Popular Posts

Thursday, May 28, 2015

TORAH SHEBIKHTAV DAN TORAH SHE'BAL PEH

TORAH SHEBIKHTAV DAN TORAH SHE'BAL PEH
Andre Widodo
© ORI

Shalom,

TORAH SHEBIKTAV [תורה שבכתב] di dalam literatur Rabbinikal adalah 5 Kitab Moshe (Musa). Sering disebut sebagai TORAH TERTULIS.

TORAH SHE'BAL PEH [תורה שבעל פה] di dalam literatur Rabbinikal adalah merujuk kepada TALMUD [תלמוד]. Sering disebut sebagai TORAH LISAN.

Pada hari raya SHAVUOT [שבועות] tanggal 6-7 Sivan, kita merayakan hari raya diberikannya Torah, yaitu dengan cara membaca kitab Ruth, dengan maksud agar kita memahami bahwa TORAH TERTULIS dan TORAH LISAN adalah sebuah SATU KESATUAN dan tidak mungkin terpisahkan. Seperti TUBUH dan JIWA tidak dapat dipisahkan.

Di dalam Kitab Ruth dijelaskan bahwa Ruth adalah seorang Moab, yang menggabungkan dirinya ke dalam bangsa Israel, dan menjadi leluhur Raja David (Daud), dan dari garis keturunan inilah Mesias Yeshua dilahirkan.

Tetapi, jika kita membaca Devarim (Ulangan) 23:3 di dalam TORAH TERTULIS diperintahkan bahwa tidak ada seorangpun dari bangsa Amon atau bangsa Moab yang dapat bergabung dengan masyarakat Israel.

Devarim (Ulangan) 23:3
לא-יבא עמוני ומואבי בקהל יהוה גם דור עשירי לא-יבא להם בקהל יהוה עד-עולם
lo-ya.vo a.mo.ni u.mo.a.vi bik.hal a.do.nai gam dor a.si.ri lo-ya.vo la.hem bik.hal a.do.nai ad-o.lam
Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah ADONAI, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah ADONAI sampai selama-lamanya,

Lalu mengapa Ruth orang Moab itu dapat masuk ke dalam masyarakat Israel? Bukan-kah hal ini dilarang oleh TORAH TERTULIS?

Jika demikian halnya diperintahkan oleh TORAH TERTULIS, maka legitimasi Raja David (Daud) sebagai Raja Israel adalah raja yang tidak sah berdasarkan TORAH TERTULIS di Devarim (Ulangan) 23:3. Dan karena Raja David (Daud) adalah keturunan dari Ruth orang Moab, maka konsekuensinya adalah Mesias Yeshua yang datang dari keturunan Raja David (Daud) juga menjadi Mesias yang tidak sah berdasarkan TORAH TERTULIS di Devarim (Ulangan) 23:3. Karena berdasarkan Matityahu (Matius) 1 dijelaskan bahwa Yeshua adalah keturunan Raja David (Daud), keturunan dari Ruth orang Moab, dan keturunan dari Avraham.

Teks di dalam Matityahu (Matius) 1 secara eksplisit menyatakan bahwa Yeshua Mesias adalah keturunan langsung dari Ruth orang Moab.

Selain itu, nabi Shmuel (Samuel) adalah nabi yang mengurapi David (Daud) kecil menjadi raja menggantikan Raja Shaul. Sehingga berdasarkan TORAH TERTULIS di Devarim (Ulangan 23:3), maka nabi Shmuel (Samuel) juga adalah nabi yang salah, karena menobatkan orang keturunan Moab menjadi raja atas Israel. Masakan nabi Shmuel (Samuel) bertentangan dengan TORAH TERTULIS? Maka nabi Shmuel (Samuel) bisa-bisa dikategorikan sebagai nabi palsu.

Bagaimana Mesianik Judaisme menjawab kontroversi ini?

Di sini sebagai Mesianik Judaisme kita belajar bahwa TORAH TERTULIS tidak dapat dipisahkan dari TORAH LISAN. Kedua-duanya adalah suatu SATU KESATUAN dan saling melengkapi satu sama lainnya. Seperti TUBUH dan JIWA adalah satu kesatuan, demikian juga TORAH TERTULIS dan TORAH LISAN.

Jika sebagai Mesianik Judaisme menjadi anti terhadap TORAH LISAN, maka mereka akan terjebak di dalam konsep berpikir yang salah.

Tentang kontroversi yang terdapat di dalam TORAH TERTULIS di Devarim (Ulangan) 23:3 dan kaitannya dengan Raja David (Daud) sebagai keturunan orang Moab, kita mendapatkan penjelasan yang detail di dalam TORAH LISAN. Di dalam TALMUD Yevamot 76b:

"Yevamot 76b 
MISHNA: 
An Ammonite and a Moabite are forbidden and their prohibition is forever, Their women, however, are permitted at once. An Egyptian and an Edomite are forbidden only until the third generation. Whether they are males or females. R. Simeon, however, permits their women forthwith. Said R. Simeon: This law might be inferred a minori ad majus: If where the males are forbidden for all time the females are permitted forthwith, how much more should the females be permitted forthwith where the males are forbidden until the third generation only. They replied: If this is an halachah, we shall accept it;  But if it is only an inference, an objection can be pointed out. He replied: Not so. [But in fact] it is an halachah that I am reporting.

GEMARA: 
Whence are these laws inferred? — R. Johanan replied: Scripture stated, And when Saul saw David go forth against the Philistine, he said into Abner, the captain of the host: ‘Abner, whose son is this youth’? And Abner said: ‘As thy soul liveth, O King, I cannot tell’. But did he not know him? Surely it is written, And he loved him greatly; and he became his armour bearer! — He rather made the inquiry concerning his father. But did he not know his father? Surely it is written, And the man was an old man in the days of Saul, stricken in years among them; and Rab or, it might be said, R. Abba, stated that this referred to the father of David, Jesse. who came in with an army and went out with an army!— It is this that Saul meant: Whether he descended from Perez, or from Zerah. If he descended from Perez he would be king, for a king breaks for himself a way and no one can hinder him. If, however, he is descended from Zerah he would only be an important man. What is the reason why he gave instructions that enquiry be made concerning him? — Because it is written, And Saul clad David with his apparel. being of the same size as his, and about Saul it is written, From his shoulders and upward he was higher than any of the people. Doeg the Edomite then said to him, ‘Instead of enquiring whether he is fit to be king or not, enquire rather whether he is permitted to enter the assembly or not’! ‘What is the reason’? ‘Because he is descended from Ruth the Moabitess’. Said Abner to him, ‘We learned: An Ammonite, but not an Ammonitess; A Moabite, but not a Moabitess! But in that case a bastard would’ imply: But not a female bastard?’ — ‘It is written mamzer [Which implies] anyone objectionable’. ‘Does then Egyptian exclude the Egyptian woman’? — ‘Here it is different, since the reason for the Scriptural text is explicitly stated: Because they met you not with bread and with water; it is customary for a man to meet [wayfarers]; It is not, however, customary for a woman to meet [them]’."

Kemudian di TALMUD Yevamot 69a:

"Yevamot 69a 
For a Master said: An Ammonite, but not an Ammonitess; a Moabite, but not a Moabitess."

Di sini kita melihat bagaimana melalui TORAH LISAN dijelaskan bahwa TORAH TERTULIS di Devarim (Ulangan) 23:3 diterapkan hanya untuk LAKI-LAKI dari bangsa Moab dan Amon, tetapi tidak berlaku bagi PEREMPUAN dari bangsa Moab dan bangsa Amon.

Nabi Shmuel (Samuel) yang melantik Raja David (Daud) memahami hal ini ketika ia melantik David (Daud) menjadi raja. Dan sebenarnya nabi Shmuel (Samuel) jugalah yang menuliskan Kitab Ruth.

Di sini kita melihat bahwa legitimasi (keabsahan) Raja David (Daud) sebagai Raja, dan juga legitimasi Mesias Yeshua sebagai Mesias bergantung kepada TORAH LISAN. Tidak selalu hanya bergantung kepada TORAH TERTULIS saja.

Penjelasan ini hanya dapat ditemukan di dalam TORAH LISAN. Tidak ada di dalam TORAH TERTULIS. Nabi Shmuel (Samuel) memahami hal ini.

Selain itu di dalam TORAH LISAN juga dijelaskan mengapa LAKI-LAKI bangsa Moab dianggap TIDAK KOSHER [TAMEI] sedangkan PEREMPUAN bangsa Moab dikategorikan KOSHER.

TORAH LISAN menjelaskan bahwa pada saat bangsa Israel merantau di padang gurun selama 40 tahun, PEREMPUAN bangsa Moab tidak diwajibkan untuk keluar dari rumah untuk memberikan sambutan kepada bangsa Israel. Ini bukan tugas PEREMPUAN. Tetapi ini adalah tugas LAKI-LAKI bangsa Moab. Kenyataannya adalah LAKI-LAKI bangsa Moab malah mengabaikan tugas tersebut, dan oleh karena itu, mereka harus menanggung akibatnya, yaitu tidak diizinkan untuk bergabung dengan bangsa Israel (Devarim 23:3).

Tanpa klarifikasi dari TALMUD (TORAH LISAN), maka Yeshua tidak akan mendapatkan legitimasi sebagai Mesias, karena TORAH TERTULIS jelas-jelas mengatakan bahwa seorang Moab tidak boleh masuk ke dalam jemaah Israel (Devarim 23:3). Sedangkan Ruth adalah seorang Moab.

Karena itu sebenarnya adalah hal yang bijaksana apabila seorang Mesianik Judaisme menerima TALMUD (TORAH LISAN) apabila kita mau menerima fakta bahwa Yeshua adalah Mesias. Karena justru hanya melalui TALMUD (TORAH LISAN)-lah legitimasi Yeshua sebagai Mesias keturunan David (Daud), keturunan Ruth orang Moab mendapatkan legitimasinya.

Tidak dapat bersumber hanya dari TORAH TERTULIS saja di Devarim (Ulangan) 23:3, tetapi juga bersumber dari TALMUD (TORAH LISAN).


Monday, May 11, 2015

KONSEP LAHIR BARU

KONSEP LAHIR BARU
Andre Widodo
© ORI

Shalom,

Pertanyaan:
Apakah LAHIR BARU sebuah konsep di dalam ke-Kristen-an?

Jawab:
Sebenarnya LAHIR BARU adalah sebuah konsep di dalam Judaisme.

Ada tertulis di dalam Talmud Babilonia, Seder Nashim, Traktat Yevamot 48b:

"R. Jose said: One who has become a proselyte is like a child newly born."

Note:
Newly born = LAHIR BARU.

Rabbi kita Yeshua dulu pernah bercakap-cakap dengan seorang Rabbi Farisi yang lain bernama Nikodemus, seorang kepala sinagog tentang LAHIR BARU. Ini adalah sebuah pembicaraan di antara 2 orang Rabbi sebagai seorang pemimpin agama Judaisme.

Yochanan (*Yohanes*) 3:1
Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.

Yochanan (*Yohanes*) 3:2
Ia datang pada waktu malam kepada Yeshua dan berkata: "Rabbi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru (*moreh*) yang diutus Elohim; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Elohim tidak menyertainya."

Yochanan (*Yohanes*) 3:3
Yeshua menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Elohim."

Yochanan (*Yohanes*) 3:4
Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

Yochanan (*Yohanes*) 3:5
Jawab Yeshua: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Elohim.

Yochanan (*Yohanes*) 3:6
Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

Yochanan (*Yohanes*) 3:7
Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

Konsep LAHIR BARU yang dibicarakan oleh Yeshua adalah konsep LAHIR BARU bukan dalam pengertian "proselyte" dalam konsep legalitas (legalisme belaka), tetapi sebenarnya konsep LAHIR BARU dari AIR [מים - MAYIM] dan ROH  [רוח - RUACH].

AIR [מים - MAYIM] = dimulai dengan huruf Ibrani MEM [מ], yang adalah figur MESIAS [משיח - MASHIACH]

ROH  [רוח - RUACH] = adalah figur ROH KUDUS [רוח הקודש - RUACH HA'KODESH]

Konsep LAHIR baru di dalam pengertian yang sesungguhnya adalah:

1.)
Ketika seseorang menerima "THE JEWISH MESSIAH", yaitu Yeshua sebagai MESIAS [משיח - MASHIACH]. Karena tidak ada satu orangpun di dunia ini yang bisa menyatakan dirinya sebagai AIR HIDUP.

2.)
Dan ketika seseorang menerima ROH KUDUS [רוח הקודש - RUACH HA'KODESH], yang dicurahkan pada tanggal yang sama saat TORAH diberikan, yaitu tanggal 6-7 Sivan, hari raya SHAVU'OT.

Ini-lah konsep LAHIR BARU yang sesungguhnya, yang tidak terjadi oleh perbuatan tangan manusia, tetapi oleh perbuatan Elohim sendiri melalui Anak-Nya, Sang Mesias, dan Roh-Nya.

Konsep LAHIR BARU berupa "proselyte" adalah hanya sebuah legal aspek buatan tangan manusia untuk mendapatkan pengakuan manusia, yaitu LEGALISME. Tetapi sebagai Mesianik Judaisme, kita tidak mencari pengakuan manusia, tetapi pengakuan dari Rabbi kita Mesias Yeshua, yang adalah Anak-Nya.

Tercatat, bahwa Rabbi Nicodemus Z"L pada akhirnya mengalami LAHIR BARU, ketika ia berhasil memahami makna LAHIR BARU yang Rabbi Yeshua ajarkan kepadanya, ketika ia menerima Rabbi Yeshua sebagai Mesias dan Torah-Nya melalui Roh Kudus-Nya.

Inilah Mesianik Judaisme.

Sunday, May 10, 2015

KAJIAN TENTANG POHON ARA YANG KERING DAN HUBUNGANNYA DENGAN PEMBERSIHAN BAIT SUCI

KAJIAN TENTANG POHON ARA YANG KERING DAN HUBUNGANNYA DENGAN PEMBERSIHAN BAIT SUCI
Andre Widodo
© ORI

Shalom,

Markus 11:11
Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Elohim. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.

Markus 11:12
Keesokan harinya sesudah Yeshua dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yeshua merasa lapar.

Markus 11:13
Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.

Markus 11:14
Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.

Markus 11:15
Lalu tibalah Yeshua dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yeshua masuk ke Bait Elohim, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Elohim. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,

Markus 11:16
dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Elohim.

Markus 11:17
Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!"

Markus 11:18
Kepala para Kohanim (*kepala imam-imam, yaitu kaum Saduki*) dan ahli-ahli Torah mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya.

Markus 11:19
Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota.

Markus 11:20
Pagi-pagi ketika Yeshua dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.

Markus 11:21
Maka teringatlah Shimon Kefa (*Simon Petrus*) akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yeshua: "Rabbi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering."

Setelah membaca Markus 11:11-21 di atas, timbul pertanyaan:

"Apakah ada hubungan antara peristiwa pohon ara yang kering dengan peristiwa pembersihan Bait Elohim?"

"Bagaimana kondisi level spiritual bangs Israel di zaman itu? Dan apa kaitannya antara kondisi level spiritual dengan pohon ara?"

"Apa yang menjadi barometer kondisi spiritual bangsa Israel saat itu? Apakah kalangan masyarakat grass-root? Atau apakah kalangan elit tertentu, yaitu para Kohanim, yang pada saat itu dikuasai oleh kaum Saduki?"


FANATISME PINCHAS - FANATISME YESHUA
====================================
Di dalam parashah פינחס - PINCHAS di Bilangan 25:11-13 kita menemukan kisah fanatisme Pinchas yang membela kebenaran dan kehormatan  Ha'Shem, sehingga membawa pendamaian bagi bangsa Israel.

Bilangan 25:10
ADONAI berfirman kepada Moshe (*Musa*):

Bilangan 25:11
"Pinchas (*Pinehas*), anak Eleazar, anak imam Aharon (*Harun*), telah menyurutkan murka-Ku dari pada orang Israel, oleh karena ia begitu giat membela kehormatan-Ku di tengah-tengah mereka, sehingga tidaklah Kuhabisi orang Israel dalam cemburu-Ku.

Bilangan 25:12
Sebab itu katakanlah: Sesungguhnya Aku berikan kepadanya perjanjian keselamatan yang dari pada-Ku

Bilangan 25:13
untuk menjadi perjanjian mengenai keimaman selama-lamanya bagi dia dan bagi keturunannya, karena ia telah begitu giat membela Elohim-nya dan telah mengadakan pendamaian bagi orang Israel."

Di dalam Talmud Sanhedrin 82b dijelaskan bahwa kisah ke-fanatik-kan Pinchas terhadap Ha'Shem telah membuat banyak orang-orang di Israel yang oposisi terhadap Pinchas, demikian juga halnya dengan Yeshua. Ke-fanatik-an Yeshua terhadap Ha'Shem untuk menguduskan kembali Bait Suci-Nya, telah membawa oposisi terhadap Yeshua.

Oposisi ini datang dari para Kohanim (*imam-imam*) itu sendiri berserta Kohen Ha'Gadol (*Imam Besar*), yang notabene adalah kaum Saduki.

Salah satu ajaran menyimpang kaum Saduki adalah "tidak percaya akan kebangkitan orang mati", maka otomatis, jika "tidak percaya akan kebangkitan orang mati", maka mereka juga "tidak percaya akan Mesias yang akan membangkitakan orang mati."

Sehingga konsep "Mesias" tidak ada di dalam ajaran kaum Saduki.

Setelah Yeshua membersihkan Bait Suci, maka kaum Saduki mencari cara untuk melenyapkan/membunuh Yeshua, pertama, karena tidak ada konsep Mesias yang akan membangkitakan orang mati di dalam ajaran Saduki, kedua, karena mereka oposisi dengan Yeshua dan mayoritas para rabbi Farisi.

Kebobrokan para Kohanim (*imam-imam*) dan Kohen Ha'Gadol (*Imam Besar*), yaitu orang-orang Saduki ini dijelaskan oleh Josephus Flavius, sejarahwan Yahudi abad pertama, di dalam buku sejarah yang berjudul "Antiquities of the Jews" bab 18. 2.2.

" In the Second Temple era, the priesthood and the Sanhedrin were controlled by the Sadducees. Not only did they teach a warped theology that denied the resurrection, they were politically corrupt and in league with Rome. Annas the High Priest was seemingly working behind the scenes with the Romans to secure the position of High Priest for himself and family members, including his son-in-law, Caiaphas. Josephus reports,

“Tiberius Nero…sent Valerius Gratus to be procurator of Judea, and to succeed Annius Rufus. This man deprived Ananus of the high priesthood, and appointed Ismael, the son of Phabi, to be high priest. He also deprived him in a little time, and ordained Eleazar, the son of Ananus, who had been high priest before, to be high priest; which office, when he had held for a year, Gratus deprived him of it, and gave the high priesthood to Simon, the son of Camithus; and when he had possessed that dignity no longer than a year, Joseph Caiaphas was made his successor. When Gratus had done those things, he went back to Rome, after he had tarried in Judea eleven years, when Pontius Pilate came as his successor.”
Josephus, Antiquities 18.2.2"

Kebobrokan kaum Saduki sangat jelas terlihat. Mereka lebih mementingkan tahta, jabatan, korupsi dan dekat dengan Romawi untuk mempertahankan jabatan Imam Besar.

Jika kebobrokan kaum Saduki sudah nyata, pertanyaannya: "apakah layak mengikuti penghitugan Omer versi kaum Saduki?" Apakah mungkin ada sesuatu yang baik dari apa yang nyata-nyata sudah bobrok?"

Yeshua mengajarkan: "Setiap pohon dikenal dari buahnya. Pohon yang baik pasti menghasilkan buah yang baik pula. Sedangkan pohon yang tidak baik, pasti menghasilkan buah yang tidak baik pula. Tidak mungkin pohon yang tidak baik dapat menghasilkan buah yang baik."

Matityahu (*Matius*) 7:17
Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

Matityahu (*Matius*) 7:18
Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.

Matityahu (*Matius*) 7:19
Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

Dengan kata lain: "Tidak mungkin ada ajaran yang baik dari kaum Saduki yang sudah nyata-nyata ajarannya adalah tidak baik." Demikian juga dengan penghitungan Omer versi kaum Saduki.

MISI MESIAS UNTUK MEMBERSIHKAN BAIT SUCI
========================================
Di dalam Talmud Sanhedrin 98a dikatakan, "Jika bangsa Israel ditemukan tidak layak, maka Mesias akan datang dengan rendah hati mengendarai keledai, tetapi jika bangsa Israel ditemuan layak dan benar, maka Mesias akan datang dengan kemuliaan-Nya di awan-awan."

Sanhedrin 98a, Soncino Edition
“R. Alexandri said: ‘R. Joshua b. Levi pointed out a contradiction. it is written, ‘In its time [will the Messiah come],’ whilst it is also written, ‘I [the Lord] will hasten it!’— If they are worthy, I will hasten it: if not, [he will come] at the due time.’ R. Alexandri said: ‘R. Joshua opposed two verses: it is written, ‘And behold, one like the son of man came with the clouds of heaven’ whilst [elsewhere] it is written,’ [behold, thy king comes unto you lowly, and riding upon a donkey! — if they are meritorious, [he will come] with the clouds of heaven, if not, lowly and riding upon an donkey.”

Mesias datang yang pertama kalinya dengan mengendarai seekor keledai, karena ditemukan bahwa bangsa Israel pada saat itu berada dalam kondisi level spiritual yang sangat bobrok.

Yochanan (*Yohanes*) Pembaptis menjelaskan misi Mesias sebagai berikut di Matityahu (*Matius*) 3:12

Matityahu (*Matius*) 3:12
Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

"Tempat pengirikan" = identik dengan Bait Suci, karena Raja David (*Daud*) membeli lokasi tersebut untuk bangunan Bait Suci di 2 Samuel 24:18.

2 Samuel 24:18
Pada hari itu datanglah Gad kepada Daud dan berkata kepadanya: "Pergilah, dirikanlah mezbah bagi ADONAI di tempat pengirikan Arauna, orang Yebus itu."

Mesias datang yang pertama kalinya dengan misi untuk "membersihkan Bait Suci." Itu sebabnya Ia datang dengan rendah hati mengendarai seekor keledai.

POHON ARA DAN PEMBERSIHAN BAIT SUCI
====================================
Sebelum Yeshua membersihkan Bait Suci, Ia datang untuk melihat pohon ara di Markus 11:13.

Pertanyaannya adalah: Mengapa? Apa signikansi pohon ara dengan peristiwa pembersihan Bait Suci? Mengapa Yeshua mengutuk pohon ara?

Beberapa teologi di kalangan Kristen, berusaha menjelaskan bahwa peristiwa Yeshua mengutuk pohon ara adalah bukti bahwa Yeshua mengutuk bangsa Israel, Yeshua mengutuk praktek Torah Moshe (*Musa*) dan Yeshua mengajarkan suatu hal baru yaitu ajaran iman kepada Mesias.

Ajaran ini bernuansakan anti-Torah, yang juga adalah anti-Israel, yang berarti adalah anti-Semitisme, dan sebuah ajaran "Replacement Theology."

Kalau memang teologi di kalangan Kristen ini benar, lalu mengapa di Matityahu (*Matius*) 8:4, Yeshua malah mengajarkan seseorang untuk mengikuti apa yang diajarkan di dalam Torah Moshe (*Musa*)?

Matityahu (*Matius*) 8:4
Lalu Yeshua berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Moshe (*Musa*), sebagai bukti bagi mereka."

Tidak mungkin Yeshua menentang ajaran Torah Moshe (*Musa*) di Markus 11:13, lalu di Matityahu (*Matius*) 8:4 Yeshua mengajarkan untuk mentaati Torah Moshe (*Musa*).

Masakan Yeshua plin-plan? Tidak mungkin!

Yang benar adalah, terdapat kesalahan teologis dalam mengartikan Markus 11:13 di dalam ke-Kristen-an.

Di dalam Markus 11:13 Yeshua mengutuk pohon ara bukan diartikan mengutuk Torah Moshe (*Musa*), tetapi Yeshua mengutuk generasi bangsa Israel pada saat itu yang ditemukan karena mereka belum siap untuk menerima penebusan. (tidak berbuah).

Jika ditinjau dari aspek hermeneutikal Judaisme פְּרֶדְּס PaRDeS, maka ada makna רֶמֶז remez di balik Markus 11:13

Markus 11:13
Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.

Mengapa Markus menjelaskan "daun-daun saja", yaitu daun-daun pohon ara?

Sebenarnya ketika Yeshua menemukan hanya "daun-daun phon ara saja", hal ini berhubungan dengan "daun-daun ara" peristiwa di Kejadian 3:6-8.

Kejadian 3:6
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

Kejadian 3:7
Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

Kejadian 3:8
Ketika mereka mendengar bunyi langkah ADONAI Elohim, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap ADONAI Elohim di antara pohon-pohonan dalam taman.

"Daun-daun ara" adalah sebuah simbol untuk "menutupi degradasi spiritual/kebejatan spiritual."

Para pemimpin di Bait Suci (*imam-imam kaum Saduki*) telah membawa bangsa Israel ke jalan yang sesat dengan praktek-prakteknya, sehingga menyebabkan level spiritual bangsa Israel berada di titik nadir terendah dan tidak siap untuk menerima penebusan Mesias.

Yeremiyahu (*Yeremia*) 8:10
Sebab itu Aku akan memberikan isteri-isteri mereka kepada orang lain, ladang-ladang mereka kepada penjajah. Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar, semuanya mengejar untung; baik nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu.

Yeremiyahu (*Yeremia*) 8:11
Mereka mengobati luka puteri umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.

Yeremiyahu (*Yeremia*) 8:12
Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah, mereka akan tersandung jatuh pada waktu mereka dihukum, firman ADONAI.

Yeremiyahu (*Yeremia*) 8:13
Aku mau memungut hasil mereka, demikianlah firman ADONAI, tetapi tidak ada buah anggur pada pohon anggur, tidak ada buah ara pada pohon ara, dan daun-daunan sudah layu; sebab itu Aku akan menetapkan bagi mereka orang-orang yang akan melindas mereka."

Lalu mengapa Yeshua mencari buah ara, padahal Ia sudah tahu bahwa saat itu bukan musimnya?

Yeshua datang bukan mencari buah ara, karena Ia lapar ingin makan, tetapi dalam level spritual Yeshua datang untuk mencari apakah ada orang-orang yang benar di antara bangsa Israel, seperti dijelaskan oleh nabi Mikha

Mikha 7:1
Celaka aku! Sebab keadaanku seperti pada pengumpulan buah-buahan musim kemarau, seperti pada pemetikan susulan buah anggur: tidak ada buah anggur untuk dimakan, atau buah ara yang kusukai.

Mikha 7:2
Orang saleh sudah hilang dari negeri, dan tiada lagi orang jujur di antara manusia. Mereka semuanya mengincar darah, yang seorang mencoba menangkap yang lain dengan jaring.

Mesias Yeshua bukan lapar secara jasmani untuk makan buah pohon ara, tetapi Ia lapar melihat apakah ada orang-orang tzaddik (*orang benar*) di generasi bangsa Israel pada saat itu. Yeshua mencari kualitas orang-orang Israel yang tzadiik seperti kualitas bapak-bapak leluhur mereka.

Yeshua pernah melihat kualitas ini di dalam diri Nathan'El (*Natanael*)

Yochanan (*Yohanes*) 1:47
Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yeshua melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"

Di dalam Markus 8:22-24 kita dapat melihat bagaimana orang banyak diidentikkan sebagai kumpulan pohon-pohon.

Markus 8:22
Kemudian tibalah Yeshua dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia.

Markus 8:23
Yeshua memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?"

Markus 8:24
Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang-orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon."

Mesias datang pertama kali untuk mengetahui apakah bangsa Israel sudah siap untuk menerima penebusan. Jika tidak, maka Mesias akan datang dengan mengendarai seekor keledai, jika siap, maka Mesias akan datang dengan awan-awan.

Talmud Sanhedrin 98a
“R. Alexandri said: ‘R. Joshua b. Levi pointed out a contradiction. it is written, ‘In its time [will the Messiah come],’ whilst it is also written, ‘I [the Lord] will hasten it!’— If they are worthy, I will hasten it: if not, [he will come] at the due time.’ R. Alexandri said: ‘R. Joshua opposed two verses: it is written, ‘And behold, one like the son of man came with the clouds of heaven’ whilst [elsewhere] it is written,’ [behold, thy king comes unto you lowly, and riding upon a donkey! — if they are meritorious, [he will come] with the clouds of heaven, if not, lowly and riding upon an donkey.”

R’ Yosef Hayyim dari Baghdad (1835-1909) menjelaskan dalam, "Days of Peace, Ben Ish Hai Anthology, Yeshivat Ahavat Shalom Publications, pg. 4"

“There are actually two different times in which the Messiah can come, expressed in the verse, “In its time I will hasten it” (Isaiah 60:22). The verse appears contradictory: will his arrival be “in its time,” or will God hasten it? We must explain that it refers to two different times: “its time” – a fixed time at which God swore to bring the Messiah regardless of Israel’s worthiness; “I will hasten it” – if Israel is worthy, God will bring the Messiah before the appointed time (Sanhedrin 98a).”

SINAT CHINAM
============
Lalu apa yang menyebabkan bangsa Israel tidak layak pada saat itu?

Talmud Yoma 23a menjelaskan:

"Our Rabbis taught: It once happened that two priests were equal as they ran to mount the ramp and when one of them came first within four cubits of the altar, the other took a knife and thrust it into his heart…The father of the young man came and found him still in convulsions. He said: ‘May he be an atonement for you. My son is still in convulsions and the knife has not become unclean.’ [His remark] comes to teach you that the cleanness of their vessels was of greater concern to them even than the shedding of blood. Thus is it also said: Moreover Manasseh shed innocent blood very much, till he had filled Jerusalem from one end to the other."

שִׂנְאַת חִנָּם - sinat chinam = baseless hatred = kebencian yang tidak ada dasar.

Bisa juga diartikan sebagai berikut:
שִׂנְאַת חִנָּם - sinat chinam = kebencian terhadap kasih karunia חֵן - chen. Esensinya adalah "sebuah kebencian terhadap kasih karunia Elohim yang sudah diberikan." Hal ini bisa mencakup:
1.) Kebencian terhadap kasih karunia חֵן - chen itu sendiri, yaitu Mesias.
2.) Kebencian terhadap sesama manusia yang diciptakan menurut rupa Elohim ketika bangsa Israel saling membunuh di natara sesamanya.
3.) Tidak ada kecintaan terhadap kekudusan Bait Suci yang diberikan Elohim sebagai bentuk kasih karunia-Nya, tetapi menajiskan tempat kudus-Nya.

KESUBURAN TANAH KAITANNYA DENGAN KETAATAN TERHADAP TORAH
=====================================================
Di dalam parashah בְּהַר - BEHAR di Imamat 26:32-35 dijelaskan bahwa ada kaitanya antara ketaatan terhadap Torah dengan kesuburan tanah. Jika kita taat Torah, maka tanah akan subur, menghasilkan buahnya. Sebaliknya, jika tidak taat Torah, maka tanah akan menjadi tandus, gersang, tidak menghasilan buahnya.

Imamat 26:32
Aku sendiri akan merusakkan negeri itu, sehingga musuhmu yang tinggal di situ akan tercengang karenanya.

Imamat 26:33
Tetapi kamu akan Kuserakkan di antara bangsa-bangsa lain dan Aku akan menghunus pedang di belakang kamu, dan tanahmu akan menjadi tempat tandus dan kota-kotamu akan menjadi reruntuhan.

Imamat 26:34
Pada waktu itulah tanah itu pulih dari dilalaikannya tahun-tahun sabatnya selama tanah itu tandus dan selama kamu tinggal di negeri musuh-musuhmu; pada waktu itulah tanah itu akan menjalani sabatnya dan dipulihkan tahun-tahun sabat yang belum didapatnya.

Imamat 26:35
Selama ketandusannya tanah itu akan menjalani sabat yang belum dijalaninya pada tiap-tiap tahun sabatmu, ketika kamu masih diam di situ.

Selama tanah itu mengalami ketandusannya, sebenarnya tanah tersebut juga sedang menjaani masa Shabbat-nya.

Jadi ketika Yeshua datang menghampiri pohon ara, dan Ia hanya menemukan daun-daunnya saja, ttapi tidak menemukan buahnya, maka itu mencerminkan kndisi spiritual bangsa Israel pada saat itu.

Itu sebabnya di Markus 11:13, setelah peristiwa pohon ara, kemudian Yeshua datang ke Bait Suci untuk menyucikan Bait Suci dari segala kejahatan dan pencemaran, karena barometer spiritual level bangsa Israel pada saat itu terdapat pada imam-imam di Bait Suci tersebut, yang sudah dicemarkan oleh kaum Saduki dengan segala halakhah Saduki mereka yang salah.


Friday, May 8, 2015

PARASHAH EMOR - SATU PERATURAN [משפט אחד MISHPAT ECHAD]

PARASHAH EMOR - SATU PERATURAN [משפט אחד MISHPAT ECHAD]
Andre Widodo
© ORI

Shalom,

Di dalam parashah EMOR, di Imamat 24:22 kita menemukan kembali kalimat:

Imamat 24:22
מִשְׁפַּ֤ט אֶחָד֙ יִהְיֶ֣ה לָכֶ֔ם כַּגֵּ֥ר כָּאֶזְרָ֖ח יִהְיֶ֑ה כִּ֛י אֲנִ֥י יְהוָ֖ה אֱלֹהֵיכֶֽם
mish.pat e.chad yih.ye la.chem ka.ger ka.ez.rach yih.ye ki a.ni a.do.nai e.lo.hei.chem
Satu peraturan berlaku bagi kamu, baik bagi orang non-Israel maupun bagi orang Israel asli, sebab Akulah ADONAI, Elohim-mu."

מִשְׁפַּ֤ט אֶחָד֙ = MISHPAT ECHAD = SATU PERATURAN.

PERTANYAAN:
===========

1.)
Apakah yang dikategorikan sebagai מִשְׁפַּ֤ט MISHPAT (PERATURAN)? Ada berapa banyak מִשְׁפַּ֤טים MISHPATIM (PERATURAN-PERATURAN) sebenarnya?

2.)
Apakah kaitan מִשְׁפַּ֤ט אֶחָד֙ = MISHPAT ECHAD = SATU PERATURAN di Imamat 24:22 dengan תֹּורָ֣ה אַחַ֔ת = TORAH ECHAD = SATU TORAH di Keluaran 12:49?

Keluaran 12:49
 תֹּורָ֣ה אַחַ֔ת יִהְיֶ֖ה לָֽאֶזְרָ֑ח וְלַגֵּ֖ר הַגָּ֥ר בְּתֹוכְכֶֽם
to.rah a.chat yih.ye la.ez.rach v'la.ger ha.gar b'toch.chem
Satu Torah saja akan berlaku untuk orang Israel asli dan untuk orang non-Israel yang menetap di tengah-tengah kamu."

JAWABAN:
=========

1.)
Untuk dapat mengetahui מִשְׁפַּ֤ט MISHPAT (PERATURAN), maka sudah seharusnya kita kembali membaca parashah מִשְׁפַּ֤טים MISHPATIM (PERATURAN-PERATURAN) yang tercatat di Keluaran 21:1 s/d Keluaran 24:18.

Semua kategori מִשְׁפַּ֤טים MISHPATIM (PERATURAN-PERATURAN) dijelaskan di dalam parashah מִשְׁפַּ֤טים MISHPATIM (PERATURAN-PERATURAN).

TORAH terdiri dari 3 kategori:
a.) MITZVOT מִצְווֹת = PERINTAH-PERINTAH
b.) MISHPATIM מִשְׁפַּ֤טים = PERATURAN-PERATURAN
c.) CHUKKIM חֻקִּים = KETETAPAN-KETETAPAN

Yang perlu kita ketahui adalah:
Di dalam CHUKKIM חֻקִּים = KETETAPAN-KETETAPAN, ada banyak KETETAPAN-KETETAPAN yang tidak rasional, tidak dapat dicerna akal pikiran kita, tetapi karena Ha'Shem sendiri yang mengatakan, maka tidak ada pilihan lain selain untuk dilakukan.

Contoh CHUKKIM חֻקִּים = KETETAPAN-KETETAPAN:
KETETAPAN mengenai lembu merah (parah adumah) di Bilangan 19:2. Mengapa harus spesifik lembu warna merah? Tidak ada seorang pun, termasuk para Rabbi yang mengetahui. Tidak ada alasan yang rasional, tetapi harus ditaati.

KETETAPAN mengenai tefillin di Ulangan 11:18. Mengapa harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu? Tidak ada seorang pun, termasuk para Rabbi yang mengetahui. Tidak ada alasan rasional, tetapi harus ditaati.

Sangat sering Ha'Shem menginginkan sebuah mentalitas yang taat tanpa perlu memakai alasan rasional, dan ini banyak ditemukan di dalam Torah.

Berbeda dengan orang-orang yang tidak memiliki fondasi yang dalam di dalam Torah dan Judaisme, kadang jika selalu menuntuk alasan penjelasan yang rasional lebih dahulu sebelum mau melakukannya.

Tetapi tidak demikian hal yang sebenarnya. CHUKKIM חֻקִּים = KETETAPAN-KETETAPAN menuntut kita untuk melakukannya tanpa perlu memiliki alasan yang rasional.

2.)
Jika di dalam parashah BO, yaitu di Keluaran 12:49 Ha'Shem menjelaskan  תֹּורָ֣ה אַחַ֔ת = TORAH ECHAD = SATU TORAH, maka di dalam parashah EMOR, yaitu di Imamat 24:22 Ha'Shem juga menjelaskan  מִשְׁפַּ֤ט אֶחָד֙ = MISHPAT ECHAD = SATU PERATURAN.

SATU TORAH, SATU PERATURAN bagi EZRACH (ORANG ASLI ISRAEL) dan bagi GER (ORANG NON ISRAEL).

Siapakah yang dimaksud dengan גֵּר GER? Ada berapa macam גֵּרים GERIM sebenarnya?

Rabbi Yehezqel menjelaskan panjang lebar di dalam pembahasan parashah BO dari Keluaran 10:1 s/d Keluaran 13:16 di dalam audio-teaching-nya yang bisa didapatkan di sini: http://sefer-chaim.myshopify.com/collections/5775-mp3-downloads/products/2015-01-24-bo-5775

Akan terlalu panjang untuk dijelaskan detail di sini, tetapi saya akan memberikan penjabaran singkat mengenai kategori-kategori גוים GOYIM dan perbedaannya dengan גֵּרים GERIM.

Pada dasarnya GOYIM terdiri dari:
1.) זרים ZARIM = ORANG ASING
-. Tidak ada hubungan sama sekali dengan bangsa Israel
-. Tingkah laku penuh kedagingan dan keduniawian
-. Tidak masuk hitungan untuk diharapkan melakukan Torah.

2.) נָכְרִים NOKRIM = PENYEMBAH BERHALA
-. Tidak ada hubungan sama sekali dengan bangsa Israel
-. Tingkah laku tidak ada beda dengan binatang. Sebuah kategori terburuk dari ZARIM.
-. Sama sekali tidak masuk hitungan untuk melakukan Torah.

Lalu mengenai GERIM terdiri dari:

1.) גֵּר תּוֹשָׁבים GER TOSHAVIM = ORANG NON-ISRAEL
-. Bukan member dari komunitas Israel
-. Tingkah laku sudah dijauhkan dari kedagingan dan keduniawian.
-. Salah satu contohnya adalah BNEI NOACH, mayoritas KRISTEN pada umumnya, yaitu orang-orang non-Israel yang sudah meninggalkan tingkah laku binatang, dan menerapkan 7 aturan-aturan Nuh, tetapi tidak memiliki kewajiban penuh untuk melakukan Torah.
-. Tidak memiliki tanggung jawab untuk melakukan Torah secara keseluruhan. Tidak melakukan sunat jasmani.


2.) גֵּר צֶ֫דֶקים GER TZEDDEKIM = ORANG NON-ISRAEL YANG KOMPLIT
-. Member dari komunitas Israel
-. Tingkah laku dan perilaku diatur berdasarkan Torah
-. Mempunyai tanggung jawab penuh yang sama, peranan yang sama dengan orang-orang asli Israel untuk melakukan Torah.
-. Salah satu contohnya adalah: Kaleb ben Yefune orang Kenas, Ruth orang Moab, Eliezer orang Damsyik budak Abraham.
-. Memiliki kewajiban untuk melakukan Torah. Sunat jasmani dan sunat hati.

Yang dijelaskan di dalam Keluaran 12:49; Imamat 24:22, adalah hanya untuk GER TZEDDEKIM, sedangkan GER TOSHAVIM tidak diwajibkan.

Lalu, apakah orang-orang non-Yahudi, yang sudah menerima Mesias-nya bangsa Yahudi dikategorikan sebagai GER TOSHAVIM atau sebagai GER TZEDDEKIM?

Kitab Suci memberikan banyak macam contoh GER TZEDDEKIM seperti Kaleb, Ruth, Eliezer dan lain-lain. Anda sendiri yang mampu menjawab pertanyaan ini.

Kalau pertanyaan di atas ditanyakan kepada saya, maka jawabannya ada di dalam Kitab Suci bahwa:

Sebagai non-Yahudi yang percaya dan menerima Mesias-nya bangsa Yahudi, maka kita juga telah "DIBELI DENGAN LUNAS" oleh "DARAH MESIAS" yang mahal.

1 Korintus 6:20
Sebab kamu telah DIBELI dan HARGANYA TELAH LUNAS dibayar: Karena itu muliakanlah Elohim dengan tubuhmu!

1 Petrus 1:18-19
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah DITEBUS dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan DARAH YANG MAHAL, yaitu DARAH MESIAS yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Karena kita sekarang TELAH DIBELI; TELAH DITEBUS dan HARGANYA TELAH LUNAS DIBAYAR dengan DARAH YANG MAHAL, maka sekarang kita adalah termasuk ANGGOTA ISI RUMAH ABRAHAM.

Galatia 3:29
Dan jikalau kamu adalah milik Mesias, maka kamu juga adalah KETURUNAN ABRAHAM dan BERHAK MENERIMA JANJI Elohim.

Dan kalau non-Yahudi di dalam Mesias-nya bangsa Yahudi sekarang sudah menjadi anggota isi rumah Abraham, maka dikategorikan sebagai GER-TZEDDEKIM.

Yohanes 8:39
Kata Yeshua kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.

Dan salah satu pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham adalah di Kejadian 17.

Kejadian 17:27
Dan semua orang dari isi rumah Abraham, baik yang lahir di rumahnya, maupun yang dibeli dengan uang dari orang asing, disunat bersama-sama dengan dia.

Shabbat Shalom!

Wednesday, May 6, 2015

KAJIAN TENTANG HARI KE-33 PENGHITUNGAN OMER (LAG B'OMER)

KAJIAN TENTANG HARI KE-33 PENGHITUNGAN OMER (LAG B'OMER)
Andre Widodo
© ORI

Shalom,

Tanggal 18 Iyyar, yaitu pada hari ke-33 penghitungan Omer, dikenal sebagai LAG B'OMER - ל״ג בעומר. Seperti kita ketahui bahwa setiap huruf Ibrani memiliki nilai-nilai angka sendiri. Sistem ini disebut sebagai "GEMATRIA."

Huruf Ibrani LAMED ל memiliki nilai gematria = 30
Huruf Ibrani GIMMEL ג memiliki nilai gematria = 3

Sehingga kata LAG ל״ג memiliki total nilai gematria = 33.

Mengapa hari ke-33 penghitungan Omer (Lag B'Omer) dirayakan? Tanggal 18 Iyyar, yaitu hari ke-33 penghitungan Omer dirayakan untuk mengenang hari wafatnya Rabbi Shimon Bar Yochai (Rashbi) Z"L (זיכרונו לברכה - Zikhrono Livrakha - May his memory be blessed), yang terjadi pada tanggal 18 Iyyar, yaitu hari ke-33 penghitungan Omer.

Siapakah Rashbi? Rashbi Z"L adalah seorang Rabbi di masa Tannaim (tahun 1 CE -tahun 225 CE). Rashbi merupakan salah seorang murid terkenal dari Rabbi Akiva Z"L, yang pada hari wafatnya, beliau menyatakan rahasia-rahasia terdalam (esoterik) dari Torah, atau rahasia-rahasia yang tersembunyi dari Torah. Hasil karya Rashbi Z"L ini dikenal dengan nama "זהר ZOHAR", yang artinya adalah "bercahaya."

Perayaan Lag B'Omer selalu dirayakan di kota Meron, di daerah Utara Galilea (Kinneret), dekat kota Tzfat (Safed), sebuah kota di daerah pegunungan, sekarang menjadi pusat studi Kabbalah.

Apakah Mesianik Judaisme perlu mengetahui tentang Lag B'Omer? Ada beberapa alasan mengapa praktisi Mesianik Judaisme perlu mengetahui Lag B'Omer, yaitu:

1.)
Walaupun Lag B'Omer tidak diperintahkan untuk dirayakan di dalam Torah Moshe, seperti hari raya Chanukah, dan hari raya Purim, tetapi melalui hari raya Lag B'Omer, setiap pemeluk Mesianik Judaisme akan belajar mengenal sejarah Mesianik Judaisme mengapa sampai terpisah dari Orthodox Judaisme. Rashbi adalah murid utama dari Rabbi Akiva. Rabbi Akiva adalah sosok yang mendeklarasikan Shimon Bar Kochba sebagai Mesias bangsa Yahudi yang akan memimpin bangsa Israel melawan bangsa Romawi. Ketika Rabbi Akiva menyatakan bahwa Bar Kochba adalah Mesias, hal ini tidak dapat diterima oleh masyarakat Mesianik Judaisme pada masa itu, karena mereka tidak mungkin menerima Mesias lain selain dari sosok Yeshua dari Natzeret. Karena masyarakat Mesianik Judaisme tidak mau menerima deklarasi bahwa Shimon Bar Kochba adalah Mesias, maka masyarakat Mesianik Judaisme mulai dikucilkan, disingkirkan, dan terpisah dari Orthodox Judaisme, hingga sekarang ini.

Pemberontakan Bar Kochba ini berlangsung dari tahun 132 CE - 135 CE, ketika Bar Kochba mati terbunuh, dan membuktikan bahwa deklarasi Rabbi Akiva terhadap Shimon Bar Kochba sebagai Mesias adalah salah, dan bangsa Israel semakin ditindas oleh bangsa Romawi, dlarang masuk ke kota Yerusalem dan mengalami diaspora.

Peristiwa tragis Bar Kochba ini juga diikuti dengan peristiwa tragis lainnya bahwa masyarakat Mesianik Judaisme pada saat itu juga dikucilkan oleh masyarakat Orthodox Judaisme, dan juga ditindas, diasingkan oleh bangsa Romawi dilarang masuk ke kota Yerusalem.

Melalui kisah tragis Shimon Bar Kochba ini, maka masyarakat Mesianik Judaisme dan masyarakat Orthodox Judaisme yang dulunya satu, beribadah bersama di dalam satu sinagog (mengikuti nasihat Rabbi Gamaliel di Kisah 5:34-39), maka sejak zaman Rabbi Akiva, masyarakat Mesianik Judaisme mulai disingkirkan dengan cara menambahkan "Birkat Ha'Minim" (Doa untuk menghadapi ajaran sesat) di dalam "Shemonei Eshrei."

Mesianik Judaisme dinilai sebagai aliran yang sesat dari Orthodox Judaisme.

Tetapi hal yang sama juga terjadi di dalam Orthodox Judaisme sendiri di masa sekarang, ketika para pengikut Rabbi Schneerson Lubavitch (Chabad) mendeklarasikan bahwa Rabbi Schneerson adalah Mesias bangsa Israel. Sama persis dengan para pengikut Yeshua dari Natzeret yang mempercayai bahwa Yeshua adalah Mesias bangsa Israel.

2.)
Melalui Lag B'Omer, saat ini kita mempunyai nara sumber yaitu Kitab Zohar, yang menjelaskan banyak rahasia-rahasia tersembunyi dari Torah, yang banyak menjelaskan tentang Ha'Shem dan Raja Mesias. Justru melalui Kitab Zohar, kita dapat melihat figur Yeshua sebagai Mesias bangsa Israel. Contoh: Zohar tentang Yesaya 53 yang menjelaskan bahwa Yesaya 53 adalah berbicara tentang Mesias, dan bukan berbicara tentang bangsa Israel sebagaimana yang sering diklaim oleh para anti-Misionaris (Zohar, Numbers, Pinchus 218a).

Akhirnya, selamat merayakan LagB'Omer...Chag Lag B'Omer Sameach חג ל״ג בעומר שמח