahudi menyatakan kemerdekaan bagi negara demokratis ISRAEL (Medinat Yisrael), sungguh sebuah keajaiban modern yang mengungkapkan penjagaan Elohim bagi orang-orang Yahudi selama ribuan tahun. Kelahiran kembali bangsa ISRAEL berarti bahwa setelah hampir 2.900 tahun (sejak zaman Raja Salomo) negara Israel telah kembali merdeka dan bersatu (Ulangan 30:2 - 5 & Mazmur 147:2 & Yehezkiel 11:17 & Yehezkiel 28:25 & Yehezkiel 34:13 & Yehezkiel 37:21). Namun beberapa jam setelah ISRAEL mendeklarasikan kemerdekaannya, negara-negara Arab seperti Mesir, Jordan, Arab Saudi, Irak, Yaman, Suriah dan Libanon sekitarnya melancarkan invasi ke ISRAEL. ISRAEL-pun berperang dan menang. ISRAEL berhasil mempertahankan tanah air mereka dan mencaplok beberapa tanah Arab disekitarnya.

Tahun 1956 terjadi perang yang dikenal sebagai Krisis Suez  terjadi antara ISRAEL dengan Mesir. Kembali ISRAEL menang.

Tahun 1967 terjadi perang yang dikenal sebagai Perang 6 Hari antara Israel dan negara-negara Arab seperti Mesir, Suriah, Jordan, Irak, Arab Saudi dan kembali ISRAEL menang. ISRAEL berhasil merebut kendali atas Yerusalem, Jalur Gaza, Semenanjung Sinai, Tepi Barat, dan Dataran Tinggi Golan secara keseluruhan, wilayah ISRAEL bertambah tiga kali lipat, termasuk sekitar satu juta orang Arab yang masuk ke dalam kontrol Israel di wilayah yang baru didapat (banyak dari penduduk wilayah-wilayah tersebut mengungsi ke luar ISRAEL). Batas ISRAEL bertambah paling sedikit 300 km ke selatan, 60 km ke timur, dan 20 km ke utara (Mikha 7 : 11). Selama beberapa tahun terakhir, Intifadah dan kebangkitan Islam serta beberapa organisasi teroris bermotif religius yang ingin menyingkirkan ISRAEL dari muka bumi seperti Hamas & Hizbullah dengan cara melakukkan aksi-aksi bom bunuh diri & menembakkan roket-roket ke wilayah ISRAEL kembali mengancam bangsa ISRAEL, meskipun dikeroyok dan dimusuhi oleh banyak negara-negara Arab, ISRAEL sendiri mengaku tidak pernah takut kepada mereka sebab ADONAI-lah yang selama ini telah menjaga ISRAEL agar tetap eksis dan tidak punah (Mazmur 121 & Maleakhi 3:6).

DEFINISI GEREJA
-------------------------

Kata "GEREJA" tidak pernah muncul dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia (baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru). Kata "GEREJA" hanya muncul dalam Alkitab terjemahan bahasa Inggris dengan kata "CHURCH".

Dalam terjemahan bahasa Yunani Perjanjian Lama (sering disebut juga SEPTUAGINTA atau LXX) menggunakan kata ἐκκλησία / EKKLESIA yang terdiri dari kata EK dan KALEO (EK = KELUAR; KALEO = PANGGIL). Sehingga EKKLESIA = DIPANGGIL KELUAR.

Dalam bahasa Ibrani menggunakan kata קהל / QAHAL dan kata עדה / EDAH (keduanya memiliki arti JEMAAH / JEMAAT).

SEPTUAGINTA atau LXX menggunakan kata συναγωγή / SUNAGOGE, yang artinya JEMAAH / JEMAAT. Dan untuk kata Ibrani עדה / EDAH selalu diterjemahkan sebagai PERTEMUAN.

Ibrani / Tanakh        Yunani / LXX                        Indonesia
קהל / QAHAL           έκκλησία / EKKLESIA          GEREJA
עדה / EDAH             συναγωγή / SUNAGOGE    JEMAAH / PERTEMUAN

Dalam pengertian Perjanjian Baru kata EKKLESIA selalu mengacu pada kelompok orang-orang "YANG DIPANGGIL KELUAR" untuk percaya kepada Yeshua Mesias / Yesus Kristus sebagai Juruselamat.

Secara khusus, EKKLESIA ini hanya terdiri dari orang-orang yang mengakui iman mereka bahwa Yeshua / Yesus tidak lain adalah Mesias, yang mati sebagai korban untuk menebus berdosa dosa-dosa mereka, dikuburkan, dibangkitkan oleh Elohim dari kematian dan naik ke sorga.

Kalau dipahami secara historis, EKKLESIA yang disebutkan dalam Perjanjian Baru ini ternyata didirikan oleh seorang Yahudi yang taat Taurat yaitu Yeshua / Yesus (Galatia 4:4 - 5 & Roma 15:8).

Pengikut pertama Yeshua / Yesus pada dasarnya banyak yang berasal dari orang Yahudi, baik rasul maupun penulis Perjanjian Baru. Maka dari itu GEREJA yang lahir di Yerusalem berasal dari kalangan orang Yahudi.

Khotbah Petrus pada hari שבועות (yakni SHAVU'OT atau PENTAKOSTA atau HARI RAYA 7 MINGGU) banyak sekali mengutip dari Kitab Para Nabi dan Daud. Bahwa 3.000 orang yang diselamatkan pada hari itu adalah orang Yahudi (Kisah Para Rasul 2:14 - 47).

Cara hidup jemaat yang pertama ini sering berkumpul secara teratur di dalam בית המקדש atau Bait Elohim (Kisah Para Rasul 2:46). Perhatikan pula bahwa rasul Petrus dan Yohanes tercatat pergi ke Bait Elohim untuk sembahyang pada siang hari (yakni מנחה / Mincha) (Kisah Para Rasul 3:1).

Pelayanan para Rasul masih berlanjut secara eksklusif di antara orang-orang Yahudi, di antaranya "ribuan orang yang PERCAYA kepada Yeshua sebagai Mesias dan RAJIN MEMELIHARA Taurat" (Kisah Para Rasul 21:20).

Bahkan setelah mereka dipenjarakan, tetapi secara ajaib lolos, seorang malaikat mengatakan kepada mereka untuk "Pergilah, berdirilah di Bait Elohim dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak." (Kisah Para Rasul 5:17 - 21). Ketika Stefanus dipanggil oleh Imam Besar dan dewan, dia memberi pembelaan yang benar-benar Yahudi, yang meliputi seluruh sejarah Israel sebelum ia mati syahid (Kisah Para Rasul 7).

Catatan :

Orang Yahudi berdoa 3 kali dalam sehari secara rutin (Daniel 6 : 11)
  
שחרית atau Shacharit (Morning Prayers)
מנחה atau Mincha (Afternoon Prayers)
מעריב atau Ma'Ariv (Evening Prayers)
   
Mazmur Daud berkata : Mazmur 55 : 17 - 18.

Bahkan ketika Petrus berkunjung ke rumah Kornelius, seorang perwira pasukan Italia yang takut akan ADONAI (Kisah Para Rasul 10), Petrus sempat mengalami krisis hati nurani, dalam visinya ia mengatakan bahwa ia tidak akan makan dari binatang yang diperlihatkan kepadanya (makanan non-kosher), dan kedua, ia ragu untuk memasuki rumah seorang non-Yahudi (Kisah Para Rasul 10:28). Ini menunjukkan, bahwa Petrus adalah orang Yahudi yang taat kepada Taurat.

Demikian juga Rasul Paulus adalah seorang Yahudi yang taat kepada Taurat. Ia dilahirkan di Tarsus, namun dibesarkan di Yerusalem dan belajar di bawah Rabi yang terkenal Gamaliel (Kisah Para Rasul 22:3). Apakah Paulus yang Yahudi ini menolak gaya hidup Yahudi yang taat kepada Taurat setelah pertobatannya di perjalanannya ke Damsyik (Kisah Para Rasul 9) ?

Kita lihat beberapa bukti yang dapat menunjukkan orang seperti apa Paulus selama pelayanan-nya :

1.
Paulus mengidentifikasi dirinya sebagai seorang Yahudi tulen, dari suku Benyamin, seorang Farisi. Dalam Kisah Para Rasul 23:6 ia mengaku, "Aku adalah seorang Farisi." Dia bahkan menyatakan bahwa mengenai pelaksanaan hukum Taurat dia "tidak bersalah", dan menunjukkan bahwa dia mentaati gaya hidup orang Yahudi (Filipi 3:5 - 6). Paulus bersaksi bahwa ia memelihara hukum Taurat sepanjang hidupnya (Kisah Para Rasul 25:7 - 8, lihat juga Kisah Para Rasul 28 : 17).
   
2.
Paulus adalah orang yang menyuruh Timotius untuk sunat, Timotius adalah seorang Yunani blasteran Yahudi. Timotius disunat sebelum dibawa oleh Paulus pada sebuah perjalanan untuk membantu pelayanan di antara orang Yahudi (Kisah Para Rasul 16:1 - 3).
   
3.
Paulus sering menghadiri ibadah di rumah ibadat orang Yahudi. "Dia datang ke Tesalonika, di mana ada sebuah rumah ibadat orang Yahudi. Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci." (Kisah Para Rasul 17:1 - 3).
   
4.
Paulus mengambil NAZAR (Kisah Para Rasul 18:18; Bilangan 6:2 - 6, 13 - 18).
   
5.
Setelah meninggalkan Filipi (Kisah Para Rasul 20:6) ia berlayar di sepanjang pantai Asia Kecil, berhenti di beberapa tempat di sepanjang jalan, tapi melewatkan Efesus karena ia ingin berada di Yerusalem untuk Perayaan SHAVU'OT atau PENTAKOSTA (Kisah Para Rasul 20:16).
   
6.
Paulus tidak setuju dengan gaya hidup / kelakuan Petrus (Galatia 2:11 - 14) tentang persyaratan orang kafir / tidak bersunat untuk masuk agama Yahudi.

Jadi, pada saat itu agama Kristen masih merupakan sebuah sekte kecil dari Yudaisme. Dan ke-Kristen-an dikenal sebagai MESIANIK YUDAISME.

Keretakan antara para pengikut MESIANIK YUDAISME dan YUDAISME RABINIK mulai terlihat pada perang Yahudi-Romawi, yakni Pemberontakan Bar Kokhba (132-135 M). Rabi Yahudi yang bernama Akiva meyakinkan pihak Sanhedrin untuk mendukung pemberontakan dan benar-benar menganggap pemimpin pemberontakan (Simon Bar Kokhba) sebagai Mesias Yahudi.

Sedangkan Yahudi pengikut Yesus atau MESIANIK YUDAISME tidak setuju karena mereka meyakini bahwa Yesus-lah Mesias sejati. Disinilah pemisahan antara YUDAISME RABINIK dan MESIANIK YUDAISME mulai terjadi.

Bersamaan dengan penolakan terhadap EKKLESIA Yeshua oleh para pemimpin etnis ISRAEL, justru malah semakin banyak bangsa-bangsa lain menjadi beriman dan datang kepada Yeshua, dan akar ke-Yahudi-an Yeshua mulai dilupakan.

"Kelupaan" ini malah diperparah oleh berbagai macam orang-orang Kristen dari bangsa-bangsa lain yang bukan berasal dari בן יעקב bani Yakub (ISRAEL) yang dipengaruhi oleh filsafat Yunani diawal-awal abad dan menganjurkan untuk memutuskan EKKLESIA dari akar sejarah Yahudi. Kemudian EKKLESIA non Yahudi ini berupaya untuk menonjol sebagai identitas yang berbeda dari ISRAEL, dengan misi dan tujuan sendiri.

Itulah mengapa sekarang ini GEREJA begitu sangat berbeda dan menjadi anti-Yahudi.

Meskipun demikian EKKLESIA / GEREJA non-Yahudi ini masih mempunyai hutang mengenai asal-usul GEREJA kepada EKKLESIA Yahudi pengikut Yeshua yakni MESIANIK YUDAISME.

REPLACEMENT THEOLOGY (TEOLOGI PENGGANTIAN)
------------------------------------------------------------------------------

Photobucket

Teologi ini mengajarkan bahwa GEREJA dan ISRAEL sebenarnya merujuk pada kelompok orang yang sama. Karena ISRAEL menolak Yesus sebagai Mesias, maka GEREJA sekarang menerima semua perjanjian berkat dan janji-janji Elohim. Ini adalah "mindset" kebanyakan teolog Kristen pada hari ini.

Replacement Theology mengklaim bahwa GEREJA adalah "baru dan lebih daripada" ISRAEL, lebih baik daripada yang lebih tua yang dinyatakan di dalam Perjanjian Lama. Pada zaman dahulu GEREJA / EKKLESIA memang ditujukan kepada bangsa ISRAEL, tetapi setelah kasih Yesus itu ditolak oleh orang Yahudi, maka Elohim memindahkan seluruh perjanjian-perjanjian dan janji-janji-Nya dari ISRAEL untuk GEREJA. Bahwa "Perjanjian Baru" yang diberikan kepada ISRAEL (Yeremia 31:31 - 37) telah digenapi melalui GEREJA Kristen. Pandangan ini disebut "Replacement Theology" karena GEREJA Kristen sekarang telah menggantikan bangsa ISRAEL sebagai EKKLESIA sejati Elohim.

"Sebab tidak semua orang yang berasal dari ISRAEL adalah orang ISRAEL" (Roma 9:6). Karena ketidaktaatan ISRAEL (yaitu, penolakan terhadap "Perjanjian Baru" dan Yesus), ISRAEL tidak lagi menjadi "bangsa terpilih" dengan status khusus atau masa depan.

Seperti Martin Luther mengatakan, karena orang-orang Yahudi menolak Kristus, satu-satunya yang tersisa untuk mereka adalah kutukan yang ditemukan dalam Alkitab, tapi tidak ada berkat. Oleh karena itu semua janji tentang ISRAEL yang dikumpulkan lagi (Yehezkiel 28:25), dipulihkan, dan dibebaskan dari musuh-musuhnya di Kerajaan yang mendatang akan dipindahkan ke GEREJA. Dan karena Yesus sekarang memerintah dari tahta Daud, misi GEREJA adalah untuk mengantarkan Kerajaan Elohim di bumi dengan cara penyebaran Injil di seluruh dunia. Pada akhir zaman, Yesus akan kembali untuk memisahkan "domba dari kambing" (Matius 25:32 - 33) dan Kerajaan kekal Elohim akan bertahan selamanya.

Harap dicatat bahwa salah satu konsekuensi dari pandangan ini adalah bahwa GEREJA pada dasarnya bukan baru, karena sudah ada sebelum zaman Yesus sebagai kumpulan dari orang-orang kudus yang percaya kepada Elohim ISRAEL untuk keselamatan mereka (yaitu, sisa yang setia). Sejak itulah GEREJA sebenarnya adalah semacam "reformasi" atau "pembaruan" dari ISRAEL, atau mungkin akan lebih cocok untuk menganggap pandangan ini sebagai "PEMBAHARUAN TEOLOGI" karena mengacu bahwa GEREJA adalah bentuk pembaruan dari ISRAEL yang setia. Intinya adalah membawa kita pada kesimpulan bahwa ISRAEL harus "kembali dicangkokkan" ke dalam pohon zaitun dari GEREJA, bukan pemahaman yang sebaliknya bahwa GEREJA non-Yahudi yang terdiri dari "tunas zaitun liar" dicangkokkan ke perjanjian yang diberikan kepada ISRAEL (Roma 11:17 - 23; Efesus 2:12).

KESALAHAN PADA REPLACEMENT THEOLOGY
-------------------------------------------------------------------

Dalam Replacement Theology "ISRAEL" mengacu kepada semua orang yang mentaati Perjanjian Baru dari Yesus, yang dengan demikian disebut "anak-anak Abraham yang sejati" dan ahli waris menurut janji (Galatia 3:29) . Dalam istilah rohani, GEREJA sekarang adalah "ISRAEL milik Elohim" (Galatia 6:16) yang terdiri dari orang-orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain dengan cara dilahirkan kembali oleh iman mereka kepada Yesus (Matius 3:9, Lukas 3:8, Galatia 3:6, 9). Bangsa ISRAEL sebenarnya hanyalah "benih" dari GEREJA masa depan, yang pada akhirnya akan mengembalikan seluruh bumi di bawah Kerajaan Elohim yang akan datang (Maleakhi 1:11, Roma 4:13). GEREJA sekarang adalah wakil Elohim di bumi (Galatia 3:29). Yesus sendiri mengajarkan bahwa orang-orang Yahudi akan kehilangan hak istimewa rohani mereka dan digantikan oleh "orang lain" (Matius 21:43). Kehadiran GEREJA pada hari SHAVU'OT / PENTAKOSTA, menandakan bahwa urusan Elohim dengan bangsa ISRAEL "selesai", dan hari ini, seorang "Yahudi sejati" adalah seseorang yang dilahirkan dari Roh, apakah dia secara fisik lahir dari bangsa Yahudi atau tidak (Roma 2:28 - 29). Semua janji yang dibuat kepada ISRAEL dalam Perjanjian Lama sekarang telah menjadi milik GEREJA Yesus, yang sekarang (secara simbolis) memerintah di atas tahta Daud (2 Korintus 1:20).

Atau dalam bentuk yang lebih terus terang, Replacement Theology bersifat agresif dan bahkan dominion dalam pandangan, karena menganggap bahwa GEREJA telah menggantikan ISRAEL dalam arti rohani.

Replacement Theology mengajarkan : orang-orang Yahudi bukan lagi umat pilihan Elohim dan Elohim tidak memiliki rencana masa depan yang unik bagi bangsa ISRAEL.

GEREJA sekarang adalah ISRAEL ROHANI. GEREJA sekarang menjadi "biji mata Elohim" (Ulangan 32:10; Zakharia 2:8). Dengan kata lain, istilah "ISRAEL" menunjukkan hanya mereka yang Kristen, dan sebaliknya hanya orang Kristen adalah pewaris perjanjian-perjanjian dan berkat-berkat yang diberikan kepada Abraham dan keturunannya.

Singkatnya, GEREJA adalah ISRAEL ROHANI dan ISRAEL harus dipahami sebagai GEREJA. Jika ISRAEL tergantikan tentu saja Islam juga mengklaim bahwa mereka telah "menggantikan" ISRAEL sebagai umat pilihan di bumi.

Mungkin perlu dicatat di sini bahwa beberapa teologi Yahudi juga membalas "Replacement Theology" Kristen dengan mempertahankan bahwa suatu hari ISRAEL akan menang atas GEREJA (dipahami secara kolektif sebagai "bangsa-bangsa lain," "Kristen,"). Menurut eskatologi Yahudi tersebut, dalam hari-hari Mashiach TUHAN akan menetapkan Yerusalem sebagai titik sentral di dunia, dan semua orang-orang Yahudi yang tersebar secara permanen akan dikembalikan ke Tanah leluhur mereka sesuai dengan yang Tuhan janjikan. Semua literal tentang janji-janji yang diberikan kepada Abraham, Ishak, Yakub, dan dikonfirmasi oleh nabi Yahudi akan benar-benar terpenuhi. Semua musuh kuno orang Yahudi akan dikalahkan, dan ISRAEL akan memasuki Zaman Ke-emas-an damai di atas bumi (ini sering dirangkum oleh kelompok-kelompok ortodoks tertentu seperti Chabad dengan sebutan, "Moshiach !"). Selain itu "Replacement Theology" juga rawan menimbulkan sikap antisemitisme.

SEPARATION THEOLOGY (TEOLOGI PEMISAHAN)
-----------------------------------------------------------------------

Photobucket

Pilihan teologis ini mengajarkan bahwa GEREJA dan ISRAEL merujuk kepada kelompok orang yang berbeda.

GEREJA dipahami sebagai suatu ciptaan baru yang dimulai dengan munculnya רוח הקודש atau Ruach HaKodesh (Roh Kudus) selama Shavu'ot (Pentakosta), dan akan terus "berlanjut" sampai ke Sorga pada saat Pengangkatan. GEREJA tidak berada di bawah kewajiban perjanjian yang diberikan kepada bangsa ISRAEL di Sinai (yaitu, perjanjian Musa), yang mana perjanjian ini hanya diberikan kepada bangsa ISRAEL. Janji-janji yang dibuat untuk bangsa ISRAEL merupakan kewajiban ISRAEL, bukan kepada GEREJA. Kata "ISRAEL" selalu berarti ISRAEL dalam Kitab Suci, sedangkan kata "GEREJA" selalu mengacu kepada GEREJA.

Kritik terhadap SEPARATION THEOLOGY adalah bahwa perbedaan tajam antara bangsa ISRAEL dan GEREJA mengimplikasikan bahwa ada tiga kelompok abadi orang yang berbeda di bumi yaitu: orang-orang Yahudi, orang-orang kafir, dan GEREJA (yang terdiri dari orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain dan dibentuk menjadi "satu manusia baru"). Oleh karena itu, Yahudi hanya dianggap sebagai properti / status yang diawetkan selamanya.

Kritik lainnya adalah bahwa karena mengabaikan konsep sisa ISRAEL yang setia, ia cenderung mendorong GEREJA untuk mengabaikan akar Yahudi-nya. Perjanjian dan berkat yang dibuat kepada bangsa ISRAEL tidak dapat diterapkan secara langsung kepada GEREJA.

Dalam prakteknya, hal ini memiliki efek tanpa disadari meminimalkan relevansi Perjanjian Lama Kitab Suci. Selain itu Separation Theology juga berargumen bahwa umat Tuhan baik GEREJA maupun ISRAEL memiliki program keselamatan yang terpisah atau argumen ini kadang diilustrasikan oleh karikatur bahwa Gereja suatu hari akan mewarisi rumah-rumah di surga, sementara Israel akan mewarisi bumi.

Ini tidak adil untuk beberapa alasan, tapi teologi ini masih percaya bahwa bangsa ISRAEL akan suatu hari datang kepada iman yang menyelamatkan di dalam Mesias ketika ia berseru "Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!" (Matius 23:37 - 39, Lukas 13:35). Lalu nubuat dari Perjanjian Baru bangsa ISRAEL akan digenapi (Yeremia 31:31 - 37) dan "Seluruh Israel akan diselamatkan" (Roma 11:25 - 26).

REMNANT THEOLOGY (TEOLOGI YANG TERSISA)
-----------------------------------------------------------------------

Photobucket

Pilihan teologis ini mengajarkan bahwa GEREJA dan ISRAEL bersatu menjadi kesatuan "ONE NEW MAN IN MESSIAH".

Jika dalam REPLACEMENT THEOLOGY, GEREJA dikatakan menggantikan ISRAEL dan ISRAEL ditinggalkan tanpa penebusan tanpa masa depan.

Dalam SEPARATION THEOLOGY, ada perbedaan antara ISRAEL dan GEREJA, sehingga ada beberapa pertanyaan tentang bagaimana dua kelompok ini akan berinteraksi.

Dalam REMNANT THEOLOGY, GEREJA untuk menjadi bagian dari bangsa ISRAEL yang setia dan menerima Yesus Kristus sebagai Mesias yang dijanjikan. Iman dari bangsa Israel yang masih setia ini disebut Remnant (Sisa) atau "ISRAEL milik Elohim" (Galatia 6:16)

שארית ישרא (She'arit Yisra'el - Sisa dari ISRAEL)

----------------------------------------------------------------

Alkitab membuat perbedaan antara etnis Yahudi (yaitu, seorang yang lahir Yahudi) dan yang satu dianggap sebagai anggota She'arit Yisrael (Sisa ISRAEL) yang setia. Hal ini dapat dilihat sebagai berikut :

Photobucket

Seperti dapat dilihat dari diagram ini, seseorang dapat menjadi :
1. di luar hubungan dengan ISRAEL (yaitu, seorang kafir)

2. dalam etnis Israel berdasarkan kelahiran (keturunan Yahudi asli) atau

3. dalam kedua etnis ISRAEL (yaitu, keturunan Yahudi asli) dan bagian dari sisa yang setia (sebagai seorang Yahudi yang percaya kepada Elohim ISRAEL).

(Logikanya, akan ada pilihan keempat di sini yang akan dibahas di bawah). Perbedaan ini penting karena ada banyak orang yang terlalu menyederhanakan masalah ini dan membingungkan etnis ISRAEL dengan "sisa ISRAEL yang dipilih oleh kasih karunia Elohim" (Roma 11:5).

"Sisa ISRAEL" adalah seorang yang dipilih dari etnis ISRAEL yang telah setia dan dipelihara oleh TUHAN selama berabad-abad. Keberadaannya dibuktikan dalam Kitab Suci Perjanjian Lama seperti yang terlihat dalam kasus-kasus berikut :

* Ishak dipilih atas Ismail (Kejadian 17:19)

* Yakub dipilih atas Esau (Kejadian 28:13 - 15)

* Yusuf dipilih atas saudara-saudaranya yang lain (Kejadian 45:7)

* ISRAEL dipilih sebagai bangsa pilihan di Sinai dan "Sisa" ini dipelihara
setelah berdosa dengan anak lembu emas (Keluaran 32)

* Kaleb dan Yosua dipilih di antara semua orang dari generasi yang di padang gurun untuk memasuki Tanah Perjanjian (Bilangan 14:38)

* Elia diberi tahu bahwa Elohim menyediakan / mengawetkan 7.000 sisa yang masih setia selama kemurtadan nasional (1 Raja-raja 19:18)
   
* Yehezkiel diberitahu bahwa sisa akan dilestarikan dari Kerajaan Utara setelah penawanan mereka (Yehezkiel 37:19)
   
*Orang buangan yang kembali dari Babel adalah orang yang dipilih (Zakharia 8)

Hal ini dibuktikan lebih lanjut dalam Perjanjian Baru :

* Elohim memilih "Sisa ISRAEL" untuk menerima Mesias (Roma 11:5)
   
* Setelah Bait Elohim dihancurkan oleh Romawi, TUHAN masih melestarikan / memelihara "Sisa ISRAEL" yang terus sampai hari ini.
   
* Paulus berbicara tentang "Sisa ISRAEL" yang dipilih oleh anugerah Elohim (Roma 2:28 - 29; Roma 9:27; Roma 11:5) dan seorang "Manusia Baru" yang terdiri dari orang-orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain yang dicangkokkan (Efesus 2:15).

Sangat penting untuk menyadari bahwa REMNANT THEOLOGY memahami bahwa GEREJA "dicangkokkan ke dalam" atau "ditempatkan" pada sisa-sisa ISRAEL, dan bukan sebaliknya.

Photobucket

Perbedaan inilah yang penting, sebab GEREJA hanyalah cabang-cabang yang dicangkokkan ke dalam "Pohon Zaitun" / ISRAEL sementara akar (Sisa-sisa ISRAEL) adalah yang menopang GEREJA (Roma 11:18).

Sementara itu hanya beberapa saja etnis Yahudi yang termasuk bagian dari sisa yang setia, semua bangsa-bangsa lain yang diselamatkan secara rohani bisa juga disebut Yahudi / Israel (Roma 2:29; Roma 4:16; Efesus 2:12 - 19), karena memiliki hak untuk mengambil bagian dalam perjanjian berkat-berkat yang diberikan untuk sisa ISRAEL.

Tetapi sangat penting untuk memahami bahwa GEREJA adalah dicangkokkan / dimasukkan ke dalam sisa ISRAEL yang dipilih, dan bukan sebaliknya! Dengan kata lain, seorang Yahudi tidak perlu memungkiri ke-Yahudian-nya untuk menjadi anggota GEREJA.

Dengan perbedaan ini, kita dapat menyelesaikan diagram yang mengungkapkan kemungkinan logis antara etnis ISRAEL dan Chosen Remnant (Sisa yang terpilih) :

Photobucket

Seseorang bisa :

* di luar hubungan dengan ISRAEL (yaitu, seorang kafir)

* dalam etnis ISRAEL berdasarkan kelahiran (keturunan Yahudi asli)
   
* dalam kedua etnis ISRAEL (yaitu, keturunan Yahudi asli) dan bagian dari Sisa yang setia (sebagai seorang Yahudi yang percaya kepada Elohim ISRAEL) atau
   
* seorang kafir yang mengambil bagian dari berkat-berkat yang diberikan kepada sisa ISRAEL yang setia.

POHON ZAITUN DAN SISA YANG DIPILIH OLEH ANUGERAH

Pernyataan Paulus bahwa "tidak semua orang yang berasal dari ISRAEL adalah orang ISRAEL" (Roma 9:6) berarti bahwa seseorang bisa menjadi etnis keturunan ISRAEL, tetapi bukan menjadi bagian dari sisa ISRAEL yang telah dipilih oleh Tuhan untuk "Selamat di dalam Mesias".

Dalam Roma 9:1 - 31, Paulus mengungkapkan keinginan hatinya untuk melihat seluruh ISRAEL datang memahami kebenaran keselamatan seperti yang diberikan melalui Yesus, walaupun dia secara khusus menyebutkan bahwa sisa yang setia selalu ada.

Kemudian Paulus secara eksplisit menanyakan pertanyaan apakah urusan Tuhan telah "selesai" dengan etnis ISRAEL, kemudian dia sendiri menjawab :

"Maka aku bertanya: Adakah Elohim mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiripun orang ISRAEL, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin. ELohim tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya. Ataukah kamu tidak tahu, apa yang dikatakan Kitab Suci tentang Elia, waktu ia mengadukan Israel kepada Elohim : "Tuhan, nabi-nabi-Mu telah mereka bunuh, mezbah-mezbah-Mu telah mereka runtuhkan; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku." Tetapi bagaimanakah firman Elohim kepadanya? "Aku masih meninggalkan tujuh ribu orang bagi-Ku, yang tidak pernah sujud menyembah Baal." Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia". (Roma 11:1 - 5)

Paulus memberikan analogi dari Pohon Zaitun untuk menggambarkan bagaimana GEREJA dicangkokkan ke sisa-sisa ISRAEL. Cabang alami yang terputus mewakili bangsa ISRAEL yang tidak percaya, sementara "tunas zaitun liar" dicangkokkan di antara yang lain mewakili bangsa-bangsa lain yang datang kepada iman di dalam sang Mesias.

Metafora ini dengan jelas menunjukkan bahwa "tunas zaitun liar" (bangsa-bangsa lain yang percaya) ditempatkan di dalam cabang-cabang yang tersisa di pohon (Yahudi yang percaya), yakni Pohon Zaitun, dengan kata lain, gambaran perjanjian program penyelamatan Elohim berdasarkan atas kesetiaan-Nya kepada ISRAEL.

Paulus juga menyatakan bahwa pemulihan cabang yang patah masih berada dalam kekuasaan dan tujuan utama Elohim (Roma 11:23 - 24), sementara itu bangsa ISRAEL "masih mengeras" sampai semua "tunas zaitun liar" telah dicangkokkan ke Pohon Zaitun (Roma 11:25), dan kemudian "seluruh ISRAEL akan diselamatkan" (Roma 11:26).

Ternyata benar bahwa bangsa ISRAEL telah menolak Mesias yang dijanjikan kepada mereka (suatu bentuk "pengerasan ISRAEL" - Roma 11:25), Paulus menghibur dirinya dengan mencerminkan bahwa tidak semua keturunan Abraham yang secara fisik akan mewarisi perjanjian dari berkat-berkat yang TUHAN berikan. Abraham mempunyai dua anak laki-laki, yang dipilih adalah Ishak (bukan Ismail); dan Ishak juga mempunyai dua anak laki-laki, yaitu yang dipilih adalah Yakub (bukan Esau). Dengan kata lain, walaupun Ismail dan Esau adalah keturunan fisik Abraham, mereka tidak terpilih untuk menjadi pewaris dari berkat Elohim. (Roma 9:6 - 8)

Memang, mengenai kasus Yakub dan Esau, Paulus melanjutkan dengan mengatakan bahwa "meskipun mereka belum dilahirkan dan belum melakukan apa pun yang baik atau buruk - supaya rencana Elohim diteguhkan mengenai pemilihan, bukan karena perbuatan, tetapi karena panggilan-Nya (Roma 9:11), dikatakan kepada Ribka, "yang lebih tua akan menjadi hamba yang lebih muda." Paulus kemudian mengutip dari Maleakhi 1:2 - 3, "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."

Paulus kemudian bertanya apakah Elohim tidak adil. Paulus menjawab hal ini dengan tegas mengatakan bahwa ADONAI, Elohim Israel berdaulat dan dapat memilih untuk menunjukkan rahmat dan karunia kepada siapa yang dikehendaki dan Dia kehendaki. Dengan kata lain, Elohim memiliki hak untuk menentukan lebih dulu hasil sesuai dengan tujuan baik-Nya, dan umat manusia hanya menerima aturan-Nya di alam semesta.

Menjadi keturunan Abraham secara fisik tidaklah cukup untuk menjadi bagian dari keluarga Elohim, karena hanya anak-anak dari janji yang dihitung sebagai pilihan Tuhan. Dan bahkan termasuk bangsa-bangsa lain, sebagaimana nabi Hosea ungkapkan: "mereka yang bukan umat-Ku akan Kusebut umat-Ku" (Roma 9:25 - 27 & Hosea 1:10).

Dan nabi Yesaya juga berseru tentang ISRAEL : "Sekalipun jumlah anak ISRAEL akan seperti pasir di laut, namun hanya sisa-sisa dari mereka akan diselamatkan"

Paulus mengakhiri garis pemikiran ini dengan mengatakan bahwa mereka yang percaya dalam janji keselamatan Elohim melalui Mesias telah mencapai kebenaran karena iman, tetapi orang-orang yang mengejar kebenaran mereka sendiri berdasarkan hukum tidak akan pernah berhasil mencapai tujuan itu (Roma 9:30 - 31), karena Yesus sendiri adalah "TUJUAN dari HUKUM untuk kebenaran" untuk semua orang yang percaya.

Photobucket

RINGKASAN DAN KESIMPULAN
---------------------------------------------

Untuk saat ini hanya ada 3 pilihan dasar teologis mengenai hubungan antara GEREJA dan ISRAEL yakni : REPLACEMENT THEOLOGY, SEPARATION THEOLOGY dan REMNANT THEOLOGY.

SEPARATION THEOLOGY, dengan keras membedakan bangsa ISRAEL dengan GEREJA, menyiratkan bahwa ada tiga kelompok masyarakat yang berbeda di bumi yakni: orang-orang Yahudi, orang-orang kafir, dan GEREJA (yang terdiri orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain dan dibentuk menjadi "satu manusia baru "). Oleh karena itu, Yahudi dianggap sebagai properti / status yang diawetkan selamanya, maka dari itu status seorang Yahudi yang juga anggota GEREJA tersebut dikaburkan. SEPARATION THEOLOGY juga membuat GEREJA acuh tak acuh terhadap status bangsa ISRAEL dalam zaman sekarang ini. Perjanjian dan berkat yang dibuat kepada bangsa ISRAEL tidak dapat diterapkan secara langsung kepada GEREJA. Dalam prakteknya ini dapat memiliki efek tanpa disadari meminimalkan relevansi Perjanjian Lama Kitab Suci.

REPLACEMENT THEOLOGY didasarkan pada pandangan "Superioritas". GEREJA mengambil prioritas di atas suku ISRAEL, dan mengklaim bahwa GEREJA menggantikan bangsa ISRAEL dalam bentuk sisa yang percaya. Setelah Yesus datang, hanya orang-orang Yahudi yang masuk agama Kristen adalah sah "ISRAEL milik Elohim." GEREJA menjadi sombong rohani terhadap ISRAEL.

REMNANT THEOLOGY, memahami bahwa GEREJA adalah ciptaan baru yang dicangkokkan ke dalam perjanjian-perjanjian dan berkat-berkat yang diberikan kepada She'arit Yisrael (Sisa ISRAEL) :

REPLACEMENT THEOLOGY
Replacement Theology


REMNANT THEOLOGY
Remnant Theology

Seperti yang Anda lihat, perbedaan-perbedaan mengenai identitas "Sisa" mengarah ke interpretasi yang berbeda mengenai identitas GEREJA.

Jika "sisa ISRAEL" dianggap sebagai "GEREJA", maka REPLACEMENT THEOLOGY akan tampak menarik. Namun, jelas bahwa EKKLESIA Yesus adalah sesuatu yang "melebihi dan di atas" sisa ISRAEL (She'arit Yisrael), dan sebagian besar teolog REPLACEMENT THEOLOGY tidak berusaha untuk menerjemahkan kata EKKLESIA (sebagaimana ditemukan di dalam LXX) secara harfiah merujuk kepada "GEREJA" yang Paulus tulis dalam surat-suratnya. Memang, fakta yang menyedihkan bahwa sebagian besar teolog ini menggunakan terjemahan Yunani dari Tanakh, daripada memeriksa teks yang Ibrani asli, sehingga dalam Perjanjian Baru penggunaan kata "EKKLESIA" berarti "GEREJA" dalam Alkitab bahasa Indonesia kita.

Jika ISRAEL digantikan oleh GEREJA (REPLACEMENT THEOLOGY) sebagai "sebagai umat pilihan Elohim di bumi" tentu saja Islam juga mengklaim bahwa mereka telah "menggantikan" Israel sebagai umat pilihan di bumi, inilah yang masih menjadi permasalahan, maka jelas bahwa REMNANT THEOLOGY adalah yang paling akurat dari pandangan-pandangan ini.

Satu konsekuensi dari perspektif ini adalah bahwa orang Kristen bukan Yahudi harus kembali ke akar Yahudi dari iman mereka dan menunjukkan kasih dan penghargaan mereka untuk ISRAEL.

Metafora pohon zaitun menunjukkan dengan jelas bahwa GEREJA memang dimasukkan / dicangkokkan ke dalam sisa ISRAEL. GEREJA non Yahudi harus bertobat terkait dengan sikap arogan terhadap orang-orang Yahudi dan mengungkapkan rasa syukur yang mendalam kepada Elohim untuk pelestarian yang ajaib kepada mereka selama berabad-abad. Selain itu, GEREJA non Yahudi harus berdiri dengan bangsa ISRAEL dengan mempertimbangkan mereka sebagai "saudara-saudara," yaitu, mereka yang mengambil bagian dalam TUHAN Yesus Kristus. Karena "karunia dan panggilan Elohim tidak dapat dibatalkan" (Roma 11:29), dan jika ISRAEL menolak berarti perdamaian bagi dunia (Roma 11:13 - 15).

Rencana TUHAN yang menyeluruh adalah untuk menebus orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain melalui perjanjian tanpa syarat dan janji-janji yang diberikan kepada leluhur bangsa ISRAEL.

GEREJA non Yahudi bukan menggantikan ISRAEL (REPLACEMENT THEOLOGY); juga tidak berada di luar Israel (SEPARATION THEOLOGY); tetapi lebih dimasukkan / dicangkokkan dalam sisa ISRAEL yang setia (REMNANT THEOLOGY).

Rom 11:17 
Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah,

Rom 11:18 
janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.

Amen. 

Monday, September 20, 2010

Church, Boast Not Against the Branches

Church, Boast Not Against the Branches
Andre Widodo
© Talmid HaMashiach

Shalom,

"Church, boast NOT against the branches" or in other word "Church, do NOT be anti-Jews".

The title, it is taken from Romans 11 written by Paul.

Rom 11:13  KJV
For I speak to you Gentiles, inasmuch as I am the apostle of the Gentiles, I magnify mine office:

Whom was Paul addressing to? Paul was addressing this letter to the Gentiles. To the Church.

Rom 11:14  KJV
If by any means I may provoke to emulation them which are my flesh, and might save some of them.
Rom 11:15  KJV
For if the casting away of them be the reconciling of the world, what shall the receiving of them be, but life from the dead?
Rom 11:16  KJV
For if the firstfruit be holy, the lump is also holy: and if the root be holy, so are the branches.
Rom 11:17  KJV
And if some of the branches be broken off, and thou, being a wild olive tree, wert graffed in among them, and with them partakest of the root and fatness of the olive tree;

Who is the olive tree in Rom 11:17?

Psa 52:8  KJV
But I am like a green olive tree in the house of God: I trust in the mercy of God for ever and ever.

Jer 11:16  KJV
The LORD called thy name, A green olive tree, fair, and of goodly fruit: with the noise of a great tumult he hath kindled fire upon it, and the branches of it are broken.
Jer 11:17  KJV
For the LORD of hosts, that planted thee, hath pronounced evil against thee, for the evil of the house of Israel and of the house of Judah, which they have done against themselves to provoke me to anger in offering incense unto Baal.

So, who is the olive tree in Rom 11:17? It is Israel; it is the Jewish people. Who is the wild olive in Rom 11:17? As Paul was speaking to the Gentiles Believers (the Church), so the wild olive is the Church. The Gentiles Believers.

Rom 11:18  KJV
Boast not against the branches. But if thou boast, thou bearest not the root, but the root thee.

Paul said, "Church, boast NOT against the Jewish people. It is not you that bears the Jewish people, but the Jewish people bears you".

Rom 11:19  KJV
Thou wilt say then, The branches were broken off, that I might be graffed in.
Rom 11:20  KJV
Well; because of unbelief they were broken off, and thou standest by faith. Be not highminded, but fear:
Rom 11:21  KJV
For if God spared not the natural branches, take heed lest he also spare not thee.

Again, here Paul said, "Church, please don't be arrogant to the Jewish people; please don't be anti Jewish; on the contrary, be terrified!

Rom 11:22  KJV
Behold therefore the goodness and severity of God: on them which fell, severity; but toward thee, goodness, if thou continue in his goodness: otherwise thou also shalt be cut off.
Rom 11:23  KJV
And they also, if they abide not still in unbelief, shall be graffed in: for God is able to graff them in again.
Rom 11:24  KJV
For if thou wert cut out of the olive tree which is wild by nature, and wert graffed contrary to nature into a good olive tree: how much more shall these, which be the natural branches, be graffed into their own olive tree?
Rom 11:25  KJV
For I would not, brethren, that ye should be ignorant of this mystery, lest ye should be wise in your own conceits; that blindness in part is happened to Israel, until the fulness of the Gentiles be come in.
Rom 11:26  KJV
And so all Israel shall be saved: as it is written, There shall come out of Sion the Deliverer, and shall turn away ungodliness from Jacob:

All Israel will be saved. When will it happen? On Yom Kippur, the Day of Atonement.

If Passover is about INDIVIDUAL SALVATION, but Yom Kippur is about NATIONAL SALVATION. Yom Kippur is a prophetic that all Israel will be saved, will be accepting their Messiah, Yeshua HaMashiach.

Remember the story of Joseph?

Joseph is typology of Suffering Messiah. After Joseph became a number 2 person in Egypt, no one of his family recognize Joseph. Why is that? Because Joseph looked different. He dressed as a gentile, he dressed an Egyptian, smelled as Egyptian.

Today, none of the Jewish people recognize Jesus as their Messiah. Why is that? Because we describe Him in gentile ways and the worst thing is because we are becoming anti Jewish.

Isn't that sad?

But, when was Joseph reveal himself to his family? To answer this question we must read Genesis 44:16-34.

When Judah was younger, he had showed no regard for his brother Joseph or his father, Jacob. First he had convinced his brothers to sell Joseph as a slave (Gen 37:27); then he had joined his brothers in lying to his father about Joseph's fate (Gen 37:32). But what a change had taken place in Judah! The man who had sold one favored little brother into slavery now offered to become a slave himself to save another favored little brother. He was so concerned for his father and younger brother that he was willing to die for them.

When Judah repented, Joseph revealed himself to his family. When Judah repented, Joseph revealed himself to his family. When Judah repented, Joseph revealed himself to his family.

Gen 45:3  KJV
And Joseph said unto his brethren, I am Joseph; doth my father yet live? And his brethren could not answer him; for they were troubled at his presence.
Gen 45:4  KJV
And Joseph said unto his brethren, Come near to me, I pray you. And they came near. And he said, I am Joseph your brother, whom ye sold into Egypt.

When the all Jewish people repentf rom  their sins, Yeshua (Jesus) will reveal Himself to the Jewish people and He will say, "Come near to Me!"

That's why Paul said in Romans 11:27.

Rom 11:27  KJV
For this is my covenant unto them, when I shall take away their sins.

Jer 31:31  KJV
Behold, the days come, saith the LORD, that I will make a new covenant with the house of Israel, and with the house of Judah:

Who is the New Covenant for? It is for Israel. For the Jewish people. What about the Gentiles? Gentiles, they are grafted into the Jewish people as one tree.

Jer 31:32  KJV
Not according to the covenant that I made with their fathers in the day that I took them by the hand to bring them out of the land of Egypt; which my covenant they brake, although I was an husband unto them, saith the LORD:
Jer 31:33  KJV
But this shall be the covenant that I will make with the house of Israel; After those days, saith the LORD, I will put my law in their inward parts, and write it in their hearts; and will be their God, and they shall be my people.
Jer 31:34  KJV
And they shall teach no more every man his neighbour, and every man his brother, saying, Know the LORD: for they shall all know me, from the least of them unto the greatest of them, saith the LORD: for I will forgive their iniquity, and I will remember their sin no more.

When is the day NOT to remember the sin no more? Yom Kippur. So this is a very important day. The Day of Atonement.

Rom 11:28  KJV
As concerning the gospel, they are enemies for your sakes: but as touching the election, they are beloved for the fathers' sakes.

Church, concerning the Gospel of Yeshua HaMashiach (Jesus Christ), the Jewish people are hostile toward you. But concerning Covenant as a chosen people, the Jewish people are the loved  one for the Patriarchs' sake.

Amen?

What is it like if the Church becomes anti Jewish people? Anyone know a person name Diotrephes in the Bible? He was a Gentile believer but anti Jewish people.

3Jn 1:9  KJV
I wrote unto the church: but Diotrephes, who loveth to have the preeminence among them, receiveth us not.

Who was Diotrepehes? His name was not a Jewish name. His name was a Greek name. But he did not receive Yochanan (John), a Jewish. Who was Yochanan (John)? Yochanan (John) was a disciple whom Yeshua (Jesus) loved

3Jn 1:10  KJV
Wherefore, if I come, I will remember his deeds which he doeth, prating against us with malicious words: and not content therewith, neither doth he himself receive the brethren, and forbiddeth them that would, and casteth them out of the church.
3Jn 1:11  KJV
Beloved, follow not that which is evil, but that which is good. He that doeth good is of God: but he that doeth evil hath not seen God.

Church, boast NOT against the Jewish people. Church, do NOT follow the way of Diotrephes.

May Adonai, our God, King of the universe bless in our study through His Son Yeshua HaMashiach. Amen.


Friday, June 4, 2010

WHO ARE "MY BRETHREN" IN MATTHEW 25:40?

WHO ARE "MY BRETHREN" IN MATTHEW 25:40?
Andre Widodo
© Talmid HaMashiach

Shalom,

Mat 25:40  KJV
And the King shall answer and say unto them, Verily I say unto you, Inasmuch as ye have done it unto one of the least of these my brethren, ye have done it unto me.

Who are "my brethren" in Mat 25:40? Are they "Israel"? or are they "the Church"?

It is crucial to understand Mat 25:40. Why? Because Mat 25:40 is the repeating prophecy from Joel 3:2 and Zechariah 14:2.....They are refering to the same even which is the judgement of the gentile nations according to how they treat Yeshua's "Brethren".

Joe 3:2  KJV
I will also gather all nations, and will bring them down into the valley of Jehoshaphat, and will plead with them there for my people and for my heritage Israel, whom they have scattered among the nations, and parted my land.

Zec 14:2  KJV
For I will gather all nations against Jerusalem to battle; and the city shall be taken, and the houses rifled, and the women ravished; and half of the city shall go forth into captivity, and the residue of the people shall not be cut off from the city.

Mat 25:31  KJV
When the Son of man shall come in his glory, and all the holy angels with him, then shall he sit upon the throne of his glory:
Mat 25:32  KJV
And before him shall be gathered all nations: and he shall separate them one from another, as a shepherd divideth his sheep from the goats:

How many gathering of the nations are there? THERE IS ONLY ONE!

All throughout the Bible there is only  a single judgement of the nations. This is the judgement when the Lord gathers the nations for judgement regarding their injustices toward the nation of Israel.

Why did Yeshua use the word "Brethren" in Mat 25:40? It is the same as Moses when Moses mentioned :

Deu 18:15  KJV
The LORD thy God will raise up unto thee a Prophet from the midst of thee, of thy brethren, like unto me; unto him ye shall hearken;

Moses prophecied about Yeshua as the Messiah in Deu 18:15. Messiah will be coming from the midst of Israel, of Israel's brethren. So, who were they that Yeshua talking about in Mat 25:40 when He was saying "My Brethren"? IT IS ISRAEL.

The "Brethren" in Mat 25:40 are the Israelites, who are Yeshua's relatives, according to the flesh.

In Mat 25, Yeshua tells the story : "I was hungry and you gave Me food...thirsty and you gave Me drink...in prison and you visited Me...a stranger and you took Me in...naked and you clothed Me."

"In prison?...Sick? When was Yeshua sick or in prison?

If you want to know when Yeshua was in prison or hungry or naked, then simply watch some Holocaust footage. There, you will see Him.

OK...what does that have to do with Salvation?

This typical kind of question, I will respond by asking a Yeshua-style question.

The Antichrist will divide Israel, he wants to also divide Jerusalem between Israel and Islam. Please read Joel 3:2 for detail. Now, if the Antichrist wants Jerusalem divided, and Yeshua condems this division, which side are you on? Yeshua's side? or Antichrist's side? 

Can one be on the side of Yeshua and the side of Antichrist as well? No way! There are always tests and evidences for one to check to see if they are producing God's fruit. Without any real fruit, you are never saved!

Is this all too difficult to swallow? Well, everyone must swallow, either swallow God's Word, or swallow His wrath. The choice is yours. I urge you to choose the narrow gate which is the Word of God.

I will follow Yeshua's parable, because Yeshua is my Lord. He teaches me this parable...

This is the parable of the Two Christians Nazis During the Holocaust.

"On Sunday morning, a pastor walked by nicely dressed going to the church. He swerves out of the way from the sidewalk where a thin Jewish woman with her two starving children were begging, "Please, I have had nothing to eat and we are practically naked, please a piece of bread, and a blanket." she says.

Unconcerned the pastor removes her clinging hand, obviously getting his fine garments dirty. "Lady, I am on my way to church, I have washed, and can't you see that I am busy doing the Lord's work?"

Then a man by the name Oscar Schindler walks by. And though he belonged to the Nazi Party, he was defiant and hated Hitler. He stops, takes the woman and her children in his car, puts her to work in his factory and keeps her and her children alive."

Which one of the two did the work of God? Was it the pastor or the repentant Nazi?

At the end, there will be many who will call Him "Lord, Lord, we healed in Your Name, we cast out demons in Your Name...but the Lord doesn't recognize them.

Mat 7:22  KJV
Many will say to me in that day, Lord, Lord, have we not prophesied in thy name? and in thy name have cast out devils? and in thy name done many wonderful works?
Mat 7:23  KJV
And then will I profess unto them, I never knew you: depart from me, ye that work iniquity.

In every detail of the many afflictions of Israel, the Lord Himself also suffers. Isaiah said it clearly.

Isa 63:9  KJV
In all their affliction he was afflicted, and the angel of his presence saved them: in his love and in his pity he redeemed them; and he bare them, and carried them all the days of old.

When the Jews were silent as they died - He was silent as the crowd mocked Him before and during the cross. When they were strangers and in prisons (Ghetto in the West, and Mellahs in the Middle East), so was He. When they were starving, so was He. Even in their death, literally naked, so was His death, He was naked. As Yeshua died, so did the nation of Israel. As Yeshua was resurrected, so did the nation of Israel.

Hos 6:2  KJV
After two days will he revive us: in the third day he will raise us up, and we shall live in his sight.

Note :
1 day for the Lord = 1000 years for mankind.
2 days for the Lord = 2000 years for mankind.

So also, did the nation of Israel arise "after two days" - "after two thousands years" and was born in one day, May 14 1948 ( 5 Iyyar 5708).

Isa 66:8  KJV
Who hath heard such a thing? who hath seen such things? Shall the earth be made to bring forth in one day? or shall a nation be born at once? for as soon as Zion travailed, she brought forth her children.

Keep blessing Israel.

Shalom.








Tuesday, January 20, 2009

Israel and the Church - Replacement Theology

Shalom,

First I must inform, that Replacement Theology is a false doctrine. Why? You are about to know why it is.

When studying the Jewish roots of Christianity, certain questions often arise regarding the nature of the "Church," the nature of "Israel," and the relationship between them.

Do Gentile Christians become "Jewish" on account of their relationship to Jesus? 

Does the "Church" somehow replace the Jewish people in God's plan as the "new Israel"

Exactly how should we understand the relationship between the Church and Israel today?

In general, Christian theology has developed three different interpretative systems that attempt to answer such questions :


1.
Replacement Theology
The Church and Israel refer to the same group of people.


2.
Separation Theology
The Church and Israel refer to different groups of people.
  
3.
Remnant Theology
The Church and Israel overlap in some manner.

=============================================================

Today, we're going to examine Replacement Theology.

The first theological option regarding the relationship of the Gentile Church and Israel is to claim that the "Church" and "Israel" actually refer to the same group of people.

More specifically, since Israel rejected Jesus as the Messiah, the ekklesia of Jesus is now the recipient of all the covenantal blessings and promises of God. This is the "mainstream" view of most Christian theologians today.





Replacement Theology claims that the Church is a "new and improved" Israel, better than the older tribal "version" revealed in the Old Testament. 

In ancient times the "church" (ekklesia, ek- + kaleo, "called out ones") was indeed national Israel, but after Jesus' universal message of love was rejected by the Jews, God transferred all the covenants and promises from them to the Christian Church. 

The "New Covenant" given to Israel (Jer. 31:31-37) was therefore fulfilled through the Christian Church. 

This view is called "Replacement Theology" because the Christian Church now replaces national Israel as the true ekklesia of God.

The Replacement Theology believers, they always refer to Rom 9:6 as the proof.

Rom 9:6  KJV
Not as though the word of God hath taken none effect. For they are not all Israel, which are of Israel: 

Because of their disobedience (the rejection of the "new covenant" and the rule of Jesus), Israel is no longer a "chosen nation" with any special status or future. 

As Martin Luther said, since the Jews rejected Christ, the only thing left to them are the curses found in the Bible, but none of the blessings. Therefore all the promises about Israel being regathered, restored, and delivered from her enemies in a coming Kingdom Age are to be allegorized (and transferred) to the Church.

But Martin Luther forgot about the type of covenant between God and Israel. It is an everlasting covenant.

Gen 17:7  KJV
And I will establish my covenant between me and thee and thy seed after thee in their generations for an everlasting covenant, to be a God unto thee, and to thy seed after thee.

And that covenant went through Jacob.

Gen 35:10  KJV
And God said unto him, Thy name is Jacob: thy name shall not be called any more Jacob, but Israel shall be thy name: and he called his name Israel.
Gen 35:11  KJV
And God said unto him, I am God Almighty: be fruitful and multiply; a nation and a company of nations shall be of thee, and kings shall come out of thy loins;
Gen 35:12  KJV
And the land which I gave Abraham and Isaac, to thee I will give it, and to thy seed after thee will I give the land.

Martin Luther forgot about this. And since Jesus now (symbolically) reigns from the throne of David, the Church's mission is to "usher in" the Kingdom of God upon the earth by means of the worldwide spread of the gospel.  At the end of the age, Jesus will return to separate the "sheep from the goats" (Mat 25:32-33) and the eternal kingdom of God will prevail forever.

Please note :
One consequence of this view is that the Church is not essentially new, since it existed before the time of Jesus as the company of saints who trusted in the God of Israel for their salvation (the faithful remnant).

Since the Church is actually a sort of "reformed" or "renewed" Israel, it might be more appropriate to consider this view as "Renewal Theology," because it implies that the Church is a renewed form of faithful Israel.

Paradoxically, this leads to the conclusion that Israel needs to be "grafted back" into the Olive Tree of the Church, rather than understanding that the Gentile Church is composed of "wild olive shoots" that are grafted into the covenants given to Israel (Rom 11:17-23; Eph 2:12).


The Case for Replacement Theology

The case for Replacement Theology is often made along these lines : "Israel" refers to all those who obey the New Covenant of Jesus, who are thereby called the "true children of Abraham" and heirs according to promise (Gal 3:29).

In spiritual terms, the Church is now "the Israel of God" (Gal. 6:16) and is composed of those Jews and Gentiles who are regenerated by means of their faith in Jesus (Mat 3:9, Luk 3:8, Gal 3:6, 9).

National Israel was really just the "seed" of the future Church, which will eventually restore the entire earth under God's forthcoming dominion (Mal 1:11, Rom 4:13).

The Church is now the heir and trustee of God upon the earth (Gal 3:29). Jesus Himself taught that the Jews would lose their spiritual privileges and be replaced by "another people" (Mat 21:43). After the Church came into existence on the Day of Pentecost, God was "finished" with national Israel, and today, a "true Jew" is anyone born of the Spirit, whether he was physically born Jewish or not (Rom 2:28-29). All the promises made to Israel in the Old Testament are now the possession of the Church of Jesus, who now (symbolically) reigns on David's throne (2 Cor 1:20).

In its more outspoken forms, Replacement Theology is aggressive and even dominionist in its outlook, since it alleges that the Church replaces Israel in the sense of overtaking her by spiritual succession (the theological jargon for this is called "supercessionism," , the idea that Israel has been "superseded" by the Church).

Since the Jews are no longer God's chosen people, God does not have any unique future plans for the nation of Israel. The Church, not Israel, is now the "apple of God's eye" (Deu 32:10; Zec 2:8).

In other words, the term "Israel" denotes only those who are Christians, and conversely only Christians are the inheritors of the covenants and blessings given to Abraham and his descendants. In summary, the Church is Israel and Israel (spiritually understood) is the Church.

Advocates of Replacement Theology include the Roman Catholic Church, the United Methodist Church, the Evangelical Lutheran Church of America (ECLA), the Presbyterian Church, the Lutheran Church (Missouri Synod), the Episcopal (and Anglican) Church, the Greek Orthodox Church, the United Church of Christ, the Mormons, the Jehovah's Witnesses, and of course Islam, which likewise claims that it has "replaced" Israel as God's chosen people on the earth.

Perhaps it should be noted here that some varieties of Jewish theology return the favor of Christian replacement theologies by maintaining that Israel will one day triumph over the Church (understood collectively as "Gentiles," "Christians," or more generally as the idolatrous descendants of Esau).

According to such Jewish eschatology, in the days of the Mashiach the LORD will establish Jerusalem as the central point of the world, and all of the scattered Jewish people will be permanently restored to their ancient Promised Land. All of the literal promises given to Abraham, Isaac, Jacob, and confirmed by the Jewish prophets will be literally fulfilled. All of the ancient enemies of the Jewish people (including the descendants of Esau) will be vanquished, and Israel will enter a Golden Age of peace upon the earth (this is often summarized by certain orthodox groups such as Chabad with the phrase, "Moshiach Now!").

As we will now see, Replacement Theology draws its theoretical support from the faulty foundation known as Covenant Theology.


The Faulty Foundation: Covenant Theology

Most replacement theologians are also advocates of so-called "Covenant Theology," a rather speculative theological system that posits several overarching "covenants" that God made with "all of creation."

According to this theological system, first there was the "Covenant of Works" in which God promised Adam eternal life if he would obey His commandments.  However, since Adam broke the covenant through disobedience, God established the "Covenant of Grace" in which He would graciously save Adam and Eve (and their descendants) from the penalty of death.

The salvation process itself, however, would be based on a foreordained and secret "Covenant of Redemption," in which God the Son agreed to be incarnated as the dying Redeemer of the fallen human race. 

All of the biblical covenants -- for example, the covenant made with Abraham, Moses, and King David -- are really "aspects" of the overarching "Covenant of Grace" that God enacted after the fall of mankind.

Covenant Theology is in error for a number of reasons.

First of all, this abstract system of covenants ("Works-Grace-Redemption") is not based on an inductive study of the Scriptures themselves (since they do not mention these covenants), but is determined from (invalid) deductions made from the New Testament which are then "read back" into the language of the Old Testament. As we will see, the primacy given to Gentile theologians who were influenced by Greek philosophy/theology greatly influences the reading of the Old Testament for most of these theologians.

For example, the Torah reveals that the covenant made with Abraham and his descendants is clearly unconditional in nature. The language of the relevant texts is simply unambiguous (see Gen 12:1-7; 13:14-17, 15:1-21; 17:1-27;18:17-19; 22:15-18; 50:24; Exo 2:24; Deu 9:5-6; 4:31; 2 Kings 13:23; Micah 7:18-20).

Moreover, the covenant ritual itself was expressed unilaterally (Gen 15), and subsequent testimony -- even in the New Testament -- corroborates its unconditional nature (see Luk 1:54-5; Luk 1:68-74; Act 3:25-26; Act 13:26-25; Rom 11:1-2; 2 Co. 11:22; Heb 6:13-20, etc.).

However, based on preconceived (a apriori) theological assumptions, the unconditional nature of this covenant is transformed into being a conditional one that now does not mean what the Scriptures plainly state.

Now while it's true that we cannot completely "bracket" our understanding of the New Testament when we are reading the Old, it is a poor exegetical principle not to honestly "listen to the text" of Scripture itself, in light of its historical context, while using the normal rules of grammar ("plain sense").

And it is simply preposterous to take the promises explicitly given to Abraham and to ethnic Israel and reinterpret them as promises given to the Church.  In order to rationalize this approach, these theologians, influenced by the Gentile theologians of the past, are forced to use allegory and Greek symbolism in order to apply the terms of the covenant to refer solely to the Church.

Of course this exegetic approach works the other way around, too, as can be seen when the New Testament is forced to read in a way that is not consonant with the plain sense given in the Old Testament.  An example of this sort of disingenuous methodology is found in the translation given to the Greek word kai ("and") in Galatians 6:16 ("as many as walk according to this rule, peace be on them, and mercy, and upon the Israel of God"), which incidentally is the only place in the entire New Testament where the word Israel is not explicitly used to refer to ethnic Israel.

Covenant theologians conclude that the kai before the term "Israel of God" is best translated "even" (as the NIV translates), however most Greek scholars have noted that this would be an anomalous usage and is without grammatical warrant found in the context itself (the argument against the Judaizers).

Indeed, the plain reading is simply that Paul uses "and" to pronounce a blessing on believing Gentiles and believing Jews in the church, not to equate national Israel with the Church.

Yet another flaw with Covenant Theology is that it is too simplistic.  To claim that the covenant made with Abraham is "essentially the same" covenant as that which was made with Moses at Sinai or with King David at Jerusalem is unwarranted reductionism.

These biblical covenants are not progressive revelations of a non-biblical "Covenant of Grace," but are concrete terms of agreement made by the LORD God of Israel Himself with specific individuals. This same sort of reductionism is also revealed in the New Covenant promised to Israel in the days to come (Jer 31:31-37) and of which the Church presently partakes. 

Covenant Theology must posit the "Church" as something that predated the coming of Jesus, as being composed of the "elect of God" from all ages and times.

However, Jesus told Peter that upon the rock of his confession he would build His church (Mat 16:18), and Paul spoke distinctly about the "mystery" of the Church in God's prophetic plan for the ages (Eph 3:9; Col 1:26).

Covenant Theology must force the plain reading of the biblical covenants into the mold of its system, rather than letting the texts of Scripture speak for themselves.

Another flaw with Covenant Theology is its use of the allegorical method of interpretation which forces the literal denotation of a term (such as "Israel") to be either not a true denotation or one of a different denotation. In other words, it is the corresponding spiritual reality which is the "real" or ultimate meaning of a term of a given passage, not the grammatical-historical understanding of the term (for more on this, see below).

The misunderstanding of the Abrahamic, Mosaic, Davidic, and New covenants inevitably leads Covenant theologians to misunderstand the nature of the Church itself as a mystery "hidden" in the purposes of God but later revealed in the age of the New Testament. 

Contrary to their view that the "Church" is the elect of God "from all ages," the New Testament clearly teaches that it began with the ministry of Jesus Himself (Mat 16:18).

Moreover, the Church could not come into existence without Jesus' death, resurrection, and ascension (Eph 1:20-23; Col 1:28). Further, the church is composed of those members who have been baptized into the body of Christ through the agency of the Holy Spirit (1 Cor 12:13; Acts 1:8; 2:38).

Paul's teaching about the "mystery" of the body of Christ means that it was not revealed in the Old Testament Scriptures (Eph 3:3-6; Col 1:26).

Finally, the New Testament never uses the terms "Israel" and "Church" to refer to the same group of people (1 Cor 10:32; Eph 2:11-16, etc.). Even the "seed of Abraham" is never called "Israel" in Paul's writings to the Galatians. As we will see (below), it is a category mistake to infer that the ekklesia of Jesus is identified with the remnant of Israel.

Most seriously, Covenant Theology insinuates that God changed His mind about national Israel, and that the olam (eternal) nature of His covenantal promises given to them are subject to nullification.  But if God changed His mind regarding national Israel, what prevents Him from changing His mind regarding the Church and its future?

The Church must remember that it is graciously grafted into the Olive Tree of Israel and made partakers of the covenants given to Israel.

In fact, the only reference to the New Covenant (brit chadashah) in the entire Old Testament is found in Jeremiah 31:31-37, where it is explicitly stated that the Jewish people will continue to exist as a nation as long as there is a sun and moon seen in the sky! This is further confirmed by Paul's teaching about national Israel found in Romans 9-11.

Replacement theology is a dangerous and false doctrine that has consistently led to antisemitism and false eschatological views. Just as we believe that God will keep His promises to the Church, so we believe He will keep His promises to national Israel - including the future restoration of Israel as the "head of the nations" during the kingdom of God on earth.

When the LORD Jesus comes back to earth, He is heading straight to national Israel, and to Jerusalem in particular. There He will be finally received as Israel's King and Savior and will rule during the millennial kingdom.

The Fourth (i.e., Millennial) Temple will be built (Ezekiel 40-48) and the nations will come to Jerusalem to pay homage to the LORD God of Israel.  All the nations will celebrate the feast of Sukkot, and those that refuse will be plagued with drought (Isaiah 4:2-6; Zechariah 14:17-18).

Next we'll be discussing the Separation Theology.

Blessing,
Andre


Wednesday, October 8, 2008

Mengapa bulan ke 4 disebut Tammuz?

Shalom,

Jika kita memperhatikan kalendar Ibrani, maka kita akan melihat bahwa bulan ke 4 dalam kalendar Ibrani disebut sebagai Tammuz.

Photobucket

Mengapa bulan ke 4 disebut sebagai Tammuz?
Bukankah Tammuz ini merupakan nama berhala yang disebutkan di Eze 8:14?

Eze 8:14  KJV
Then he brought me to the door of the gate of the LORD's house which was toward the north; and, behold, there sat women weeping for Tammuz.

Bagi orang yang tidak mengerti tentang latar belakang bulan Tammuz, maka mereka akan dengan mudah melecehkan dan mengumpat bahwa salah satu bulan dalam kalendar Ibrani ternyata memakai nama berhala.

Tetapi seperti firman Tuhan katakan : Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi dan siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.

Pro 10:19  KJV
In the multitude of words there wanteth not sin: but he that refraineth his lips is wise.
Pro 20:19  KJV
He that goeth about as a talebearer revealeth secrets: therefore meddle not with him that flattereth with his lips.

Mengapa bulan ke 4 diberi nama Tammuz?

Setiap tanggal 17 bulan Tammuz maka umat Yahudi akan melakukan puasa untuk menandai dimulainya masa dukacita selama 21 hari. Hal ini dimaksudkan untuk menanamkan rasa pertobatan terhadap beberapa peristiwa tragis yang terjadi dalam sejarah bangsa Israel.

Ada 5 kejadian tragis yang terekam dalam sejarah bangsa Israel yang terjadi pada bulan Tammuz yaitu :

# Dua loh batu yang Musa terima dari TUHAN dipecahkan Musa pada bulan ini karena bangsa Israel menyembah berhala kepada patung lembu emas (Exo 32).

# Korban harian dalam Bait Suci terhenti pada bulan ini karena bangsa Israel dihancurkan oleh kerajaan Babylonia di bawah raja Nebuchadnezzar (2Ki 24 - 2Ki 25).

# Tembok kota Yerusalem dihancurkan pada tahun 70 AD oleh pasukan Romawi di bawah pimpinan Jendral Titus pada bulan ini.

# Raja Manasseh, raja terburuk dalam sejarah raja-raja Israel, menempatkan patung berhala pada bulan ini (2Ki 21:7).
2Ki 21:7  KJV
And he set a graven image of the grove that he had made in the house, of which the LORD said to David, and to Solomon his son, In this house, and in Jerusalem, which I have chosen out of all tribes of Israel, will I put my name forever:

# Kitab Torah dihancurkan pada bulan ini oleh Apustemus, prajurit Yunani di bawah komando Antiochus Epiphanes.

Bulan ke 4 disebut sebagai Tammuz adalah untuk mengingat kembali beberapa kejadian tragis yang terjadi dalam bangsa Israel ketika mereka jatuh ke dalam penyembahan berhala. Hal ini dimaksudkan agar kejadian tragis tersebut tidak berulang lagi.

Dalam Eze 8:3 disebutkan :
Eze 8:3  KJV
And he put forth the form of a hand, and took me by a lock of mine head; and the spirit lifted me up between the earth and the heaven, and brought me in the visions of God to Jerusalem, to the door of the inner gate that looketh toward the north; where was the seat of the image of jealousy, which provoketh to jealousy.

Disebutkan dalam ayat di atas berhala cemburuan yang menyakitkan hati TUHAN. Dan dalam Eze 8:13 kita ketahui bahwa berhala cemburuan itu adalah Tammuz.

Eze 8:14  KJV
Then he brought me to the door of the gate of the LORD's house which was toward the north; and, behold, there sat women weeping for Tammuz.

Itu sebabnya bulan ke 4 diberi nama Tammuz. Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Friday, June 6, 2008

Shavout atau Hari Raya ke 50

Shalom,

Pada tanggal 9 Juni 2008, atau tanggal 6 bulan Sivan tahun 5768 dalam kalendar Yahudi, bangsa Israel akan merayakan Hari Raya Shavuot atau Hari Raya ke 50.

Dalam tradisi Yudaisme Hari Raya Shavuot (“Minggu-Minggu”) menandai puncak dari penebusan dan pembebasan dari perbudakan di Mesir. Puncak acara Shavuot ini sering disebut sebagai Atzaret Pesach, atau Kesimpulan dari Passover. Karena peristiwa Exodus dar Mesir adalah dimaksudkan untuk memimpin bangsa Israel untuk menerima pewahyuan di Sinai, maka sebenarnya tujuan dari Passover adalah untuk memberikan Torah kepada bangsa Yahudi. Elohim membawa bangsa Yahudi keluar dari Mesir supaya mereka menjadi milik kepunyaan-Nya, menjadi kudus dan terpisah dari budaya paganisme disekeliling mereka. Malahan seluruh mo’edim (hari raya-hari raya) dalam bangsa Yahudi selalu dihubungkan dengan peristiwa Exodus ini, termasuk Hari Raya Rosh Hashanah (Tahun Baru Yahudi), Yom Kippur (Hari Raya Penyucian) dan Sukkot (Hari Raya Tabernakel).

Berdasarkan pemahaman bangsa Yahudi pada saat bulan baru (kalendar Yahudi berpatokan kepada peredaran bulan) bulan Nisan, bulan tersebut menandai dimulainya waktu-waktu yang suci seperti Passover, memperingati Domba Paskah, kemudian diikuti dengan Hari Pertama dari 7 Hari Raya Roti Tidak Beragi untuk memperingati peristiwa Exodus dari Mesir, pada Hari ke 7 dari Hari Raya Roti Tidak Beragi untuk memperingati peristiwa menyeberang Laut Merah, dan Shavuot untuk memperingati saat Torah diberikan kepada Musa yang tepat 7 minggu setelah Exodus dari Mesir. Bangsa Yahudi kadang mengatakan bahwa peristiwa Shavuot di gunung Sinai adalah menandai lahirnya Yudaisme.


49 Days to Sinai

Latar belakang Alkitabiah tentang Shavuot
Kita ketahui bahwa Kitab Keluaran menceritakan tentang bagaimana Musa dikirim Tuhan ke Mesir untuk menjadi pembebas Israel dari perbudakan di Mesir. Firaun tentu saja menolak permintaan Musa dan menjadi lawan Musa. Melalui peristiwa ini sebenarnya peperangan telah terjadi antara Tuhan-nya bangsa Israel melawan dewa-dewa bangsa Mesir.

Setelah mendemonstrasikan kuasa dan kekuatan-Nya, maka Tuhan mengatakan kepada Musa bahwa Ia akan membawa suatu wabah mengerikan yang akan membuat Firaun akhirnya melepaskan bangsa Israel. Semua anak sulung yang ada di negeri akan binasa kecuali mereka yang melakukan apa yang Tuhan sebut sebagai Passover.

TUHAN memerintahkan bahwa pada Nisan 10 setiap kepala rumah tangga diharuskan untuk memilih anak domba jantan tak bercacat untuk dipersembahkan kepada TUHAN. Pada sore hari Nisan 14 (erev Pesach), seluruh anggota keluarga dalam rumah tangga tersebut diharuskan untuk menyembelih anak domba jantan tersebut yang sering disebut sebagai korban pesach kemudian darah anak domba jantan tersebut harus dioleskan pada 3 sisi pintu yaitu sisi atas, kanan dan kiri. 

Anak domba jantan tersebut lalu haruslah dipanggang dan dimakan dengan roti tidak beragi. Makanan ini harus dikonsumsi dengan buru-buru karena seluruh bangsa Israel akan memulai Exodus-nya pada pagi hari tanggal Nisan 15. Makanan tersebut tidak boleh ada sisa.

Lalu pada malam Nisan 15 TUHAN membunuh semua anak sulung yang tidak ditemukan olesan darah anak domba di pintu rumah, bangsa Yahudi yang percaya kepada TUHAN dilewatkan atau passed over (pasach) dari malaikat maut. Malam itu seluruh raung tangisan terdengar di seluruh Mesir meratapi kematian anak sulung mereka dan rakyat Mesir meminta bangsa Israel keluar dari Mesir. 

Akhirnya cerita Exodus dimulai. Setelah 430 tahun tinggal di Mesir, bangsa Israel akhirnya keluar meninggalkan Mesir. Lihat Keluaran 12:40. Jumlah bangsa Israel yang keluar dari Mesir adalah 600.000 laki-laki dewasa. Setiap laki-laki disertai dengan isteri dan anak-anak mereka. Mereka semua meninggalkan Mesir dengan segala harta benda mereka bahkan rakyat Mesirpun menyerahkan emas dan perak kepada bangsa Israel memohon agar bangsa Israel segera keluar dari Mesir.

Begitu bangsa Israel keluar dari Mesir, saat itu juga Tiang Awan memimpin bangsa Israel mulai dari Rameses sampai ke Succoth, lalu bergerak ke selatan menuju padang gurun. Lihat Keluaran 13:20.

Di Mesir, Firaun menyadari bahwa bangsa Mesir akan terancam kekurangan budak, lalu memerintahkan tentaranya untuk menjemput bangsa Israel kembali ke Mesir. Lihat Keluaran 14:4.

6 hari kemudian pada Nisan 21, seluruh bangsa Israel terjebak diantara tentara Mesir dibelakang mereka dan Laut Merah di depan mereka. Pada saat bangsa Israel terdesak, Tiang Awan tersebut bergerak dari yang semula memimpin Israel di depan kini Tiang Awan berdiri tegak dibelakang Israel membatasi antara tentara Mesir dan bangsa Israel.

TUHAN sendiri yang berperang bagi bangsa Israel.

Musa kemudian merenangkan tangannya dihadapan Laut Merah dan semalam-malaman TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat air laut menjadi tanah kering dan terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka--segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda--sampai ke tengah-tengah laut. Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu.  Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: "Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir." Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda." Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka. Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut.

3 hari kemudian pada tanggal Nisan 24 bangsa Israel tiba di Marah, dimana air semua berasa pahit. Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis atau mayim chayim. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka, lihat Keluaran 15:22-26.

Sebulan kemudian bangsa Israel mengeluh kembali kepada TUHAN karena mereka kehabisan makanan. Tetapi Elohim mengirimkan roti manna dari surga. Lihat Keluaran 16.

Kemudian bangsa Israel bergerak dan tinggal di Rephidim yaitu dekat gunung Sinai, tapi lagi pengalaman yang sama berulang. Mereka kehabisan air. Musa diperintahkan untuk membawa tua-tua ke bukit dan memukul batu disitu. Air keluar. Lihat Keluaran 17:1-7.

Ketika bangsa Israel sedang menetap di Rephidim, tiba-tiba datang bangsa Amalek (keturunan Esau) menyerang Israel. Israel menang perang melawa Amalek dan Elohim mengingatkan bangsa Israel agar mereka jangan melupakan musuh mereka yaitu orang Amalek. Lihat Keluaran 17:9-16.

Setelah 45 hari di padang gurun, pada bulan baru yaitu bulan Sivan bangsa Israel tiba di padang gurun Sinai dan menetap dekat gunung Sinai. Lihat Keluaran 19:1.

Dalam minggu-minggu sebelum tiba di padang gurun Sinai bangsa Israel telah menjadi siap untuk menerima perintah atau Torah dari TUHAN sebelum mereka memasuki Tanah Perjanjian.

Musa naik ke atas gungung Sinai, di sana Elohim memerintahkan Musa agar ia memberitahukan kepada tua-tua Israel apabila mereka tat kepada TUHAN dan memegang teguh perjanjian-Nya maka mereka akan menjadi LORD’s "kingdom of priests" dan "holy nation." Setelah menerima pesan Musa, bangsa Israel berseru, kol asher diber Adonai na’aseh ("all that the LORD has spoken, we shall do").

Musa kemudian naik kembali ke atas gunung Sinai dan diberi tahukan aar seluruh bangsa menguduskan diri mereka pada saat TUHAN turun ke gunung Sinai dalam 3 hari.

Exo 19:10  KJV
And the LORD said unto Moses, Go unto the people, and sanctify them today and tomorrow, and let them wash their clothes,

Exo 19:11  KJV
And be ready against the third day: for the third day the LORD will come down in the sight of all the people upon mount Sinai.

Exo 19:12  KJV
And thou shalt set bounds unto the people round about, saying, Take heed to yourselves, that ye go not up into the mount, or touch the border of it: whosoever toucheth the mount shall be surely put to death:

Exo 19:13  KJV
There shall not a hand touch it, but he shall surely be stoned, or shot through; whether it be beast or man, it shall not live: when the trumpet soundeth long, they shall come up to the mount.

"Be ready for the third day; for on the third day the LORD will come down on Mount Sinai in the sight of all the people."

Berdasarkan tradisi para rabi dikatakan bahwa Torah sebenarnya diberikan pada hari ke 6 bulan Sivan. Bagi yang belum memiliki kalendar Ibrani, Anda dapat men-downloadnya melalui sini.

Pada Shabbat pagi hari ke 6 bulan Sivan, tepat 7 minggu setelah Exodus dari Mesir, seluruh umat Israel berkumpul di kaki gunung Sinai dimana TUHAN turun dalam guntur, kilat, asap, api dan suara sangkakala. TUHAN kemudian memberikan 10 Perintah-Nya.

Suara sangkakala bertambah kuat dan kuat sehingga menggetarkan hati bangsa Israel. Kemudian TUHAN berkata, “I am the LORD Thy God who took you out of Egypt.”  Pada saat TUHAN mulai berbicara  bangsa Israel takut menghadapi TUHAN sehingga membuat Musa menjadi mediator dihadapan TUHAN. Bangsa Israel berdiri jauh-jau sementara Musa sendiri yang datang mendekati TUHAN.

Sebagai mediator, Musa memberitahukan kepada bangsa Israel seluruh perintah TUHAN dan kemudian seluruh bangsa Israel mengatakan : kol hadevarim asher diber Adonai na’eseh: atau "all the words which the LORD has said we will do."

Kemudian Musa menulis seluruh isi Perjanjian dengan TUHAN (sefer habrit), membuat altar di kaki gunung Sinai dengan 12 pilar melambangkan setiap suku bangsa Israel dan memerintahkan agar bangsa Israel membuat korban bakaran kepada TUHAN. Musa mengambil darah anak domba jantan yang dikorbankan dan memercikkannya ke altar lalu membacakan Perjanjian tersebut.

Pada saat Musa membaca Perjanjian tersebut, seluruh bangsa Israel mengatakan :  kol asher diber Adonai na'aseh v’nishma atau "all that the LORD says we will do and obey". Ketika mendengan pengakuan bangsa Israel, Musa mengambil darah anak domba jantan tersebut dan memercikkannya kepada bangsa Israel sambil berkata : "Behold the blood of the covenant that the LORD has made with you in accordance with all these words."

Kemudian Musa, Harun dan anak-anaknya yaitu Nadav dan Avihu bersama 70 tua-tua bangsa Israel naik ke atas gunung Sinai untuk memakan "covenant affirmation meal" antara Yisrael dan TUHAN. Di sanalah para tua-tua Israel melihat kemuliaan Elohei Yisrael (the God of Israel - Elohim-nya bangsa Israel). Lihat Keluaran 24:9-11.

Setelah rombongan tersebut turun gunung, TUHAN memerintahkan Musa untuk naik kembali ke atas gunung untuk menerima luchot ha’even (the tablets of stone) yang berisikan 10 Perintah TUHAN. Lihat Keluaran 24:12.

Musa berada di atas gunung selama 40 hari 40 malam mempelajari Torah sementara seluruh bangsa Israel menunggunya di bawah. Lihat Keluaran 24:13-18.

Midrashrim tentang 2 loh batuBerdasarkan midrash, 2 loh batu tersebut terbuat dari blue sapphire sebagai simbol SOrga dan tahta Tuhan, ditulis oleh jari-jari TUHAN sendiri. Lihat Keluaran 31:18.

Berdasarkan tradisi bangsa Yahudi dikatakan bahwa bahasa Ibrani yang dipakai TUHAN untuk menuliskan 10 Perintah-Nya adalah Ketav Ashurit atau Hebrew yang biasa dipakai dalam pembacaan Tanakh sekarang ini.

Ketav Ashurit




Nama-nama Shavu'otKata sheva dalam bahasa Ibrani artinya adalah tujuh, shavu’ah artinya adalah minggu, dan shavu’ot artinya adalah minggu-minggu. Karena Shavu'ot terjadi tepat pada hari ke 50 setelah Passover, maka para penterjemah bahasa Ibrani ke bahasa Yunani menyebut Hari Shavu'ot sebagai hari Pentakosta.

Berikut ini adalah beberapa nama dari Hari Raya Shavu'ot :
Chag Hakatzir (“The festival of the Harvest) Keluaran 23:16

Yom Habikkurim (“The Day of First Fruits”)
Bilangan 28:26 (jangan salah dengan the festival of First Fruits) Imamat 23:9-12.

Bikkurei Ketzir Chittim
(“The first fruits of the wheat”) Keluaran 34:22.

Yom HaKahal (“The Day of Assembly”) Ulangan 18:16.

Z’man Mattan Torateinu “The season of the giving of the Torah”

Pembacaan Kitab Suci pada saat Shavu’otBerikut ini adalah beberapa ayat-ayat Kitab Suci yang sering dibaca pada Hari Raya Shavu'ot:

Day
Torah Haftarah Brit Chadashah
Erev Shavu’ot (5 Sivan) Tikkun Leil Shavuot
Shavu’ot 1
(6 Sivan)
Exodus 19:1-20:23
Num 28:26-31
(M)
Ezek 1:1-28; 3:12
Ruth
(K)
Jn 1:32-34; Mt 3:11-17;
Acts 2:1-21, 37-41
Shavu’ot 2
(7 Sivan)
Deut 14:22-16:17 Num 28:26-31 (M) Habakkuk 3:1-19 Acts 2:1-13

Megillat Ruth - Buku Ruth
Megillat Rut, atau Buku Ruth selalu dibaca pada saat Shavu'ot di semua sinagog. Kisah Ruth adalah kisah kerelaan untuk menerima Yudaisme atau pola hidup bangsa Yahudi, yang berhubungan dengan peristiwa di gunung Sinai. TUHAN menerima bangsa Yahudi untuk dikuduskan oleh-Nya.

Ruth adalah orang Moab, seorang non Yahudi yang berubah menjadi Yahudi dan menjadi nenek moyang dari raja Daud dan Mesias Yeshua Hammashiach. Berikut ini garis keturunannya :

Ruth in Lineage

Sebagai Goel (kinsman-redeemer), Boaz adalah seorang laki-laki yang kaya berasal dar keturunan Yehuda yang menikahi orang kafir non Yahudi yaitu Ruth. Nama Boaz artinya adalah “in Him is strength,” sebuah gambaran dari Mashiach Yeshua, yang akan lahir dari garis keturunannya dan akan menjadi Penebus juga bagi bangsa-bangsa kafir non Yahudi.

Ruth 1:16


Your people shall be my people,
and your God my God.

Perayaan Shavu'ot bagi gereja
Pada masa Bait Suci, Shavu’ot dirayakan juga sebagai hari raya bercocok tanam walaupun sebenarnya berdasarkan sejarah itu adalah ntuk memperingati turunnya Torah kepada bangsa Israel. Sebagai salah satu peristiwa penting, maka biasanya pada Hari Raya Shavu'ot, seluruh orang Yahudi dari seluruh dunia mereka akan menyempatkan diri datang ke Yerusalem untuk membuat komitmen dan mengingat perjanjian mereka dengan Musa.

Secara garis besar, peristiwa Shavu'ot adalah peristiwa bayangan dari apa yang sebenarnya. Shavu'ot adalah “type and a shadow.”

Dalam Brit Chadashah atau Perjanjian Baru berbahasa Ibrani dijelaskan bahwa Shavu’ot adalah klimaks dari rencana Elohim untuk memberikan kebebasan dan keselamatan melalui Yeshua, Anak Domba Elohim yang sebenarnya atau Seh Elohim.
Bagi orang Kristen, Shavu’ot melambangkan sebuah New Covenant kepada seluruh umat manusia tanpa terkecuali karena saat itulah Ruach HaKodesh atau Roh Kudus (Holy Spirit) diberikan kepada gereja-Nya yaitu para pengikut Kristus.

Pada saat Shavu'ot bangsa Yahudi dari seluruh dunia berkumpul di Yerusalem memperbarui komitmen mereka terhadap perjanjian mereka dengan Musa ketika Torah diberikan kepada bangsa Israel, bagi orang Kristen Shavu'ot adalah mengingat peristiwa turunnya Roh Kudus untuk membuat suatu perjanjian yang baru di dalam Yeshua Hammashiach bagi siapa saja yang percaya kepada Yeshua. Lihat Kisah 4:12

Ketika kebangkitan Yeshua melambangkan Firstfruits bagi mereka yang talah mati (1Kor 15:20), maka kebangkitan ini juga menggenapi Hari Raya Festival of First Fruits dalam bangsa Yahudi.

Shavu’ot marks the day when God entered into covenant with the Jewish nation. During the first Shavu’ot at Sinai, God instituted the Mosaic covenant and gave the Torah in written form, but during the Shavu’ot after the resurrection of Yeshua, God established the New Covenant when He wrote the Torah on the hearts of Yeshua’s followers.

The End (goal) of Torah


Jer 31:33 (BHS)







I will put my law in their inward parts, and write it in their hearts (Jer. 31:33)



Transliteration:


Jeremiah 31:33b transliterated



Psalm 118:27 (BHS)


The LORD is God; He has given us light; bind the festal offering to the horns of the altar with cords.



El Adonai yaiyaer lanu isru-chag, b’avotim ad-karnot ha-mizbe’ach.



Tuhan Yesus memberkati,
Andre