Popular Posts

Showing posts with label anti misionaries. Show all posts
Showing posts with label anti misionaries. Show all posts

Wednesday, October 16, 2019

LELUHUR YESHUA

LELUHUR YESHUA

Shalom chaverim,

Beberapa orang yang anti-Yeshua mengatakan bahwa "Yeshua bukan keturunan dari David HaMelech".

Rabbi Israel Meir Hakohen di dalam bukunya "Chafetz Chaim" menjelaskan:

“Whoever of you desires life (chafetz chaim)...guard your tongue from evil...”

Berikut ini beberapa kategori "halakhah" di "Chafetz Chaim":

1.) Lashon hara literally means “bad talk.” This means that it is forbidden to speak negatively about someone else, even if it is true.

2.) It is also forbidden to repeat anything about another, even if it is not a negative thing. This is called "rechilut."

3.) It is also forbidden to listen to lashon hara. One should either reprimand the speaker, or, if that is not possible, one should extricate oneself from that situation.

4.) Even if one has already heard the lashon hara, it is forbidden to believe it. On the contrary, one should always judge one’s fellow favorably.

5.) If one has already heard the lashon hara, he is forbidden to believe it. Nevertheless, one may suspect that the lashon hara is true, and take the necessary precautions to protect oneself.

6.) It is forbidden to even make a motion that is derogatory towards someone.

7.) One may not even retell a negative event without using names, if the listeners might be able to figure out who is being spoken of.

8.) In certain circumstances, such as to protect someone from harm, it is permissible or even obligatory to share negative information. 

Saya akan memakai halakhah no.8 untuk meluruskan figur Yeshua, dan sebaliknya untuk membuktikan bahwa pendapat orang0orang yang anti-Yeshua adalah tidak data dibenarkan.

Memang benar bahwa berdasarkan 2 Sh'mu'el 7:12-16, Mashiach adalah keturunan dari David HaMelech dan Sh'lomo HaMelech.

Matityahu di dalam Matityahu 1:6 dijelaskan:

Mat 1:6  
Yishai was the father of David the king. David was the father of Sh'lomo (his mother was the wife of Uriyah),

Dan dari Matityahu 1:16 kita mengetahui bahwa Yosef adalah anak Ya'akov.

Mat 1:16  
Ya`akov was the father of Yosef the husband of Miryam, from whom was born the Yeshua who was called the Messiah.

Tapi di Lukas 3:23 dijelaskan bahwa Yosef, adalah anak Eli.

Luk 3:23  
Yeshua was about thirty years old when he began his public ministry. It was supposed that he was a son of Yosef who was of Eli,

Siapakah "Eli" di Lukas 3:23?

Sederhana saja.

Judaisme mengenal bahwa semua keturunan adalah dari pihak AYAH. Matityahu menjelaskan leluhur Yeshua dari pihak Yosef. Demikian juga Lukas, memceritakan leluhur Yeshua dari pihak Yosef.

Lalu mengapa Mat 1:16 berbeda dengan Luk 3:23?

DR David H. Stern PhD menjelaskan di dalam Jewish New Testament Commentary bahwa teks di Lukas 3:23 adalah menjelaskan leluhur Yosef dari pihak ibunya.

Sedangkan Matityahu 1:16 adalah menjelaskan leluhur Yosef dari pihak bapaknya.

Jewish New Testament Commentary

"It was supposed that Yeshua was a son of the particular Yosef who was, on his mother's side, the grandson of Eli, son of Mattat, son of L'vi...(Luk 3:23)"

Kalau kita menelusuri garis keturunan Yeshua, melalui Yosef, dan melalui bapaknya Yosef (Yaakov), maka kita menemukan bahwa Yeshua adalah keturunan dari Shlomo HaMelech dan David HaMelech (Mat 1:6-16).

Kalau kita menelusuri garis keturunan Yeshua, melalui Yosef, dan melalui ibunya Yosef (istri dari Ya'akov), maka kita menemukan bahwa Yeshua adalah keturunan dari Nathan dan David HaMelech (Luk 3:23-31).

Jadi mau dilihat dari Matityahu maupun dari Lukas, Yeshua memang keturunan dari David HaMelech dan juga dari Shlomo HaMelech.

Lalu sekarang timbul pertanyaan selanjutnya.

Kalau Yeshua, anak Yosef, keturunan David HaMelech, keturunan Shlomo HaMelech, berarti benih sperma dari Yosef ada di Yeshua.

Chas v'shalom! G-D forbids!

Yosef tetap menjaga Miryam tunangannya sebagai perawan, dan tetap menjaga Miryam sebagai perawan, walaupun Miryam sedang mengandung Yeshua.

Yosef dan Miryam tidak melakukan persetubuhan dengan Miryam. Karena mereka bertunangan.

Kalau cuma bertunangan, mengapa disebutkan Yeshua adalah anak Yosef?

Harap dicatat bahwa Torah mengatakan:

B'reishit 2:24  
This is why a man is to leave his father and mother and stick with his wife, and they are to be one flesh (bashar echad).

Jika seseorang mengetahui prosesi Jewish Wedding, maka tahapan Jewish Wedding ada 2 tahap:

1.) Kiddushin
2.) Nisu'in

Di dalam parashat P'KUDEI dijelaskan prosesi ini.

"Kiddushin" dilakukan dengan:
1.) Transaksi uang
2.) Legal dokumen

Tapi dalam tahap "kiddushin" belum diperbolehkan berhubungan badan. Di dalam dunia modern, ini sama saja dengan tunangan. Tetapi mereka sudah resmi sebagai "suami istri."

Fase "kiddushin" sudah melegalkan  bahwa laki-laki dan perempuan resmi sebagai suami istri, sebagai "bashar echad" walaupun mereka belum masuk ke fase "nisu'in."

Di fase "kiddushin" inilah Yosef menemukan bahwa Miryam hamil oleh Ruach Elokim.

Secara halakhah maka anak yang dikandung oleh Miryam, adalah anak Yosef, anak David HaMelech, anak Sh'lomo HaMelech, karena Yosef adalah keturunan dari David dan Sh'lomo.

Walaupun tidak ada benih Yosef di dalam Yeshua, tetapi karena di dalam fase "kiddushin" mereka sudah ditetapkan sebagai "bashar echad", maka Yeshua adalah anak Yosef.

Sunday, October 13, 2019

APAKAH YESHUA BERASAL DARI GENERASI YANG TERKUTUK?

APAKAH YESHUA BERASAL DARI GENERASI YANG TERKUTUK?

Shalom chaverim,

Di Matityahu (Matius) 1:11 dituliskan bahwa leluhur Yeshua berasal dari Yoshiyahu dan anaknya Y'khonyahu.

Mat 1:11
Yoshiyahu memperanakkan Y'khonyahu dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

Siapakah Y'khonyahu?

Divrei HaYamim Alef (1 Tawarikh) 3:15
Anak-anak Yoshiyahu: anak sulung ialah Yochanan, anak yang kedua ialah Y'hoyakim, anak yang ketiga ialah Tzedekyah dan anak yang keempat ialah Shalum.

Divrei HaYamim Alef (1 Tawarikh) 3:16
Keturunan Y'hoyakim ialah Y'khonyahu, anaknya itu, dan anak orang ini ialah Tzedekyah.

Y'khonyahu adalah anak Y'hoyakim. Sehingga sering disebut sebagai Y'khonyahu ben Y'hoyakim.

Contoh:

Yirmeyahu (Yeremia) 27:20
yang tidak diambil oleh N'vukhadnetzar, raja Bavel, ketika ia mengangkut Y'khonyahu ben Y'hoyakim, raja Yehuda, ke dalam pembuangan beserta segala pemuka Yehuda dan Yerushalayim, dari Yerushalayim ke Bavel,

Di dalam Yirmeyahu (Yeremia) 22:24, HaShem mencabut garis keturunan Mashiach (Mesias) dari keturunan Y'khonyahu ben Y'hoyakim.

Yirmeyahu (Yeremia) 22:24
"Demi Aku yang hidup, demikianlah firman HaShem, bahkan sekalipun Koniyahu ben Y'hoyakim (Y'khonyahu ben Y'hoyakim), raja Yehuda, adalah sebagai cincin meterai pada tangan kanan-Ku, namun Aku akan mencabut engkau!

Yirmeyahu (Yeremia) 22:30
Beginilah firman HaShem: "Catatlah orang ini sebagai orang yang tak punya anak, sebagai laki-laki yang tidak pernah berhasil dalam hidupnya; sebab seorangpun dari keturunannya tidak akan berhasil duduk di atas takhta Daud dan memerintah kembali di Yehuda."

Dengan ayat Yirmeyahu (Yeremia) 22:30 ini, orang-orang anti-Yeshua berusaha mengatakan bahwa Yeshua adalah Mashiach (Mesias) palsu karena berasal dari garis keturunan Y'khonyahu.

Lalu bagaimana kita menjawab tuduhan ini?

JAWAB:

Ya! Benar bahwa HaShem mengutuk keturunan Y'khonyahu ben Y'hoyakim sesuai ayat Yirmeyahu (Yeremia) 22:24, 30.

Tetapi ada satu hal yang perlu diketahui, yang sengaja disembunyikan oleh orang-orang yang anti-Yeshua. Mereka sengaja tidak mau mengatakan terus terang bahwa “kutuk Y'khonyahu ben Y'hoyakim” itu sudah diangkat.

Talmud Bavli, mas. Sanhedrin 37b menjelaskan hal ini bahwa kutuk Y'khonyahu ben Y'hoyakim sudah diangkat begitu bangsa Israel mengalami exile ke Babilonia.

Rabbi Yochanan says: Exile atones for all transgressions and renders a sinner like a new person, as it is stated concerning the king Yekhonya, a descendant of King David: “So says HaShem: Write you this man childless, a man that shall not prosper in his days; for no man of his seed shall prosper, sitting upon the throne of David, and ruling anymore in Judah” (Jeremiah 22:30). And after Yekhonya was exiled it is written: “And the sons of Yekhonya, the same is Assir, Shealtiel his son” (I Chronicles 3:17).
(Talmud Bavli, mas. Sanhedrin 37b)

Sehingga setelah pembuangan ke Bavel selesai, kutuk Y'khonyahu ben Y'hoyakim selesai. Tidak berlanjut.

Hal ini dibuktikan di Haggai 2:24, bahwa HaShem meneruskan kembali garis keturunan raja David melalui Yoshiyahu, Y'khonyahu dan Z'rubavel.

Haggai (Haggai) 2:24
Pada waktu itu, demikianlah firman HaShem Tzva'ot, Aku akan mengambil engkau, hai Z'rubavel ben Sh'alt'iel, hamba-Ku--demikianlah firman HaShem--dan akan menjadikan engkau seperti cincin meterai; sebab engkaulah yang Kupilih, demikianlah firman HaShem Tzva'ot."

Y'khonyahu memperanakkan Sh'alti'el, Sh'alti'el memperanakkan Z'rubavel.

Divrei HaYamim Alef (1 Tawarikh) 3:17
Anak-anak Y'khonyahu, orang kurungan itu, ialah Sh'alti'el, anaknya,

Kutukan Y'khonyahu selesai di Sh'alti'el saat pembuangan ke Bavel selesai.

Kemudian HaShem kembali meneruskan berkat keturunan David, garis keturunan Mashiach (Mesias) melalui Z'rubavel, anak dari Sh'alti'el.

Jadi apakah Yeshua berasal dari generasi yang terkutuk? Ya pada awalnya sampai selesai pembuangan ke Bavel.

Sesudah pembuangan ke Bavel, HaShem kembali memberkati keturunan raja David sebagai garis keturunan Mashiach (Mesias).

Referensi:
-. Talmud Bavli, masechet Sanhedrin 37b.
-. Midrash Rabbah 20:20.
-. Pesikta Rabbati, Piska 47 halaman 797-798.

Sunday, March 20, 2016

CAN THE DEATH OF A TZADDIK BRING ATONEMENT?

CAN THE DEATH OF A TZADDIK BRING ATONEMENT?
Andre Widodo
© ORI

Shalom,

Can the death of a tzaddik (righteous person) bring atonement? Can the death of Yeshua MiNatzeret bring atonement?

What does chazal (Sages) say?

INDONESIAN:
Dapatkah kematian seorang tzaddik memberikan pendamaian dengan HaShem? Dapatkah kematian Yeshua dari Natzeret, seorang tzaddik, membawa pendamaian dengan HaShem?

Apa kata chazal (Sages) tentang hal ini?

Talmud Bavli, Mo'ed Katan 28a
"Said R' Ammi, 'Wherefore is the account of Miriam's death
placed next to the [laws of the] red heifer? To inform you that even as the red heifer afforded atonement [by the ritual use of its ashes],
so does the death of tie righteous afford atonement [for the living they have left behind].'

R' Eleazar said, 'Wherefore is [the account of] Aharon's death closely followed by [the account of the disposal of] the priestly vestments? [To inform you] that just as the priest's vestments were
[means] to effect atonement, so is the death of the righteous [conducive to procuring] atonement.'"

Wednesday, March 16, 2016

HOW THE RABBIS IN JUDAISM IDENTIFY THE MESSIAH

HOW THE RABBIS IN JUDAISM IDENTIFY THE MESSIAH
Andre Widodo
© ORI

Shalom, 

Talmud Bavli, Sanhedrin 98b
R. Johanan said: For the sake of the Messiah. What is his [the Messiah's] name? — The School of R. Shila said: His name is SHILOH שילה, for it is written, until Shiloh come.[GEN 49:10]  

Bereshit (Genesis) 49:10
The scepter will not pass from Y’hudah, nor the ruler’s staff from between his legs, until SHILOH שילה comes to whom [obedience] belongs; and it is SHILOH שילה whom the peoples will obey.

The School of R. Yannai said: His name is YINNON ינון, for it is written, His name shall endure for ever:[Psa 72:17]  e'er the sun was, his name is YINNON ינון.  

Tehillim (Psalms) 72:17
May his name endure forever, his name, YINNON ינון, as long as the sun. May people bless themselves in him, may all nations call him happy.

The School of R. Chaninah maintained: His name is CHANINAH חנינה, as it is written, Where I will not give you Channah.[Jer 16:13]  

Yirmeyahu (Jeremiah) 16:13
Therefore will I cast you out of ha’aretz hazot into ha’aretz that ye know not, neither ye nor avoteichem; and there shall ye serve elohim acherim yomam valailah; for I will not show you [plural] CHANINAH חנינה (FAVOUR).

Others say: His name is MENACHEM מנחם the son of Hezekiah, for it is written, Because MENACHEM מנחם ['THE COMFORTER'], that would relieve my soul, is far.[Lam 1:16]  

Ekhah (Lamentation) 1:16
For these things I weep; mine eye, mine eye runneth down with mayim, because the MENACHEM מנחם (COMFORTER) that should refresh my nefesh is far from me; my children are desolate, because the enemy hath prevailed.

The Rabbis said: His name is 'THE LEPER SCHOLAR,' as it is written, Surely he hath borne our griefs, and carried our sorrows: yet we did esteem him a leper, smitten of G-d, and afflicted.[Isa 53:4]

Yeshayahu (Isaiah) 53:4
Surely he hath borne our sufferings, and nasah (carried [Vayikra 16:22; Yeshayah 53:12)] our sorrows; yet we did esteem him stricken, [i.e., like A LEPER IS STRICKEN] smitten of G-d, and afflicted [see verse 8 below].

SHILOH שילה
YINNON ינון
MENACHEM מנחם
CHANINAH חנינה

Take all the first Hebrew letters above from the Rabbis, then we find the word MASHIACH משיח. 

We identify Yeshayahu (Isaiah) 53:4 is talking about MASHIACH משיח. 

INDONESIANS:

Talmud Bavli, Sanhedrin 98b
R. Yochanan mengatakan: Demi Mesias. Siapa namanya [Mesias]? - Sekolah R. Shila mengatakan: Namanya SHILOH שילה, sebab ada tertulis, sampai Shiloh datang [KEJ 49:10].

Bereshit (Kejadian) 49:10
Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehudah ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia [SHILOH שילה] datang yang berhak atasnya, maka kepadanya [SHILOH שילה ] akan takluk bangsa-bangsa.

Sekolah R. Yannai mengatakan: Namanya YINNON ינון, sebab ada tertulis, nama-Nya akan bertahan selama-lamanya: [MZM 72:17] selama ada matahari, namanya adalah YINNON ינון.

Tehillim (Mazmur) 72:17
Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya [YINNON ינון] semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya [YINNON ינון], dan menyebut dia berbahagia.

Sekolah R. Chaninah mengatakan: Nama-Nya adalah CHANINAH חנינה, seperti ada tertulis, "Aku tidak akan memberikan CHANINAH [YER 16:13]."

Yirmeyahu (Yeremia) 16:13
Maka Aku akan melemparkan kamu dari negeri ini ke negeri yang tidak dikenal oleh kamu ataupun oleh nenek moyangmu. Di sana kamu akan beribadah kepada illah lain siang malam, sebab Aku tidak akan menaruh BELAS KASIHAN [CHANINAH חנינה] lagi kepadamu.

Yang lain mengatakan: Namanya MENACHEM מנחם bin Hizkia, sebab ada tertulis, "Karena MENACHEM מנחם [ 'PENGHIBUR'], Dia yang menyegarkan jiwaku, jauh [RAT 1:16].

Ekhah (Ratapan) 1:16
Karena inilah aku menangis, mataku mencucurkan air; karena jauh dari padaku PENGHIBUR [MENACHEM מנחם ] yang dapat menyegarkan jiwaku; bingunglah anak-anakku, karena terlampau kuat si seteru.

Para Rabbi mengatakan: Nama-Nya adalah 'DIA YANG KENA PENYAKIT KUSTA,' seperti ada tertulis, "Sesungguhnya ia telah menanggung penyakit kita, dan kesengsaraan kita-lah yang dipikulnya. Namun kita mengira Dia kena PENYAKIT KUSTA (TULAH), dipukul oleh Elohim, dan ditindas [YES 53: 4 ]

Yeshayahu (Yesaya) 53: 4
Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya [IMA 16:22; YES 53:12], padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Elohim.

SHILOH שילה
YINNON ינון
Menachem מנחם
CHANINAH חנינה

Ambil semua huruf Ibrani yang pertama di atas, maka kita menemukan kata MASHIACH משיח.

Kemudian kita dapat mengidentifikasikan bahwa Yeshayahu (Yesaya) 53: 4 berbicara tentang MASHIACH משיח.

Klaim gerakan anti-missionaries yang mengatakan bahwa Yeshayahu (Yesaya) 53 berbicara tentang bangsa Israel dengan demikian "gugur", karena para Rabbi sendiri yang mengatakan di Talmud Bavli Sanhedrin 98b bahwa Yeshayahu (Yesaya) 53 adalah berbicara tentang MASHIACH משיח.



Friday, February 19, 2016

KEMATIAN YESHUA ADALAH KORBAN MANUSIA? - MENJAWAB PENDAPAT ANTI-MISIONARI

KEMATIAN YESHUA ADALAH KORBAN MANUSIA? - MENJAWAB PENDAPAT ANTI-MISIONARI Andre Widodo © ORI Shalom, Sudah sering kali kita mendengar gerakan anti-misionari yang berpendapat bahwa Yeshua adalah bukan Mesias, dan Yeshua tidak mengajarkan Torah, karena Torah melarang KORBAN MANUSIA. Argumen yang sering mereka pakai adalah dikutip dari Devarim (Ulangan) 24:16. Devarim (Ulangan) 24:16 לֹֽא־יוּמְת֤וּ אָבוֹת֙ עַל־בָּנִ֔ים וּבָנִ֖ים לֹא־יוּמְת֣וּ עַל־אָב֑וֹת אִ֥ישׁ בְּחֶטְא֖וֹ יוּמָֽתוּ׃ ס Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri. Kalimat "אִ֥ישׁ בְּחֶטְא֖וֹ יוּמָֽתוּ... ...ish b'chet.o yu.ma.tu ...setiap orang harus dihukum karena dosanya sendiri. Kalimat di atas sering dipakai oleh kelompok anti-misionari untuk menyatakan bahwa kematian Yeshua di kayu salib adalah sebuah KORBAN MANUSIA. Dan Torah melarang KORBAN MANUSIA. Berdasarkan Torah, setiap manusia harus dihukum berdasarkan dosanya sendiri. Sehingga kematian Yeshua untuk menebus dosa manusia adalah suatu hal yang dianggap melanggar Torah oleh kelompok anti-misionari. Bagaimana kita merespond argumen dari kelompok anti-misionari ini? Pertama-tama kita perlu mengetahui bahwa di dalam Torah terdapat mitzvah (perintah) tentang "עין תחת עין שן תחת שן [ayin tachat ayin shen tachat shen]", yaitu "mata ganti mata, gigi ganti gigi." Vayikra (Imamat) 24:20 שֶׁ֚בֶר תַּ֣חַת שֶׁ֔בֶר עַ֚יִן תַּ֣חַת עַ֔יִן שֵׁ֖ן תַּ֣חַת שֵׁ֑ן כַּאֲשֶׁ֨ר יִתֵּ֥ן מוּם֙ בָּֽאָדָ֔ם כֵּ֖ן יִנָּ֥תֶן בּֽוֹ׃ patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya. Kemudian Torah juga menjelaskan: Vayikra (Imamat) 17:11 כִּ֣י נֶ֣פֶשׁ הַבָּשָׂר֮ בַּדָּ֣ם הִוא֒ וַאֲנִ֞י נְתַתִּ֤יו לָכֶם֙ עַל־הַמִּזְבֵּ֔חַ לְכַפֵּ֖ר עַל־נַפְשֹׁתֵיכֶ֑ם כִּֽי־הַדָּ֥ם ה֖וּא בַּנֶּ֥פֶשׁ יְכַפֵּֽר׃ Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. כי-נפש הבשר בדם... ki-ne.fesh ha.ba.sar ba.dam... Karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya... Nyawa seeker binatang, ada di dalam darah binatang itu sendiri. Demikian juga, nyawa seorang manusia, ada di dalam darah manusia sendiri. Problematika terbesar seluruh umat manusia adalah, dosa manusia yang dilakukan oleh Adam dan Chava. Akibat dari dosa, maka manusia harus mati. Sesuai mitzvah Torah "עין תחת עין שן תחת שן [ayin tachat ayin shen tachat shen]", yaitu "mata ganti mata, gigi ganti gigi", maka kerusakan / kematian nyawa yang diakibatkan oleh dosa Adam - Chava harus digantikan juga dengan nyawa seorang manusia yang tidak berdosa. Talmud Baba Kamma 83b mengatakan: Baba Kamma 83b MISHNAH. ONE WHO INJURES A FELLOW MAN BECOMES LIABLE TO HIM FOR FIVE ITEMS: FOR DEPRECIATION, FOR PAIN, FOR HEALING, FOR LOSS OF TIME AND FOR DEGRADATION. HOW IS IT WITH 'DEPRECIATION'? IF HE PUT OUT HIS EYE, CUT OFF HIS ARM OR BROKE HIS LEG, THE INJURED PERSON IS CONSIDERED AS IF HE WERE A SLAVE BEING SOLD IN THE MARKET PLACE, AND A VALUATION IS MADE AS TO HOW MUCH HE WAS WORTH [PREVIOUSLY]. AND HOW MUCH HE IS WORTH [NOW]. 'PAIN' — IF HE BURNT HIM EITHER WITH A SPIT OR WITH A NAIL, EVEN THOUGH ON HIS [FINGER] NAIL WHICH IS A PLACE WHERE NO BRUISE COULD BE MADE, IT HAS TO BE CALCULATED HOW MUCH A MAN OF EQUAL STANDING WOULD REQUIRE TO BE PAID TO UNDERGO SUCH PAIN. 'HEALING' — IF HE HAS STRUCK HIM, HE IS UNDER OBLIGATION TO PAY MEDICAL EXPENSES. SHOULD ULCERS [MEANWHILE] ARISE ON HIS BODY, IF AS A RESULT OF THE WOUND, THE OFFENDER WOULD BE LIABLE, BUT IF NOT AS A RESULT OF THE WOUND, HE WOULD BE EXEMPT. WHERE THE WOUND WAS HEALED BUT REOPENED, HEALED AGAIN BUT REOPENED, HE WOULD STILL BE UNDER OBLIGATION TO HEAL HIM. IF, HOWEVER, IT HAD COMPLETELY HEALED [BUT HAD SUBSEQUENTLY REOPENED] HE WOULD NO MORE BE UNDER OBLIGATION TO HEAL HIM. 'LOSS OF TIME' — THE INJURED PERSON IS CONSIDERED AS IF HE WERE A WATCHMAN OF CUCUMBER BEDS [SO THAT THE LOSS OF SUCH WAGES SUSTAINED BY HIM DURING THE PERIOD OF ILLNESS MAY BE REIMBURSED TO HIM]. FOR THERE HAS ALREADY BEEN PAID TO HIM THE VALUE OF HIS HAND OR THE VALUE OF HIS LEG [THROUGH WHICH DEPRIVATION HE WOULD NO MORE BE ABLE TO CARRY ON HIS PREVIOUS EMPLOYMENT]. 'DEGRADATION' — ALL TO BE ESTIMATED IN ACCORDANCE WITH THE STATUS OF THE OFFENDER AND THE OFFENDED. GEMARA It was taught: R. Dosthai b. Judah says: Eye for eye means pecuniary compensation. You say pecuniary compensation, but perhaps it is not so, but actual retaliation [by putting out an eye] is meant? What then will you say where the eye of one was big and the eye of the other little, for how can I in this case apply the principle of eye for eye? If, however, you say that in such a case pecuniary compensation will have to be taken, did not the Torah state, Ye shall have one manner of law, implying that the manner of law should be the same in all cases? I might rejoin: What is the difficulty even in that case? Why not perhaps say that for eyesight taken away the Divine Law ordered eyesight to be taken away from the offender? For if you will not say this, how could capital punishment be applied in the case of a dwarf killing a giant or a giant killing a dwarf, seeing that the Torah says, Ye shall have one manner of law, implying that the manner of law should be the same in all cases, unless you say that for a life taken away the Divine Law ordered the life of the murderer to be taken away? Why then not similarly say here too that for eyesight taken away the Divine Law ordered eyesight to be taken away from the offender? Abbaye said: [The principle of pecuniary compensation] could be derived from the teaching of the School of Hezekiah. For the School of Hesekiah taught: Eye for eye, life for life, but not 'life and eye for eye'. Now if you assume that actual retaliation is meant, it could sometimes happen that eye and life would be taken for eye, as while the offender is being blinded, his soul might depart from him. But what difficulty is this? perhaps what it means is that we have to form an estimate, and only if the offender will be able to stand it will retaliation be adopted, but if he will not be able to stand it, retaliation will not be adopted? And if after we estimate that he would be able to stand it and execute retaliation it so happens that his spirit departs from him, [there is nobody to blame,] as if he dies, let him die. For have we not learnt regarding lashes: 'Where according to estimation he should be able to stand them, but it happened that he died under the hand of the officer of the court, there is exemption [from any blame of manslaughter]'. Devarim (Ulangan) 19:21 וְלֹ֥א תָח֖וֹס עֵינֶ֑ךָ נֶ֣פֶשׁ בְּנֶ֗פֶשׁ עַ֤יִן בְּעַ֙יִן֙ שֵׁ֣ן בְּשֵׁ֔ן יָ֥ד בְּיָ֖ד רֶ֥גֶל בְּרָֽגֶל׃ ס Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki." נפש בנפש עין בעין שן בשן... ne.fesh b'ne.fesh a.yin b'a.yin shen b'shin... nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi... Nyawa umat manusia yang hilang akibat dosa Adam - Chava, sesuai dengan aturan עין תחת עין ayin tachat ayin, harus digantikan dengan nyawa manusia juga. Tidak bisa digantikan dengan nyawa binatang. Dan seperti halnya dibutuhkan nyawa binatang yang tidak bercacat yang harus dikorbankan, maka demikian juga halnya dengan nyawa manusia yang tidak berdosa dibutuhkan untuk menggantikan, untuk memberikan retribusi terhadap kerusakan yang disebabkan oleh Adam - Chava. Yeshua, sebagai manusia tidak berdosa, adalah bukan KORBAN MANUSIA seperti yang dituduhkan oleh anti-misionari. Tetapi sebenarnya adalah perwujudan dari Torah mengenai aturan עין תחת עין ayin tachat ayin. KORBAN MANUSIA memang dilarang di dalam Torah. Tetapi perlu diingat bahwa Judaisme mengenal prinsip tikkun olam תיקון עולם yaitu "memperbaiki / menggantikan kerusakan yang sudah terjadi dengan kebaikan." Dan kematian Yeshua di kayu salib adalah sebuah tikkun olam תיקון עולם terhadap kerusakan yang sudah dibuat oleh Adam - Chava. Aturan עין תחת עין ayin tachat ayin, mata ganti mata, נפש בנפש nefesh b'nefesh, nyawa ganti nyawa adalah salah satu mitzvah di dalam Torah. Kematian Yeshua adalah sebuah wujud נפש בנפש nefesh b'nefesh, nyawa ganti nyawa untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh Adam - Chava.

Tuesday, June 16, 2015

TUDUHAN PALSU ANTI-MISIONARIS TERHADAP MATITYAHU TENTANG MIKHA 5:2

TUDUHAN PALSU ANTI-MISIONARIS TERHADAP MATITYAHU TENTANG MIKHA 5:2
© ORI

Shalom chaverim,

Dalam suatu seminarnya baru-baru ini di Jakarta, seorang Rabbi dari gerakan anti-misionaris mengatakan bahwa Matityahu telah berani mengubah Tanakh di Mikha 5:2 yang berbunyi:

Micah 5:2
But thou, Beth-lehem Ephrathah, which art little to be among the thousands of Judah, out of thee shall one come forth unto Me that is to be ruler in Israel; whose goings forth are from of old, from ancient days.

Di ubah menjadi;

Matityahu 2:5
“In Beit-Lechem of Y’hudah,” they replied, “because the prophet wrote,

Matityahu 2:6
‘And you, Beit-Lechem in the land of Y’hudah,
are by no means the least among the rulers of Y’hudah;
for from you will come a Ruler
who will shepherd my people Isra’el.’”

TUDUHAN R' TOVIA SINGER:
+++++++++++++++++++++++
Matityahu mengubah isi Kitab Mikha 5:2 menjadi lain di Kitab Matityahu 2:6.

Apakah benar Matityahu mengubah isi Kitab Mikha 5:2 seperti yang dituduhkan oleh seorang Rabbi anti-misionaris?

Jika tuduhan Rabbi anti-misionaris terhadap Matityahu ini benar, maka Matityahu adalah seorang pembohong, karena telah mengubah isi Tanakh.

Sebaliknya, jika tuduhan Rabbi anti-misionaris adalah mengada-ada, maka ia terancam melakukan LASHON HARA.

SANGGAHAN TERHADAP TUDUHAN R' TOVIA SINGER:
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Pertama-tama saya hendak menjelaskan bahwa tuduhan Rabbi anti-misionaris di atas adalah SALAH BESAR, dan di dalam Judaisme sendiri, tuduhan yang diberikan Rabbi anti-misionaris terhadap Matityahu (Matius) sudah dikategorikan sebagai LASHON HARA.

Talmud Arachin 15b mengatakan:
"Further did R. Johanan say in the name of R. Joseph b. Zimra:
Any one who bears evil tales will be visited by the plague of leprosy, as it is said: Whoso slandereth his neighbour in secret, him azmith [will I destroy]."

"Further said R. Hisda in the name of Mar ‘Ukba: About one who slanders, the Holy One, blessed be He, says to the prince of Gehinnom: I shall be against him from above, you be against him from below, and we shall condemn him, as it is said: Sharp arrows of the mighty, with coals of broom."

Beberapa point LASHON HARA yang dilakukan oleh Rabbi anti-misionaris:

1.)
Ia mengatakan:
Penulis Kitab Matityahu adalah bukan Matityahu, tetapi  ke-uskup-an kota Hierapolis (Roma Katolik) menyatakan bahwa penulisnya adalah Matityahu (tahun 100-140 AD). Sehingga banyak orang mengikuti ajaran Roma Katolik.

SANGGAHAN:
Seorang Rabbi dari Orthodox Judaisme bernama Rabbi Eliyahu Zvi Soloveitchik (tahun 1805-1881 AD) menulis buku dengan judul: "Kol Kore, The Torah, the Talmud, and the Gospel."

Ia menjelaskan tentang isi Perjanjian Baru sebagai berikut:
"Now dear readers, I will interpret for you the Talmud's way of commentary so you would see that the writers of the New Testament were Talmud scholars."

Kitab Matityahu adalah salah satu Kitab di dalam Perjanjian Baru. Dan menurut Rabbi Eliyahu Zvi Soloveitchik, seorang Rabbi Orthodox Judaisme, belum menerima Yeshua, dijelaskan bahwa para penulis Perjanjian Baru sebenarnya adalah sarjana-sarjana di bidang Talmud.

Siapakah penulis Kitab Matityahu yang juga adalah sarjana di bidang Talmud? Sudah pasti adalah orang Yahudi sendiri, seorang pemeluk Judaisme sendiri yang menuliskan Kitab Matityahu. Dan dapat dipastikan bahwa penulis Kitab Matityahu adalah Matityahu sendiri. Tidak mungkin ke-uskup-an kota Hierapolis tahun 100 - tahun 140 AD dapat menguasai Talmud, yang adalah Kitab-nya pemeluk Judaisme.

Tuduhan Rabbi anti-misionaris terhadap Kitab Matityahu bukan dituliskan oleh Matityahu adalah SALAH BESAR, dan tuduhan tersebut dikategorikan sebagai LASON HARA.

Sesuai Talmud Arachin 15b, mereka yang melakukan LASHON HARA, tidak memiliki tempat di Olam Haba (world to come).

2.)
Rabbi anti-misionaris mengatakan:
Di dalam Matityahu (Matius) 2:6, Matityahu mengubah isi Kitab Mikha 5:2, sehingga Matityahu bersalah karena telah mengubah isi Kitab Mikha 5:2.

SANGGAHAN:
Lagi-lagi ia melakukan LASHON HARA di sini.

Mari kita membaca Matityahu 2:1-6. Mari kita membaca isi secara keseluruhan, dengan konteks yang sebenarnya, dan jangan mencomot satu ayat tertentu saja.

Matityahu 2:1-6 - Complete Jewish Bible
1 After Yeshua was born in Beit-Lechem in the land of Y’hudah during the time when Herod was king, Magi from the east came to Yerushalayim 2 and asked, “Where is the newborn King of the Jews? For we saw his star in the east and have come to worship him.”

3 When King Herod heard of this he became very agitated, and so did everyone else in Yerushalayim. 4 He called together all the head cohanim and Torah-teachers of the people and asked them, “Where will the Messiah be born?” 5 “In Beit-Lechem of Y’hudah,” they replied, “because the prophet wrote,

6 ‘And you, Beit-Lechem in the land of Y’hudah,
are by no means the least among the rulers of Y’hudah;
for from you will come a Ruler
who will shepherd my people Isra’el.’”

Mari kita lihat Mikha 5:2 versi Complete Jewish Bible.

Micah 5:2 - Complete Jewish Bible
But you, Beit-Lechem near Efrat,
so small among the clans of Y’hudah,
out of you will come forth to me
the future ruler of Isra’el,
whose origins are far in the past,
back in ancient times.

Kemudian kita lihat Mikha 5:2 versi yang dipakai oleh Rabbi anti-misionaris

Micah 5:2
But thou, Beth-lehem Ephrathah, which art little to be among the thousands of Judah, out of thee shall one come forth unto Me that is to be ruler in Israel; whose goings forth are from of old, from ancient days.

Kemudian lagi, kita lihat Mikha 5:2 di dalam Targumim, yaitu Targum Jonathan:

Micah 5:2 - Targum Jonathan
“And you, O Bethlehem Ephrath, you who were too small to be numbered among the thousands of the house of Judah, from you shall come forth before Me the Messiah, to exercise dominion over Israel, he whose name was mentioned from before, from the days of creation.”

Apakah penulis Kitab Matius, yaitu Matityahu, membuat kesalahan?
TIDAK SAMA SEKALI.

Justru Matityahu di sini menunjukkan bahwa ia mengutip apa yang tercatat di dalam Targumim.

Matityahu tidak mengubah isi dari Mikha 5:2. Tetapi Matityahu menulis Matityahu 2:6 sesuai dengan yang ada di dalam Targumim pada saat itu.

Di dalam Midrash Rabbah Lamentation, Section 51 (on Lamentation 1:16) dijelaskan bahwa Beit-Lechem adalah sebagai tempat kelahiran Mashiach.

""A man was plowing when one of his oxen lowed. An Arab passed by and asked, 'What are you?' He replied, 'I am a Jew.' The Arab said to him, 'Unharness your ox and untie your plow [as a sign of mourning].' 'Why?' 'Because the Temple of the Jews is destroyed.' The Jew asked, 'How do you know this?' 'From the lowing of your ox.' While they were talking the ox lowed again. The Arab said, 'Harness your ox and tie up your plow, because the deliverer of the Jews is born.' 'What is his name?' 'His name is Menachem [Comforter].' 'What is his father's name?' 'Chizkiyahu [King Hezekiah is identified in Jewish literature with the Messiah].' 'Where do they live?' He answered, 'In Birat-'Arba, in Beit-Lechem of Judea.' "

Judaisme sendiri percaya bahwa Beit-Lechem adalah tempat asal dari Mashiach. Itu sebabnya para ahli-ahli Torah di zaman raja Herodesh membisikkan raja Herodesh untuk membinasakan anak-anak kecil di Beit-Lechem, karena antisipasi akan datangnya Mashiach, yang mengancam posisi raja Herodesh.

Judaïsme sendiri percaya bahwa Mashiach berasal dari Beit-Lechem.

Selain itu di dalam Matityahu 2:6 kita melihat bagaimana Matityahu menggabungkan Mikha 5:2 dengan 2 Samuel 5:2.

Micah 5:2
But you, Beit-Lechem near Efrat,
so small among the clans of Y’hudah,
out of you will come forth to me
the future ruler of Isra’el,
whose origins are far in the past,
back in ancient times.

2 Samuel 5:2
In the past, when Sha’ul was king over us, it was you who led Isra’el’s military campaigns; and Adonai said to you, ‘You will shepherd my people Isra’el, and you will be chief over Isra’el.’”

Menjadi Matityahu 2:6

Matityahu 2:6
 ‘And you, Beit-Lechem in the land of Y’hudah,
are by no means the least among the rulers of Y’hudah;
for from you will come a Ruler
who will shepherd my people Isra’el.’”

Dengan demikian kita melihat bagaimana Matityahu adalah seorang sarjana di bidang Kitab Suci.

Terbukti bahwa tuduhan yang dilontarkan R' Tovia Singer sangat tidak berdasar dan berbahaya karena membutakan orang-orang yang tidak tahu tentang dunia Judaisme abad pertama, di mana pada saat itu banyak Targumim yang dibaca untuk dipelajari.

Ada banyak penjelasan tentang Mikha 5:2 seperti:

a.)
R' David Kimchi menjelaskan tentang Mikha 5:2:

“… out of thee shall come forth unto me a Judge to be Ruler in Israel, and this is the King Messiah.”

b.)
Targum Palestine tenting Mikha 5:2:

“Out of thee Bethlehem shall Messiah go forth before me to exercise dominion over Israel.”

c.)
Soncino Books of the Bible, Chapter 5 tenting Mikha 5:2.

“A prophecy of the Messianic king and Israel’s destiny among the nations.”

Jika Matityahu ingin menuliskan commentary-nya tentang Mikha 5:2 di Matityahu 2:6, maka Matityahu tidak dapat disalahkan dengan tuduhan telah mengubah isi Mikha 5:2. Karena R' David Kimchi-pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Matityahu 2000 tahun yang lalu.