KAJIAN TENTANG POHON ARA YANG KERING DAN HUBUNGANNYA DENGAN PEMBERSIHAN BAIT SUCI
Andre Widodo
© ORI
Shalom,
Markus 11:11
Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Elohim. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.
Markus 11:12
Keesokan harinya sesudah Yeshua dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yeshua merasa lapar.
Markus 11:13
Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.
Markus 11:14
Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.
Markus 11:15
Lalu tibalah Yeshua dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yeshua masuk ke Bait Elohim, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Elohim. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,
Markus 11:16
dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Elohim.
Markus 11:17
Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!"
Markus 11:18
Kepala para Kohanim (*kepala imam-imam, yaitu kaum Saduki*) dan ahli-ahli Torah mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya.
Markus 11:19
Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota.
Markus 11:20
Pagi-pagi ketika Yeshua dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.
Markus 11:21
Maka teringatlah Shimon Kefa (*Simon Petrus*) akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yeshua: "Rabbi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering."
Setelah membaca Markus 11:11-21 di atas, timbul pertanyaan:
"Apakah ada hubungan antara peristiwa pohon ara yang kering dengan peristiwa pembersihan Bait Elohim?"
"Bagaimana kondisi level spiritual bangs Israel di zaman itu? Dan apa kaitannya antara kondisi level spiritual dengan pohon ara?"
"Apa yang menjadi barometer kondisi spiritual bangsa Israel saat itu? Apakah kalangan masyarakat grass-root? Atau apakah kalangan elit tertentu, yaitu para Kohanim, yang pada saat itu dikuasai oleh kaum Saduki?"
FANATISME PINCHAS - FANATISME YESHUA
====================================
Di dalam parashah פינחס - PINCHAS di Bilangan 25:11-13 kita menemukan kisah fanatisme Pinchas yang membela kebenaran dan kehormatan Ha'Shem, sehingga membawa pendamaian bagi bangsa Israel.
Bilangan 25:10
ADONAI berfirman kepada Moshe (*Musa*):
Bilangan 25:11
"Pinchas (*Pinehas*), anak Eleazar, anak imam Aharon (*Harun*), telah menyurutkan murka-Ku dari pada orang Israel, oleh karena ia begitu giat membela kehormatan-Ku di tengah-tengah mereka, sehingga tidaklah Kuhabisi orang Israel dalam cemburu-Ku.
Bilangan 25:12
Sebab itu katakanlah: Sesungguhnya Aku berikan kepadanya perjanjian keselamatan yang dari pada-Ku
Bilangan 25:13
untuk menjadi perjanjian mengenai keimaman selama-lamanya bagi dia dan bagi keturunannya, karena ia telah begitu giat membela Elohim-nya dan telah mengadakan pendamaian bagi orang Israel."
Di dalam Talmud Sanhedrin 82b dijelaskan bahwa kisah ke-fanatik-kan Pinchas terhadap Ha'Shem telah membuat banyak orang-orang di Israel yang oposisi terhadap Pinchas, demikian juga halnya dengan Yeshua. Ke-fanatik-an Yeshua terhadap Ha'Shem untuk menguduskan kembali Bait Suci-Nya, telah membawa oposisi terhadap Yeshua.
Oposisi ini datang dari para Kohanim (*imam-imam*) itu sendiri berserta Kohen Ha'Gadol (*Imam Besar*), yang notabene adalah kaum Saduki.
Salah satu ajaran menyimpang kaum Saduki adalah "tidak percaya akan kebangkitan orang mati", maka otomatis, jika "tidak percaya akan kebangkitan orang mati", maka mereka juga "tidak percaya akan Mesias yang akan membangkitakan orang mati."
Sehingga konsep "Mesias" tidak ada di dalam ajaran kaum Saduki.
Setelah Yeshua membersihkan Bait Suci, maka kaum Saduki mencari cara untuk melenyapkan/membunuh Yeshua, pertama, karena tidak ada konsep Mesias yang akan membangkitakan orang mati di dalam ajaran Saduki, kedua, karena mereka oposisi dengan Yeshua dan mayoritas para rabbi Farisi.
Kebobrokan para Kohanim (*imam-imam*) dan Kohen Ha'Gadol (*Imam Besar*), yaitu orang-orang Saduki ini dijelaskan oleh Josephus Flavius, sejarahwan Yahudi abad pertama, di dalam buku sejarah yang berjudul "Antiquities of the Jews" bab 18. 2.2.
" In the Second Temple era, the priesthood and the Sanhedrin were controlled by the Sadducees. Not only did they teach a warped theology that denied the resurrection, they were politically corrupt and in league with Rome. Annas the High Priest was seemingly working behind the scenes with the Romans to secure the position of High Priest for himself and family members, including his son-in-law, Caiaphas. Josephus reports,
“Tiberius Nero…sent Valerius Gratus to be procurator of Judea, and to succeed Annius Rufus. This man deprived Ananus of the high priesthood, and appointed Ismael, the son of Phabi, to be high priest. He also deprived him in a little time, and ordained Eleazar, the son of Ananus, who had been high priest before, to be high priest; which office, when he had held for a year, Gratus deprived him of it, and gave the high priesthood to Simon, the son of Camithus; and when he had possessed that dignity no longer than a year, Joseph Caiaphas was made his successor. When Gratus had done those things, he went back to Rome, after he had tarried in Judea eleven years, when Pontius Pilate came as his successor.”
Josephus, Antiquities 18.2.2"
Kebobrokan kaum Saduki sangat jelas terlihat. Mereka lebih mementingkan tahta, jabatan, korupsi dan dekat dengan Romawi untuk mempertahankan jabatan Imam Besar.
Jika kebobrokan kaum Saduki sudah nyata, pertanyaannya: "apakah layak mengikuti penghitugan Omer versi kaum Saduki?" Apakah mungkin ada sesuatu yang baik dari apa yang nyata-nyata sudah bobrok?"
Yeshua mengajarkan: "Setiap pohon dikenal dari buahnya. Pohon yang baik pasti menghasilkan buah yang baik pula. Sedangkan pohon yang tidak baik, pasti menghasilkan buah yang tidak baik pula. Tidak mungkin pohon yang tidak baik dapat menghasilkan buah yang baik."
Matityahu (*Matius*) 7:17
Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
Matityahu (*Matius*) 7:18
Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
Matityahu (*Matius*) 7:19
Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
Dengan kata lain: "Tidak mungkin ada ajaran yang baik dari kaum Saduki yang sudah nyata-nyata ajarannya adalah tidak baik." Demikian juga dengan penghitungan Omer versi kaum Saduki.
MISI MESIAS UNTUK MEMBERSIHKAN BAIT SUCI
========================================
Di dalam Talmud Sanhedrin 98a dikatakan, "Jika bangsa Israel ditemukan tidak layak, maka Mesias akan datang dengan rendah hati mengendarai keledai, tetapi jika bangsa Israel ditemuan layak dan benar, maka Mesias akan datang dengan kemuliaan-Nya di awan-awan."
Sanhedrin 98a, Soncino Edition
“R. Alexandri said: ‘R. Joshua b. Levi pointed out a contradiction. it is written, ‘In its time [will the Messiah come],’ whilst it is also written, ‘I [the Lord] will hasten it!’— If they are worthy, I will hasten it: if not, [he will come] at the due time.’ R. Alexandri said: ‘R. Joshua opposed two verses: it is written, ‘And behold, one like the son of man came with the clouds of heaven’ whilst [elsewhere] it is written,’ [behold, thy king comes unto you lowly, and riding upon a donkey! — if they are meritorious, [he will come] with the clouds of heaven, if not, lowly and riding upon an donkey.”
Mesias datang yang pertama kalinya dengan mengendarai seekor keledai, karena ditemukan bahwa bangsa Israel pada saat itu berada dalam kondisi level spiritual yang sangat bobrok.
Yochanan (*Yohanes*) Pembaptis menjelaskan misi Mesias sebagai berikut di Matityahu (*Matius*) 3:12
Matityahu (*Matius*) 3:12
Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."
"Tempat pengirikan" = identik dengan Bait Suci, karena Raja David (*Daud*) membeli lokasi tersebut untuk bangunan Bait Suci di 2 Samuel 24:18.
2 Samuel 24:18
Pada hari itu datanglah Gad kepada Daud dan berkata kepadanya: "Pergilah, dirikanlah mezbah bagi ADONAI di tempat pengirikan Arauna, orang Yebus itu."
Mesias datang yang pertama kalinya dengan misi untuk "membersihkan Bait Suci." Itu sebabnya Ia datang dengan rendah hati mengendarai seekor keledai.
POHON ARA DAN PEMBERSIHAN BAIT SUCI
====================================
Sebelum Yeshua membersihkan Bait Suci, Ia datang untuk melihat pohon ara di Markus 11:13.
Pertanyaannya adalah: Mengapa? Apa signikansi pohon ara dengan peristiwa pembersihan Bait Suci? Mengapa Yeshua mengutuk pohon ara?
Beberapa teologi di kalangan Kristen, berusaha menjelaskan bahwa peristiwa Yeshua mengutuk pohon ara adalah bukti bahwa Yeshua mengutuk bangsa Israel, Yeshua mengutuk praktek Torah Moshe (*Musa*) dan Yeshua mengajarkan suatu hal baru yaitu ajaran iman kepada Mesias.
Ajaran ini bernuansakan anti-Torah, yang juga adalah anti-Israel, yang berarti adalah anti-Semitisme, dan sebuah ajaran "Replacement Theology."
Kalau memang teologi di kalangan Kristen ini benar, lalu mengapa di Matityahu (*Matius*) 8:4, Yeshua malah mengajarkan seseorang untuk mengikuti apa yang diajarkan di dalam Torah Moshe (*Musa*)?
Matityahu (*Matius*) 8:4
Lalu Yeshua berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Moshe (*Musa*), sebagai bukti bagi mereka."
Tidak mungkin Yeshua menentang ajaran Torah Moshe (*Musa*) di Markus 11:13, lalu di Matityahu (*Matius*) 8:4 Yeshua mengajarkan untuk mentaati Torah Moshe (*Musa*).
Masakan Yeshua plin-plan? Tidak mungkin!
Yang benar adalah, terdapat kesalahan teologis dalam mengartikan Markus 11:13 di dalam ke-Kristen-an.
Di dalam Markus 11:13 Yeshua mengutuk pohon ara bukan diartikan mengutuk Torah Moshe (*Musa*), tetapi Yeshua mengutuk generasi bangsa Israel pada saat itu yang ditemukan karena mereka belum siap untuk menerima penebusan. (tidak berbuah).
Jika ditinjau dari aspek hermeneutikal Judaisme פְּרֶדְּס PaRDeS, maka ada makna רֶמֶז remez di balik Markus 11:13
Markus 11:13
Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.
Mengapa Markus menjelaskan "daun-daun saja", yaitu daun-daun pohon ara?
Sebenarnya ketika Yeshua menemukan hanya "daun-daun phon ara saja", hal ini berhubungan dengan "daun-daun ara" peristiwa di Kejadian 3:6-8.
Kejadian 3:6
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
Kejadian 3:7
Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
Kejadian 3:8
Ketika mereka mendengar bunyi langkah ADONAI Elohim, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap ADONAI Elohim di antara pohon-pohonan dalam taman.
"Daun-daun ara" adalah sebuah simbol untuk "menutupi degradasi spiritual/kebejatan spiritual."
Para pemimpin di Bait Suci (*imam-imam kaum Saduki*) telah membawa bangsa Israel ke jalan yang sesat dengan praktek-prakteknya, sehingga menyebabkan level spiritual bangsa Israel berada di titik nadir terendah dan tidak siap untuk menerima penebusan Mesias.
Yeremiyahu (*Yeremia*) 8:10
Sebab itu Aku akan memberikan isteri-isteri mereka kepada orang lain, ladang-ladang mereka kepada penjajah. Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar, semuanya mengejar untung; baik nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu.
Yeremiyahu (*Yeremia*) 8:11
Mereka mengobati luka puteri umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.
Yeremiyahu (*Yeremia*) 8:12
Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah, mereka akan tersandung jatuh pada waktu mereka dihukum, firman ADONAI.
Yeremiyahu (*Yeremia*) 8:13
Aku mau memungut hasil mereka, demikianlah firman ADONAI, tetapi tidak ada buah anggur pada pohon anggur, tidak ada buah ara pada pohon ara, dan daun-daunan sudah layu; sebab itu Aku akan menetapkan bagi mereka orang-orang yang akan melindas mereka."
Lalu mengapa Yeshua mencari buah ara, padahal Ia sudah tahu bahwa saat itu bukan musimnya?
Yeshua datang bukan mencari buah ara, karena Ia lapar ingin makan, tetapi dalam level spritual Yeshua datang untuk mencari apakah ada orang-orang yang benar di antara bangsa Israel, seperti dijelaskan oleh nabi Mikha
Mikha 7:1
Celaka aku! Sebab keadaanku seperti pada pengumpulan buah-buahan musim kemarau, seperti pada pemetikan susulan buah anggur: tidak ada buah anggur untuk dimakan, atau buah ara yang kusukai.
Mikha 7:2
Orang saleh sudah hilang dari negeri, dan tiada lagi orang jujur di antara manusia. Mereka semuanya mengincar darah, yang seorang mencoba menangkap yang lain dengan jaring.
Mesias Yeshua bukan lapar secara jasmani untuk makan buah pohon ara, tetapi Ia lapar melihat apakah ada orang-orang tzaddik (*orang benar*) di generasi bangsa Israel pada saat itu. Yeshua mencari kualitas orang-orang Israel yang tzadiik seperti kualitas bapak-bapak leluhur mereka.
Yeshua pernah melihat kualitas ini di dalam diri Nathan'El (*Natanael*)
Yochanan (*Yohanes*) 1:47
Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yeshua melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"
Di dalam Markus 8:22-24 kita dapat melihat bagaimana orang banyak diidentikkan sebagai kumpulan pohon-pohon.
Markus 8:22
Kemudian tibalah Yeshua dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia.
Markus 8:23
Yeshua memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?"
Markus 8:24
Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang-orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon."
Mesias datang pertama kali untuk mengetahui apakah bangsa Israel sudah siap untuk menerima penebusan. Jika tidak, maka Mesias akan datang dengan mengendarai seekor keledai, jika siap, maka Mesias akan datang dengan awan-awan.
Talmud Sanhedrin 98a
“R. Alexandri said: ‘R. Joshua b. Levi pointed out a contradiction. it is written, ‘In its time [will the Messiah come],’ whilst it is also written, ‘I [the Lord] will hasten it!’— If they are worthy, I will hasten it: if not, [he will come] at the due time.’ R. Alexandri said: ‘R. Joshua opposed two verses: it is written, ‘And behold, one like the son of man came with the clouds of heaven’ whilst [elsewhere] it is written,’ [behold, thy king comes unto you lowly, and riding upon a donkey! — if they are meritorious, [he will come] with the clouds of heaven, if not, lowly and riding upon an donkey.”
R’ Yosef Hayyim dari Baghdad (1835-1909) menjelaskan dalam, "Days of Peace, Ben Ish Hai Anthology, Yeshivat Ahavat Shalom Publications, pg. 4"
“There are actually two different times in which the Messiah can come, expressed in the verse, “In its time I will hasten it” (Isaiah 60:22). The verse appears contradictory: will his arrival be “in its time,” or will God hasten it? We must explain that it refers to two different times: “its time” – a fixed time at which God swore to bring the Messiah regardless of Israel’s worthiness; “I will hasten it” – if Israel is worthy, God will bring the Messiah before the appointed time (Sanhedrin 98a).”
SINAT CHINAM
============
Lalu apa yang menyebabkan bangsa Israel tidak layak pada saat itu?
Talmud Yoma 23a menjelaskan:
"Our Rabbis taught: It once happened that two priests were equal as they ran to mount the ramp and when one of them came first within four cubits of the altar, the other took a knife and thrust it into his heart…The father of the young man came and found him still in convulsions. He said: ‘May he be an atonement for you. My son is still in convulsions and the knife has not become unclean.’ [His remark] comes to teach you that the cleanness of their vessels was of greater concern to them even than the shedding of blood. Thus is it also said: Moreover Manasseh shed innocent blood very much, till he had filled Jerusalem from one end to the other."
שִׂנְאַת חִנָּם - sinat chinam = baseless hatred = kebencian yang tidak ada dasar.
Bisa juga diartikan sebagai berikut:
שִׂנְאַת חִנָּם - sinat chinam = kebencian terhadap kasih karunia חֵן - chen. Esensinya adalah "sebuah kebencian terhadap kasih karunia Elohim yang sudah diberikan." Hal ini bisa mencakup:
1.) Kebencian terhadap kasih karunia חֵן - chen itu sendiri, yaitu Mesias.
2.) Kebencian terhadap sesama manusia yang diciptakan menurut rupa Elohim ketika bangsa Israel saling membunuh di natara sesamanya.
3.) Tidak ada kecintaan terhadap kekudusan Bait Suci yang diberikan Elohim sebagai bentuk kasih karunia-Nya, tetapi menajiskan tempat kudus-Nya.
KESUBURAN TANAH KAITANNYA DENGAN KETAATAN TERHADAP TORAH
=====================================================
Di dalam parashah בְּהַר - BEHAR di Imamat 26:32-35 dijelaskan bahwa ada kaitanya antara ketaatan terhadap Torah dengan kesuburan tanah. Jika kita taat Torah, maka tanah akan subur, menghasilkan buahnya. Sebaliknya, jika tidak taat Torah, maka tanah akan menjadi tandus, gersang, tidak menghasilan buahnya.
Imamat 26:32
Aku sendiri akan merusakkan negeri itu, sehingga musuhmu yang tinggal di situ akan tercengang karenanya.
Imamat 26:33
Tetapi kamu akan Kuserakkan di antara bangsa-bangsa lain dan Aku akan menghunus pedang di belakang kamu, dan tanahmu akan menjadi tempat tandus dan kota-kotamu akan menjadi reruntuhan.
Imamat 26:34
Pada waktu itulah tanah itu pulih dari dilalaikannya tahun-tahun sabatnya selama tanah itu tandus dan selama kamu tinggal di negeri musuh-musuhmu; pada waktu itulah tanah itu akan menjalani sabatnya dan dipulihkan tahun-tahun sabat yang belum didapatnya.
Imamat 26:35
Selama ketandusannya tanah itu akan menjalani sabat yang belum dijalaninya pada tiap-tiap tahun sabatmu, ketika kamu masih diam di situ.
Selama tanah itu mengalami ketandusannya, sebenarnya tanah tersebut juga sedang menjaani masa Shabbat-nya.
Jadi ketika Yeshua datang menghampiri pohon ara, dan Ia hanya menemukan daun-daunnya saja, ttapi tidak menemukan buahnya, maka itu mencerminkan kndisi spiritual bangsa Israel pada saat itu.
Itu sebabnya di Markus 11:13, setelah peristiwa pohon ara, kemudian Yeshua datang ke Bait Suci untuk menyucikan Bait Suci dari segala kejahatan dan pencemaran, karena barometer spiritual level bangsa Israel pada saat itu terdapat pada imam-imam di Bait Suci tersebut, yang sudah dicemarkan oleh kaum Saduki dengan segala halakhah Saduki mereka yang salah.