Popular Posts

Showing posts with label lech lecha. Show all posts
Showing posts with label lech lecha. Show all posts

Saturday, November 9, 2019

PARASHAT LECH LECHA - PERGI MEREKTIFIKASI NESHAMA

https://vimeo.com/372067040

Shalom chaverim,

Shavua tov!

Di dalam parashat לֶךְ-לְךָ LECH LECHA kita membaca di Sefer B'reishit (Kejadian) 12:1 bahwa Avram dipanggil keluar untuk meninggalkan negerinya, meninggalkan orang-orang sebangsanya dan meninggalkan rumah bapaknya. Mengapa Torah memberikan perbedaan terhadap proses perginya Avram? Mengapa Torah tidak cukup dengan mengatakan pergi dari negerimu?

Proses apa yang sebenarnya Avram lalui?

Selanjutnya apa goal akhir dari LECH LECHA? Apakah hanya sekedar untuk pergi ke Tanah Perjanjian? Atau ada goal utama?

Bagaimana aplikasi LECH LECHA di dalam kehidupan kita sekarang?

Selanjutnya tentang בְּרִית מִילָה BRIT MILAH, HaShem membuat perjanjian-Nya. Apakah BRIT MILAH berbicara hanya tentang sunat? Apakah sebenarnya BRIT MILAH? Apakah goal dari BRIT MILAH? Apakah Adam memiliki BRIT MILAH saat diciptakan?

Mari kita belajar bersama parashat LECH LECHA di dalam framework Mesianik Judaisme.

Wednesday, November 4, 2015

WHO IS HAGAR? WHO IS KETURAH? - PARASHAT LECH LECHA AND PARASHAH CHAYEI SARAH

WHO IS HAGAR? WHO IS KETURAH? - PARASHAT LECH LECHA AND PARASHAH CHAYEI SARAH
Andre Widodo
© ORI

Shalom,
Bereshit (Genesis) 16:1
וְשָׂרַי אֵשֶׁת אַבְרָם, לֹא יָלְדָה לוֹ; וְלָהּ שִׁפְחָה מִצְרִית, וּשְׁמָהּ הָגָר
v'sa.rai e.shet av.ram lo yal.da lo v'la shif.cha mits.rit u.she.ma ha.gar:
Now Sarai Abram's wife bore him no children; and she had a handmaid, an Egyptian, whose name was Hagar.
Midrash Rabbah
"Hagar was Pharaoh’s daughter. When Pharaoh saw what was wrought upon his house for Sarah’s sake, he took his daughter and gave her to her, saying: “Better that my daughter be a maid in this house, than a mistress in a different house."
According to the Midrash, Hagar was the daughter of King Pharaoh of Egypt. When she saw the miracle which G-d performed for the sake of Sarah, to save her from the hands of the Egyptian king during Abraham's visit there, she said: "It is better to be a slave in Sarah's house than a princess in my own."
Her name "Hagar," according to the Midrash, stems from this beginning of her association with Abraham's house. It comes from "Ha-Agar," meaning "this is the reward."
Many of the ancient Sages speak favorably of Hagar who never remarried. She lived together with her son who had built his home on the edge of the wilderness and became a famous hunter. The Sages say that he possessed Adam's coat which he had taken from King Nimrod. (This coat gave the wearer power over animals).
Despite living with Ishmael so far from Abraham's influence, Hagar remained faithful to him. Therefore, after Sarah's death, Isaac himself went to her and took her back to his father to be again his father's wife. The Torah now calls her "Keturah," meaning "tied" to Abraham, for she had kept her faithful bond to Abraham; and it also means an adornment," for her good deeds.
Hagar, as the Sages picture her, was a woman of humility and piety.

Friday, October 23, 2015

PARASHAT LECH LECHA

✡✡✡
This Shabbat Torah Portion:

יום שבת, י״א בחשון תשע״ו
Yom Shabbat, 11 Cheshvan 5776
Saturday, 24 October 2015

For Torah Study in this Shabbat:

Torah:
=====
Genesis 12:1 - 17:27
Click here:
https://www.biblegateway.com/passage/?search=Gen+12%3A1-17%3A27&version=CJB;

Haftarah:
=======
Isaiah 40:27-41:16
Click here:
https://www.biblegateway.com/passage/?search=Isa+40%3A27-41%3A16&version=CJB;

Brit Chadashah:
============
Romans 4:1-25; Galatia 4:21-5:1;Hebrews 7:1-28
Click here:
https://www.biblegateway.com/passage/?search=Rom+4%3A1-25%3B+Gal+4%3A21-5%3A1%3BHeb+7%3A1-28&version=CJB;

PARASHAH SUMMARY:
===================
http://www.hebrew4christians.com/Scripture/Parashah/Summaries/Lekh_Lekha/lekh_lekha.html

http://www.hebrew4christians.com/Scripture/Parashah/Summaries/Lekh_Lekha/ShabbatTableTalkPageLekha.pdf

http://www.chabad.org/parshah/in-depth/default_cdo/aid/35872/jewish/Lech-Lecha-in-Depth.htm

"SHABBAT SHALOM שבת שלום"
"GUT SHABBOS גוט שבת"

שאלו שלום ירושלם
Sha'alu Shalom Yerushalayim
Ask the Owner, the Protector and the Redeemer of the City of Jerusalem, that He would bring Shalom (Peace) to the Place, to the People, through the Prince of Peace
✡✡✡

Saturday, November 8, 2014

CHIZUK EMUNAH MESHICHIM HA'YEHUDIM - RAJA MESIAS YANG MEMERINTAH DI ZION

CHIZUK EMUNAH MESHICHIM HA'YEHUDIM
PENGUATAN IMAN MESIANIK JUDAISME

"RAJA MESIAS YANG MEMERINTAH DI ZION"
© ORI

Shalom chaverim,

Kita perlu mengentahui bahwa di dalam Judaisme dikenal "13 PRINSIP IMAN [SHLOSHAH ASAR IKKARIM]", yaitu the "13 Fundamental Principles of the Jewish faith." 

"13 PRINSIP IMAN" di dalam Judaisme ini dibuat oleh "Rabbi Moshe ben Maimon", sering disebut sebagai "Maimonides", atau juga sebagai "Rambam (1135 - 1208 CE)."

Ke-"13 PRINSIP IMAN" tersebut secara garis besar adalah:

 1.) G-d Alone is the Creator
 2.) G-d is Unique and One (Echad)
 3.) G-d is Incorporeal and Incomparable
 4.) G-d is First and Last
 5.) We are to Pray to G-d Alone
 6.) The Words of the Hebrew Prophets are true
 7.) Moses is the Chief Prophet
 8.) The Torah has been Divinely Preserved
 9.) Torah Cannot be Changed
 10.) G-d knows All Things
 11.) G-d Rewards the Righteous
 12.) The Messiah will Come
 13.) The Dead will be Resurrected 

PRINSIP IMAN no.6 adalah:
"I believe with complete faith that all the words of the Hebrew Prophets are true."
"Ani ma’amim be’emunah sh’leimah, shekol divrei nevi’im emet." 
"Saya percaya dengan iman bahwa semua perkataan para Nabi adalah benar."

RAJA MESIAS YANG MEMERINTAH DI ZION (MAZMUR 2)
=============================================
Di dalam Mazmur 2 kita membaca:

Mazmur 2:1
Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?

Mazmur 2:2
Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan ADONAI (יְהֹוָה) dan YANG DIURAPI-Nya (מָשִׁ֫יחַ - MASHIACH)

Mazmur 2:3
"Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!"

Mazmur 2:4
Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Adonai mengolok-olok mereka.

Mazmur 2:5
Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya:

Mazmur 2:6
"Akulah yang telah melantik raja-Ku di Zion, gunung-Ku yang kudus!"

Mazmur 2:7
Aku mau menceritakan tentang ketetapan ADONAI (יְהֹוָה); Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.

Mazmur 2:8
Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.

Mazmur 2:9
Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."

Mazmur 2:10
Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia!

Mazmur 2:11
Beribadahlah kepada ADONAI (יְהֹוָה) dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,

Mazmur 2:12
supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!

Berbicara tentang apakah Mazmur 2 ini?

Di dalam Mazmur 2:2, kita melihat sangat jelas ada 2 identitas, yaitu "Ha'Shem [יְהֹוָה - ADONAI]" dan "YANG DIURAPI-Nya [מָשִׁ֫יחַ - MASHIACH]." 

Kemudian, di dalam Mazmur 2:6, kita juga melihat bahwa "Ha'Shem [יְהֹוָה - ADONAI] melantik dan menetapkan raja-Nya di Zion. Raja ini adalah "RAJA MESIAS; KING MASHIACH [מֶ֫לֶך הַמָּשִׁ֛יחַ - MELECH HA'MASHIACH]."

Rabbi Abraham Ben Meir Ibn Ezra, yang dikenal sebagai "Ibn Ezra" (1089 - 1167 CE) menjelaskan bahwa Mazmur 2 adalah berbicara tentang "RAJA MESIAS; KING MASHIACH", bukan tentang Raja Daud. [1]

Sehingga di Mazmur 2 kita menemukan bahwa "DIA" yang akan memerintah di Zion adalah "RAJA MESIAS [מֶ֫לֶך הַמָּשִׁ֛יחַ - MELECH HA'MASHIACH]."

Y-H-V-H [יְהֹוָה - ADONAI] YANG MEMERINTAH DI ZION (YESAYA 24)
=====================================================
Di dalam Yesaya 24:23 kita membaca:

Yesaya 24:23
Bulan purnama akan tersipu-sipu, dan matahari terik akan mendapat malu, sebab ADONAI (יְהֹוָה) Semesta Alam (צְבָא֗וֹת - TZEVA'OT) akan memerintah di gunung Zion dan di Yerusalem, dan Ia akan menunjukkan kemuliaan-Nya di depan tua-tua umat-Nya.

Nabi Yesaya dengan jelas menuliskan bahwa figur "DIA" yang akan memerintah di Zion adalah "[יְהוָ֣ה צְבָא֗וֹת - YHVH TZEVA'OT - ADONAI TZEVA'OT]", dan bukan manusia.

Dan jika kita setuju dengan PRINSIP IMAN no.6 dari "Rambam" yang mengatakan:

"I believe with complete faith that all the words of the Hebrew Prophets are true."
"Ani ma’amim be’emunah sh’leimah, shekol divrei nevi’im emet." 
"Saya percaya dengan iman bahwa semua perkataan para Nabi adalah benar."

Maka kita harus mempercayai bahwa Mazmur 2:6 yang ditulis oleh Raja Daud adalah BENAR, demikian juga Yesaya 24:23 yang ditulis oleh Yesaya adalah juga BENAR.

Dengan menerapkan PRINSIP IMAN no.6 dari "Rambam", maka dengan fair kita harus menerima:

1.) 
RAJA MESIAS yang dilantik oleh "Ha'Shem [יְהוָ֣ה]" adalah "RAJA YANG MEMERINTAH DI ZION." (Mazmur 2:2; Mazmur 2:6)

2.)
"[יְהוָ֣ה צְבָא֗וֹת - YHVH TZEVA'OT - ADONAI TZEVA'OT]" adalah "RAJA YANG MEMERINTAH DI ZION." (Yesaya 24:23)

KESIMPULAN
===========
Dengan melihat hubungan Mazmur 2:2-6 dengan Yesaya 24:23, maka hal ini akan membawa kita kepada sebuah pertanyaan penting, yaitu:

"Bagaimana mungkin "MESIAS" adalah "RAJA DI ZION", apabila "YHVH TZEVA'OT" adalah "RAJA DI ZION"?

"Bagaimana mungkin ada orang-orang yang mengatakan bahwa "MESIAS" hanyalah "manusia biasa", kalau ternyata terbukti bahwa "MESIAS adalah  "RAJA DI ZION" dan juga disebutkan sebagai "YHVH TZEVA'OT"?

"Rashbi", yaitu "Rabbi Shimon Bar Yochai", seorang Rabbi di masa "Tannaim", yaitu abad pertama Judaisme, di dalam bukunya "TIKUNEI HA'ZOHAR [תיקוני הזוהר]", di "Tikunei Ha'Zohar 67, kolom 130" menjelaskan:

"There is a MAN (*if you can call him a MAN*), who is a MALACH; He is METATRON, SHOMER ISRAEL (THE GUARD OF ISRAEL). He is a PORTRAIT of G-d, METATRON is G-d." [2]

Nabi Daniel menuliskan:

Daniel 7:13
Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti ANAK MANUSIA [בַּר אֱנָ֖שׁ - BAR ENOSH]; datanglah ia kepada YANG LANJUT USIANYA [יְהֹוָה - ADONAI] itu, dan ia [בַּר אֱנָ֖שׁ - BAR ENOSH] dibawa ke hadapan-Nya [יְהֹוָה - ADONAI].

Daniel 7:14
Lalu diberikan kepadanya [בַּר אֱנָ֖שׁ - BAR ENOSH] kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai RAJA [מֶ֫לֶך - MELECH], maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.

Jika Nabi Daniel melihat bahwa yang dinobatkan sebagai RAJA [מֶ֫לֶך - MELECH] adalah seorang ANAK MANUSIA [בַּר אֱנָ֖שׁ - BAR ENOSH] yang memiliki kekuasaan yang kekal, maka manusia seperti apakah yang dapat memerintah dengan kekal?

Jika Nabi Yesaya melihat bahwa yang memerintah sebagai RAJA [מֶ֫לֶך - MELECH] adalah tidak lain "[יְהוָ֣ה צְבָא֗וֹת - YHVH TZEVA'OT - ADONAI TZEVA'OT]", dan kita percaya bahwa sesuai PRINSIP IMAN no.6 bahwa semua perkataan para Nabi adalah BENAR, maka sekarang kita memiliki konsekuensi bahwa:

Ada sosok ANAK MANUSIA [בַּר אֱנָ֖שׁ - BAR ENOSH] yang juga memiliki "SATU KESATUAN [אֶחָד - ECHAD]" dengan "[יְהוָ֣ה צְבָא֗וֹת - YHVH TZEVA'OT - ADONAI TZEVA'OT]".

Karena itu "Rashbi", yaitu "Rabbi Shimon Bar Yochai", seorang Rabbi di masa "Tannaim", yaitu abad pertama Judaisme, di dalam bukunya "TIKUNEI HA'ZOHAR [תיקוני הזוהר]", di "Tikunei Ha'Zohar 67, kolom 130" menjelaskan bahwa "METATRON" juga adalah "ELOHIM":

"There is a MAN (*if you can call him a MAN*), who is a MALACH; He is METATRON, SHOMER ISRAEL (THE GUARD OF ISRAEL). He is a PORTRAIT of G-d, METATRON is G-d." [2]

Inilah sebenarnya JUDAISME. Itulah mengapa Musa menuliskan:

"Shema Israel ADONAI [יְהוָ֣ה] Eloheinu [אֱלֹהֵֽינוּ], ADONAI [יְהוָ֣ה] ECHAD [אֶחָד]."

Kata Ibrani "[אֱלֹהִים - ELOHIM]" sebenarnya terdiri dari 2 kata yaitu:
1.)
Kata "[אֵל - EL]", yaitu "EL."

2.)
Kata "[הֵם - HEM]", yaitu "THEY; MEREKA."

Sehingga kata "[אֱלֹהִים - ELOHIM]" (*PLURAL*) sebenarnya berasal dari kata "[אֵל - EL]" dan kata "[הֵם - HEM]", yang artinya: "THEY ARE GOD; MEREKA ADALAH EL" (*PLURAL*).

Itu sebabnya di dalam "Shema", kita menemukan 3 sosok yaitu: 
1.)
ADONAI [יְהוָ֣ה]

2.)
Eloheinu [אֱלֹהֵֽינוּ]

3.)
ADONAI [יְהוָ֣ה]

Di dalam pembacaan Parashah VAYERA [וַיֵּרָא] kita membaca:

Kejadian 18:1
Kemudian ADONAI [יְהוָ֣ה - ADONAI] menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.

Bagaimana mungkin ADONAI [יְהוָ֣ה - ADONAI] dapat menampakkan diri kepada Abraham dan Abraham tetap hidup sedangkan tidak ada seorangpun yang mampu melihat ADONAI [יְהוָ֣ה - ADONAI] dan tetap hidup?

Keluaran 33:20
Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup."

Lalu siapakah ADONAI [יְהוָ֣ה - ADONAI] yang menampakkan Diri-Nya kepada Abraham dan Abraham tetap hidup?

Di dalam "HEKHALOT RABBATI" dijelaskan:

"Rabbi Ishmael stated: METATRON PRINCE OF THE PRESENCE [SAR HA'PANIM] possesses all the attributes that Ha'Shem [יְהוָ֣ה] put in his hand, and he blessed me...and I was lifted and exalted..."

"Said Rabbi Ishmael: METATRON PRINCE OF THE PRESENCE said, Ha'Shem [יְהוָ֣ה] has loved me more than any other exalted ones. And put on my head and called out, "THE LITTLE/LESSER YHVH [יְהוָ֣ה הַקָּטָֽן - ADONAI HA'KATAN]." [3]

Yang dijumpai oleh Abraham di Kejadian 18:1 adalah "METATRON" yang adalah "THE LITTLE/LESSER YHVH [יְהוָ֣ה הַקָּטָֽן - ADONAI HA'KATAN]."

Dan yang menarik adalah:
Di dalam "MACHZOR ROSH HA'SHANAH", yaitu "DOA ROSH HA'SHANAH" kita menemukan bahwa "METATRON" dikenal juga sebagai "SAR HA'PANIM (PRINCE OF THE FACE)", dikenal juga sebagai "PRINCE OF DIVINE PRESENCE", dikenal juga dengan Nama "YESHUA." 

Bibliography:
[1] Jewish Virtual Library. Daat: Commentary on Tehilim 2.
[2] Tikunei Ha'Zohar 67, kolom 130.
[3] Hekhalot Rabbati

Thursday, November 6, 2014

CHIZUK EMUNAH MESHICHIM HA'YEHUDIM - Siapakah METATRON?

CHIZUK EMUNAH MESHICHIM HA'YEHUDIM
PENGUATAN IMAN MESIANIK JUDAISME

"Siapakah METATRON [מטטרון]"
© ORI

Shalom chaverim,

Siapakah "METATRON [מטטרון]?"

Jawab:
"Rashbi", yaitu "Rabbi Shimon Bar Yochai", seorang Rabbi di masa "Tannaim", yaitu abad pertama Judaisme, di dalam bukunya "TIKUNEI HA'ZOHAR [תיקוני הזוהר]", di "Tikunei Ha'Zohar 67, kolom 130" menjelaskan:

"There is a MAN (*if you can call him a MAN*), who is a MALACH; He is METATRON, SHOMER ISRAEL (THE GUARD OF ISRAEL). He is a PORTRAIT of G-d, METATRON is G-d."

Hal ini bukan berarti Judaisme mengenal Elohim lebih dari satu. Konsep Elohim di dalam Judaisme adalah tetap, bahwa "Shema Israel ADONAI Eloheinu, ADONAI ECHAD [אֶחָד]."

Yang dipakai adalah kata "ECHAD [אֶחָד]" dan bukan "YACHID [יָחִיד]."

"ECHAD [אֶחָד]" = COMPOUND UNITY; SATU KESATUAN ESA.
 "YACHID [יָחִיד]" = THE ONLY ONE; TUNGGAL.

Contoh:

Kejadian 1:5
Dan Elohim menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah PETANG dan jadilah PAGI, itulah HARI PERTAMA [יוֹם אֶחָד - YOM ECHAD].

"YOM ECHAD [יוֹם אֶחָד]" yaitu "HARI PERTAMA" terdiri dari 2 COMPOUND UNITY, yaitu: "PETANG" dan "PAGI."

Kejadian 2:24
Sebab itu seorang LAKI-LAKI akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan BERSATU dengan ISTRI-nya, sehingga keduanya menjadi SATU DAGING [בָּשָׂר אֶחָד - BASAR ECHAD].

"BASAR ECHAD [בָּשָׂר אֶחָד]" yaitu "SATU DAGING" terdiri dari 2 COMPOUND UNITY, yaitu: "LAKI-LAKI" dan "PEREMPUAN."

Sehingga melalui "Shema Israel ADONAI Eloheinu, ADONAI ECHAD [אֶחָד]", kita mengetahui alasan mengapa Moshe (Musa) menuliskannya memakai kata "ECHAD [אֶחָד]", bukan "YACHID [יָחִיד]." 

Rabbi Shimon Bar Yochai menjelaskan bahwa "METATRON is G-d" sebenarnya tidak bertentangan dengan fondasi prinsip di dalam Judaisme bahwa "ADONAI ECHAD."

Bahkan di dalam Kabbalah dijelaskan bahwa kata "[אֱלֹהִים - ELOHIM]" sebenarnya terdiri dari 2 kata yaitu:

1.)
Kata "[אֵל - EL]", yaitu "EL." 

2.)
Kata "[הֵם - HEM]", yaitu "THEY; MEREKA."

Sehingga kata "[אֱלֹהִים - ELOHIM]" (*PLURAL*) sebenarnya berasal dari kata "[אֵל - EL]" "[הֵם - HEM]", yang artinya: "THEY ARE GOD; MEREKA ADALAH EL" (*PLURAL*).

"METATRON" di dalam "MACHZOR ROSH HA'SHANAH" dikenal juga sebagai "SAR HA'PANIM (PRINCE OF THE FACE)", dikenal juga sebagai "PRINCE OF DIVINE PRESENCE", yang dipanggil juga dengan Nama "YESHUA."

Monday, November 3, 2014

CHIZUK EMUNAH MESHICHIM HA'YEHUDIM - MALKI TZEDEK

CHIZUK EMUNAH MESHICHIM HA'YEHUDIM
PENGUATAN IMAN MESIANIK JUDAISME

"Parashah LECH LECHA - MALKI TZEDEK"
© ORI

Shalom chaverim,

Di dalam pembacaan "Parashah LECH LECHA" kita menemukan figur "MALKI TZEDEK [מַלְכִּי־צֶדֶֿק]", yang artinya adalah:

"MALKI [מַלְכִּי]" = "MY KING; RAJA-KU."
"TZEDEK [צֶדֶֿק]" = "RIGHTEOUSNESS; KEBENARAN."

Genesis 14:18-20 - Complete Jewish Bible (CJB) 
MALKI-TZEDEK king of Shalem brought out bread and wine. He was cohen of El ‘Elyon [G-d Most High], so he blessed him with these words: “Blessed be Avram by El ‘Elyon, maker of heaven of earth and blessed be El ‘Elyon, who handed your enemies over to you. Avram gave him a tenth of everything.”

Kejadian 14:18-20
MALKIT-TZEDEK, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Elohim Yang Mahatinggi (El Elyon). Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Elohim Yang Mahatinggi (El Elyon), Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Elohim Yang Mahatinggi (El Elyon), yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

Siapakah sebenarnya "MALKI TZEDEK [מַלְכִּי־צֶדֶֿק]"?

PENJELASAN PARA RABBI TENTANG MALKI TZEDEK
===========================================
Di dalam "SEDER HA'DOROT [BOOK OF GENERATIONS]", Seder Ha'Dorot 9b, oleh Rabbi Jehiel Heilprin (1660-1746) dijelaskan bahwa:

1.) 
MALKI TZEDEK adalah "Raja kota Salem" (*yaitu kota Yerusalem, sekarang ini*).

2.) 
MALKI TZEDEK adalah juga "Imam Elohim" di kota Salem. Sehingga MALKI TZEDEK adalah sebuah tokoh yang menyandang gelar "RAJA dan IMAM" sekaligus.

3.)
MALKI TZEDEK sebenarnya adalah "SHEM" anak "NOACH". Ketika "SHEM" (MALKI TZEDEK) memberkati Avram, ia berumur 465 tahun dan Avram berumur 75 tahun.

Karena pada saat Avram hidup, sebenarnya SHEM masih hidup, dan menjadi satu-satunya orang yang menjadi saksi hidup dari AIR BAH.

Kejadian 11:10-11
Inilah keturunan SHEM. Setelah Sem berumur seratus tahun, ia memperanakkan Arpakhsad, dua tahun setelah air bah itu. SHEM masih hidup lima ratus tahun, setelah ia memperanakkan Arpakhsad, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

Bukti-bukti lain yang mendukung bahwa MALKI TZEDEK adalah "SHEM" anak NOACH dapat ditemukan di:

1.)
Targum Yonathan - Genesis 14.

2.)
Genesis Rabbah 46:7

3.)
Talmud Babylonia traktat Nedarim 32b.

4.)
Talmud Babylonia traktat Avodah Zarah 36a.

5.)
Kitab Yasher 12:61; Yasher 16:11-12.

Sunday, November 2, 2014

CHIZUK EMUNAH MESHICHIM HA'YEHUDIM - GRAFTED IN

CHIZUK EMUNAH MESHICHIM HA'YEHUDIM
PENGUATAN IMAN MESIANIK JUDAISME

"Parashah LECH LECHA - GRAFTED IN"
© ORI

Shalom chaverim,

Banyak orang berpikir bahwa konsep "GRAFTED IN" adalah sebuah konsep yang hanya terdapat di dalam "BRIT CHADASHAH (PERJANJIAN BARU)" saja.

Apakah benar?

Jika kita membaca "Parashah LECH LECHA" maka kita akan menemukan bahwa sebenarnya konsep "GRAFTED IN" sudah ada sejak zaman Abraham, yaitu ketika Abraham pertama kali dipanggil PERGI (SET-APART) untuk menuju panggilannya ke Tanah Perjanjian.

Genesis 12:4-5 - Complete Jewish Bible (CJB) 
So Avram went, as ADONAI had said to him, and Lot went with him. Avram was 75 years old when he left Haran. Avram took his wife Sarai, his brother’s son Lot, and all their possessions which they had accumulated, as well as THE PEOPLE THEY HAD ACQUIRED in Haran; then they set out for the land of Kena‘an and entered the land of Kena‘an.

Kejadian 12:4-5
Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan ADONAI kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan ORANG-ORANG YANG DIPEROLEH MEREKA di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.

Siapakah identitas "ORANG-ORANG YANG DIPEROLEH" ini? Siapakah mereka?

PENJELASAN RASHI
=================
Rashi, yaitu Rabbi Shlomo Yitzchaki (1040-1105 CE), salah satu Rabbi terkemuka di dalam Judaisme menjelaskan tentang Kejadian 12:4-5 sebagai berikut:

Avodah Zara 9a
"The 2.000 years of chaos ended when Avram was 52 years old. Avram was born in the Jewish year 1948. When he was 52 years old, he brought back all the souls that he had acquired (converted) in Haran as stated in Genesis 12:5."

Rashi menjelaskan bahwa identitas "ORANG-ORANG YANG DIPEROLEH" ini adalah: "GENTILES yang sudah memutuskan untuk BERGABUNG dengan Abraham untuk menyembah Ha'Shem ('converted' dari kehidupan paganisme di kota Haran lalu memutuskan iktu Abraham menyembah Ha'Shem)."

PENJELASAN RABBI YITZCHAK GINZBURG
===================================
Rabbi Yitzchak Ginzburg adalah salah satu Rabbi dari Chabad di tanah Israel, dan beliau menjelaskan tentang Kejadian 12:5 di dalam sebuah kuliah singkat sebagai berikut:

"TORAH did not start with Moses. But the TORAH was started with Avraham and Sarah when they were bringing the SOULS from Haran to the G-d of Israel. As the GENTILE NATIONS were "GRAFTED IN" to Avraham, so is the GENTILE NATIONS will be GRAFTED IN to Israel through the Messiah."

KESIMPULAN
===========
Konsep "GRAFTED IN" yang dituliskan oleh Rabbi Sha'ul di Roma 11:17 adalah bukan suatu konsep baru di dalam Perjanjian Baru. 

Tetapi konsep "GRAFTED IN" sebenarnya adalah sebuah konsep di dalam TORAH, di dalam JUDAISME, di mana BANGSA-BANGSA NON-YAHUDI yang memutuskan dengan suka rela untuk menyembah Ha'Shem bersama-sama dengan Avraham.

Konsep inilah yang juga diterapkan oleh Rabbi Sha'ul di Roma 11:17, bahwa BANGSA-BANGSA NON-YAHUDI yang sudah menerima MESIAS-nya bangsa Israel maka "GRAFTED IN" dengan bangsa Israel. 

Dan konsep inilah yang juga berlaku di dalam MESIANIK JUDAISME.

Seperti Avraham lahir pada tahun 1948 kalendar Ibrani, maka bangsa Israel lahir pada tahun 1948 CE.

Seperti BANGSA-BANGSA bergabung dengan Avraham di Kejadian 12:5, maka sekarang BANGSA-BANGSA NON-YAHUDI bergabung dengan Israel untuk bersama-sama menyembah Ha'Shem.

Inilah yang dijelaskan oleh Rabbi Sha'ul bahwa MESIAS Yeshua sudah menghancurkan TEMBOK PEMISAH yang memisahkan antara YAHUDI dan NON YAHUDI.

Efesus 2:14
Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan TEMBOK PEMISAH, yaitu perseteruan,

PERTANYAAN
===========
Jika TEMBOK PEMISAH yang memisahkan antara YAHUDI dan NON-YAHUDI sudah diruntuhkan, apakah pantas jika masih ada orang yang berusaha mendirikan TEMBOK PEMISAH itu kembali?

Apakah pantas jika masih ada orang yang mengatakan bahwa TORAH adalah hanya untuk bangsa YAHUDI saja?

Apakah pantas jika masih ada orang yang mengatakan bahwa TORAH yang ini saya lakukan, tetapi TORAH yang itu (*SUNAT* contoh-nya) tidak perlu saya lakukan?

Ingat, kita harus kembali melihat ke dalam pembacaan "Parashah LECH LECHA", apa yang Ha'Shem inginkan dari Avraham (ORANG ASLI) dan ORANG-ORANG YANG DIPEROLEH di Haran?

Apakah hanya ada 1 TORAH? Atau ada 2 TORAH untuk ORANG ASLI dan untuk ORANG-ORANG NON-YAHUDI?

Hati-hati terhadap mereka yang mengajarkan bahwa TEMBOK PEMISAH yang memisahkan antara YAHUDI dan NON-YAHUDI masih ada.

Saturday, November 1, 2014

CHIZUK EMUNAH MESHICHIM HA'YEHUDIM - SUNAT

CHIZUK EMUNAH MESHICHIM HA'YEHUDIM
PENGUATAN IMAN MESIANIK JUDAISME

"Parashah LECH LECHA - SUNAT"
© ORI

Shalom chaverim,

Di zaman sekarang ini, banyak jemaat yang menamakan dirinya sebagai "MESIANIK", tetapi TIDAK menerima "SUNAT." Banyak jemaat yang menamakan dirinya sebagai "MESIANIK", tetapi TIDAK mengikuti teladan Abraham.

Sangat disayangkan!

Jika memang benar-benar "MESIANIK", maka sudah seharusnya melakukan pembacaan "Parashah" setiap Shabbat. Dan setiap Shabbat melalui pembacaan "Parashah", sebenarnya jemaat dapat belajar bagaimana menghidupi hidup sebagai "MESIANIK."

Semua jemaat "MESIANIK" pasti membaca "Parashah" setiap Shabbat. Tidak ada jemaat "MESIANIK" yang tidak membaca pembacaan "Parashah."

Di dalam pembacaan "Parashah LECH LECHA" pada Shabbat ini kita membahas tentang "SUNAT."

Dikatakan:

Genesis 17:23 - Complete Jewish Bible (CJB) 
Avraham took Yishma‘el his son, all the slaves born in his house and all who had been bought with his money, every male among the people in Avraham’s HOUSEHOLD, and circumcised the flesh of their foreskin that very day, just as G-d had said to him.

Genesis 17:27 - Complete Jewish Bible (CJB)
and all the men in his HOUSEHOLD, both slaves born in his house and those bought with money from a foreigner, were circumcised with him. 

Kejadian 17:23
Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya, dan semua orang yang lahir di rumahnya, juga semua orang yang dibelinya dengan uang, yakni setiap laki-laki dari ISI RUMAHNYA, lalu ia mengerat kulit khatan mereka pada hari itu juga, seperti yang telah difirmankan Elohim kepadanya.

Kejadian 17:27
Dan semua orang dari ISI RUMAH Abraham, baik yang lahir di rumahnya, maupun yang DIBELI DENGAN UANG dari ORANG ASING, disunat bersama-sama dengan dia.

Jika memang rutin melakukan pembacaan "Parashah", maka pada pembacaan "Parashah LECH LECHA" kita belajar bahwa "Dan semua orang dari ISI RUMAH Abraham, baik yang lahir di rumahnya, maupun yang DIBELI DENGAN UANG dari ORANG ASING, disunat bersama-sama dengan dia." (Kejadian 17:27)

NON-YAHUDI (GENTILES) YANG PERCAYA KEPADA MESIAS
=================================================
Sebagai NON-YAHUDI (GENTILES) yang percaya dan menerima MESIAS, maka kita juga telah "DIBELI DENGAN LUNAS" oleh "DARAH MESIAS" yang mahal.

1 Korintus 6:20
Sebab kamu telah DIBELI dan HARGANYA TELAH LUNAS dibayar: Karena itu muliakanlah Elohim dengan tubuhmu!

1 Petrus 1:18-19
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah DITEBUS dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan DARAH YANG MAHAL, yaitu DARAH MESIAS yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Karena kita sekarang TELAH DIBELI; TELAH DITEBUS dan HARGANYA TELAH LUNAS DIBAYAR dengan DARAH YANG MAHAL, maka sekarang kita adalah termasuk ANGGOTA ISI RUMAH ABRAHAM.

NON-YAHUDI (GENTILES) YANG PERCAYA KEPADA MESIAS ADALAH ANGGOTA ISI RUMAH ABRAHAM
=======================================================
Galatia 3:29
Dan jikalau kamu adalah milik Mesias, maka kamu juga adalah KETURUNAN ABRAHAM dan BERHAK MENERIMA JANJI Elohim.

PERKATAAN MESIAS YESHUA 
========================
Yohanes 8:39
Kata Yeshua kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.

KESIMPULAN
===========
Sebagai NON-YAHUDI yang sudah menerima MESIAS-nya bangsa Israel, yaitu "YESHUA", maka kita telah DIBELI dan HARGANYA TELAH LUNAS DIBAYAR dengan DARAH MESIAS sendiri.

Sehingga sekarang NON-YAHUDI adalah termasuk KETURUNAN ABRAHAM dan berhak ikut serta di dalam COVENANT(PERJANJIAN) dan BERKAT yang ABRAHAM miliki. 

Oleh sebab itu, jika memang rutin membaca "Parashah", di dalam pembacaan "Parashah "LECH LECHA" kita mengerti arti dari perkataan ini:

Kejadian 17:27
Dan semua orang dari ISI RUMAH Abraham, baik yang lahir di rumahnya, maupun yang DIBELI DENGAN UANG dari ORANG ASING, disunat bersama-sama dengan dia.

Mereka yang MENOLAK, konsekuensinya jelas:

Kejadian 17:14
Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku."

Sehingga jangan kaget jika ada yang sudah mengaku sebagai "MESIANIK" tetapi malah ditolak oleh MESIAS sendiri.

Jika Anda sekarang ini masih berada di bawah naungan lembaga "MESIANIK" yang MENOLAK melakukan pembacaan "Parashah", masih MENOLAK tentang "SUNAT", maka sebaiknya Anda waspada. 

Karena ternyata terbukti bahwa yang diajarkan adalah hanya "AJARAN TEOLOGI MANUSIA", dan bukan "TORAH" yang sebenarnya.

Matius 15:3
Tetapi jawab Yeshua kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar PERINTAH ELOHIM demi ADAT ISTIADAT NENEK MOYANGMU?

Matius 15:8
Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

Matius 15:9
Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah PERINTAH MANUSIA."

NOTE:
Coba ganti kata "ADAT ISTIADAT NENEK MOYANG" menjadi "ADAT ISTIADAT GEREJA". Dan kata "PERINTAH MANUSIA" menjadi "TEOLOGIA PENDETA/PASTOR/GEREJA."

Matius 15:3
Tetapi jawab Yeshua kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar PERINTAH ELOHIM demi ADAT ISTIADAT GEREJAMU?

Matius 15:8
Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

Matius 15:9
Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah PERINTAH PENDETA/PASTOR/GEREJA."

***
Jangan terjebak oleh TEOLOGIA MANUSIA yang bertentangan dengan yang ditulis di dalam TORAH. 

Karena hidup Anda tidak ditentukan oleh ketaatan Anda terhadap TEOLOGIA MANUSIA, tetapi terhadap TORAH Ha'Shem. Dan TORAH Ha'Shem hanya dapat dipelajari melalui pembacaan "Parashah." 

Thursday, May 8, 2014

HARUSKAH KITA DISUNAT?

HARUSKAH KITA DISUNAT?
Andre Widodo
© ORI

Shalom,

Saya percaya TOPIK ini adalah suatu TOPIK yang hangat, yang sering menjadi pembahasan di mana saja dan bisa menimbulkan banyak opini. 

Melalui ARTIKEL ini, saya ingin mengajak kembali para pembaca sekalian untuk melihat SUNAT sebijaksana mungkin, tanpa harus mengalami distorsi oleh doktrinasi manusia.

Pertanyaan yang sering ditanyakan adalah: "Sebagai orang yang percaya kepada Mesias, HARUSKAH KITA DISUNAT?"

Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut, maka kita harus menentukan dulu apakah DEFINISI SUNAT sesuai yang dijabarkan di dalam Kitab Suci itu sendiri.

Apakah DEFINISI SUNAT di dalam Kitab Suci?


DEFINISI SUNAT
=============
Apakah DEFINISI SUNAT?

Di dalam Kejadian 17:10 dijelaskan dengan gamblang tentang DEFINISI SUNAT.

Kej 17:10
Inilah PERJANJIAN-Ku [בְּרִיתִ֞י], yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus DISUNAT.

SUNAT adalah "sebuah TANDA PERJANJIAN milik ADONAI".

Di dalam bahasa asli manuskrip dituliskan:

Kej 17:10
זֹ֣את בְּרִיתִ֞י אֲשֶׁ֣ר תִּשְׁמְר֗וּ בֵּינִי֙ וּבֵ֣ינֵיכֶ֔ם וּבֵ֥ין זַרְעֲךָ֖ אַחֲרֶ֑יךָ הִמֹּ֥ול לָכֶ֖ם כָּל־זָכָֽר
zot be.ri.ti a.sher tish.me.ru bei.ni u.vei.nei.chem u.vein zar.a.cha a.cha.rei.cha hi.mol la.chem kol-za.char

Kalimat [בְּרִיתִ֞י - be.ri.ti] menjelaskan bahwa SUNAT adalah "sebuah TANDA PERJANJIAN milik ADONAI". Bukan milik manusia, bukan milik suatu suku bangsa atau ras tertentu.

Dan karena ADONAI adalah KEKAL, maka demikian juga TANDA PERJANJIAN milik ADONAI bersifat KEKAL. Tidak ada seorang manusiapun yang dapat membatalkan/meniadakan PERJANJIAN ADONAI yang KEKAL. Hal ini dijelaskan di dalam Kejadian 17:13.

Kej 17:13
Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi PERJANJIAN YANG KEKAL [לִבְרִ֥ית עֹולָֽם].

הִמֹּ֧ול ׀ יִמֹּ֛ול יְלִ֥יד בֵּֽיתְךָ֖ וּמִקְנַ֣ת כַּסְפֶּ֑ךָ וְהָיְתָ֧ה בְרִיתִ֛י בִּבְשַׂרְכֶ֖ם לִבְרִ֥ית עֹולָֽם
hi.mol yi.mol ye.lid bet.cha u.mik.nat kas.pe.cha ve.hai.ta ve.ri.ti biv.sar.chem liv.rit o.lam

Sekarang, mari kita konsisten dengan memegang DEFINISI SUNAT seperti yang sudah dijelaskan di dalam Kitab Suci dan juga terminologi dari PERJANJIAN SUNAT ini yang bersifat KEKAL. Jangan sampai definisi ini mengalami distorsi oleh doktrin apapun juga.

Lalu, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah:
Ada berapa macam SUNAT yang diperintahkan oleh ADONAI di dalam Kitab Suci?


2 MACAM SUNAT
==============
Di dalam Kitab Suci, kita dapat melihat bahwa ADONAI memberikan kepada kita 2 macam tipe SUNAT, yaitu:

1. SUNAT JASMANI
Yaitu SUNAT yang dilakukan sebagai TANDA PERJANJIAN JASMANI berupa mengerat kulit khatan setiap laki-laki yang mau menyembah ADONAI tanpa memandang suku, ras, warna kulit dan latar belakang.

Di Kejadian 17:10-14 dijelaskan sebagai berikut:

Kej 17:10
Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

Kej 17:11
haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.

Kej 17:12
Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.

Kej 17:13
Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.

Kej 17:14
Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku."

Dari Kejadian 17:10-14 kita menemukan beberapa fakta yaitu:
a) Setiap laki-laki harus di-SUNAT (Kejadian 17:10). 
b) Setiap anak yang baru lahir harus di-SUNAT pada umur 8 hari (Kejadian 17:12).
c) Setiap orang asing yaitu hamba laki-laki harus di-SUNAT (Kejadian 17:13).
d) SUNAT adalah sebuah TANDA PERJANJIAN YANG KEKAL (Kejadian 17:13).
e) Setiap laki-laki yang TIDAK di-SUNAT diidentikkan sebagai orang yang telah mengingkari PERJANJIAN ADONAI (Kejadian 17:14).

SUNAT JASMANI adalah suatu TANDA SEPARASI / TANDA PEMISAHAN dari kehidupan pagan yang lama. Abraham melakukan SUNAT sebagai TANDA SEPARASI dari kehidupan pagan-nya yang lama.

Abraham dibenarkan karena IMAN, karena PERCAYA kepada JANJI ADONAI (Kejadian 15:6). Dan setelah dibenarkan karena IMAN, maka Abraham taat kepada TANDA PERJANJIAN milik ADONAI, yaitu SUNAT (Kejadian 17:10-14).

SUNAT JASMANI bukanlah suatu ritual untuk mencari PEMBENARAN. SUNAT JASMANI bukanlah suatu ritual agar kita mendapatkan MERIT di hadapan ADONAI, tetapi sebaliknya, justru karena sudah dibenarkan karena IMAN maka Abraham melakukan SUNAT. 

2. SUNAT ROHANI
Yaitu SUNAT yang dilakukan oleh ADONAI sendiri dengan cara menyunatkan hati kita yang tegar tengkuk sehingga kita dapat menerima RUACH-Nya.

Ula 10:16
Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.

Yer 4:4
Sunatlah dirimu bagi ADONAI, dan jauhkanlah kulit khatan hatimu, hai orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, supaya jangan murka-Ku mengamuk seperti api, dan menyala-nyala dengan tidak ada yang memadamkan, oleh karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat!"

Mengapa hati kita ini perlu di-SUNAT?

Karena SUNAT ROHANI diperintahkan oleh ADONAI sendiri, maka kita perlu juga melakukan SUNAT ROHANI. Kita perlu melakukan SUNAT ROHANI agar kita dapat menerima PERJANJIAN BARU yang dijanjikan di Yeremia 31:31-33.

Yer 31:31
Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman ADONAI, Aku akan mengadakan PERJANJIAN BARU dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,

Yer 31:32
bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman ADONAI.

Yer 31:33
Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman ADONAI: Aku akan menaruh TORAH-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Elohim mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 

Untuk dapat menerima TORAH-Nya di dalam hati dan menuliskan-Nya di dalam hati kita, maka hati kita perlu di-SUNAT. Dengan kata yang lain, untuk dapat menerima ROH-Nya di dalam hati kita, maka hati kita perlu di-SUNAT. Kita mati binasa, agar kita dapat menerima ROH-Nya yang adalah TORAH-Nya Yang Hidup.


SUNAT ADALAH INNER TRANSFORMATION
====================================
Setelah kita melihat 2 MACAM SUNAT yang dibahas di dalam Kitab Suci, maka sekarang kita mempunyai pemahaman bahwa SUNAT sebenarnya adalah sebuah transformasi dari dalam; sebuah perubahan dari dalam; sebuah pemisahan dari kehidupan yang lama untuk hidup menyembah Elohim yang hidup.

Makna ini yang perlu kita mengerti, yaitu "INNER TRANSFORMATION; yaitu TRANSFORMASI DARI DALAM".

Mari kita konsisten dengan memegang 2 MACAM SUNAT seperti yang sudah dijelaskan di dalam Kitab Suci, yang kedua-duanya juga bersifat KEKAL.


DEFINISI SUNAT MENURUT TRADISIONAL JUDAISME 
============================================
Tradisional Judaisme mendefinisikan SUNAT sebagai berikut:
1. SUNAT adalah sebuah ritual bahwa seseorang resmi masuk ke dalam kewargaan Israel.
2. SUNAT adalah tanda bahwa seseorang hidup sebagai orang pilihan ADONAI.
3. SUNAT adalah jaminan bahwa seseorang mempunyai kepastian akan hidup di olam haba (dunia akan datang).
4. SUNAT adalah sebuah konversi menjadi pemeluk Judaisme (LEGALISME), yaitu PROSELYTE.

SUNAT yang sebenarnya adalah TANDA PERJANJIAN milik ADONAI, maka di dalam Tradisional Judaisme, SUNAT didefinisikan sebagai sebuah LEGALISME bahwa seseorang sudah menjadi PROSELYTE.

SUNAT didefinisikan sebagai sebuah LEGALISME, bahwa seseorang sudah secara LEGAL menjadi orang pilihan ADONAI dan mempunyai hak/kepastian hidup di olam haba.

Di sini kita melihat bagaimana LEGALISME manusia mulai masuk ke dalam MITZVAH ADONAI yang KUDUS.

Selanjutnya mari kita melihat contoh kasus mengenai SUNAT di dalam Kitab Suci.

CONTOH KASUS: MOSHE (MUSA)
===========================
Di Keluaran 4:24-26, kita membaca bahwa Moshe (Musa) hampir saja binasa oleh ADONAI karena Moshe (Musa) tidak menyunatkan keluarganya.

Kel 4:24
Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, ADONAI bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya.

NOTE:
Mengapa ADONAI bertemu Moshe (Musa) dan berikhtiar untuk membunuh Moshe (Musa)? Kita lihat penjelasannya di bawah.

Kel 4:25
Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: "Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku."

Kel 4:26
Lalu ADONAI membiarkan Musa. "Pengantin darah," kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu.

Timbul pertanyaan:
Mengapa ADONAI bertemu Moshe (Musa) dan berikhtiar untuk membunuh Moshe (Musa)?

Jawab:
Di dalam Keluaran 33:20 dan Ulangan 34:10 dijelaskan:

Kel 33:20
Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup."

Ula 34:10
Seperti Musa yang dikenal ADONAI dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel,

Di dalam Keluaran 4:24, disebutkan bahwa ADONAI bertemu dengan Moshe (Musa). Tetapi di dalam Keluaran 33:20 dan Ulangan 34:10 dijelaskan bahwa tidak ada seorangpun yang melihat wajah ADONAI dapat hidup. ADONAI dengan kekudusan-Nya akan sangat mematikan bagi manusia yang berdosa. Di dalam Wajah-Nya terdapat kemuliaan-Nya. Ingat, di dalam BIRKAT KOHANIM, semua dijelaskan bahwa semua sumber kekuatan, kemuliaan bersumber dari Wajah-Nya (Bilangan 6:24-26).

Moshe (Musa) adalah orang yang bertemu ADONAI muka berhadapan muka (panim el-panim) dalam kemuliaan-Nya. Agar dapat bertemu muka dengan muka (panim e-panim), Moshe (Musa) harus mati, yaitu kedagingannya harus mati agar dapat menerima Shechinah ADONAI. Melihat wajah ADONAI adalah sebuah 'death sentence'  bagi kedagingan manusia, karena tidak ada seorangpun yang dapat memandang wajah ADONAI dan hidup (Keluaran 33:20). 

TANPA KEKUDUSAN, tidak ada seorangpun dapat hidup bertemu dengan ADONAI muka berhadapan muka (panim el-panim).

SUNAT adalah sebuah TANDA bahwa kedagingan kita telah mati. Hidup kita yang lama telah mengalami transformasi.

Karena itu ketika Moshe (Musa) gagal menyunatkan anggota keluarganya, maka Moshe (Musa) terancam binasa.


CONTOH KASUS: YOSHUA DAN BANGSA ISRAEL
========================================
Yoshua adalah typologi dari Mesias, yang menuntun bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian. Di dalam Yoshua 5:2-9 dijelaskan bahwa ADONAI melalui Yoshua memerintahkan bangsa Israel untuk melakukan SUNAT sebelum memasuki Tanah Perjanjian.

Tidak ada orang yang tidak bersunat yang dapat masuk Tanah Perjanjian.

Yos 5:2
Pada waktu itu berfirmanlah ADONAI kepada Yoshua: "Buatlah pisau dari batu dan sunatlah lagi orang Israel itu, untuk kedua kalinya."

Yos 5:3
Lalu Yoshua membuat pisau dari batu dan disunatnyalah orang Israel itu di Bukit Kulit Khatan.

Yos 5:4
Inilah sebabnya Yoshua menyunat mereka: semua orang yang keluar dari Mesir, yakni yang laki-laki, semua prajurit, telah mati di padang gurun di tengah jalan, setelah mereka keluar dari Mesir.

Yos 5:5
Sebab, semua orang yang keluar dari Mesir itu telah bersunat, tetapi semua orang yang lahir di padang gurun dalam perjalanan sejak keluar dari Mesir, belum disunat.

Yos 5:6
Sebab empat puluh tahun lamanya orang Israel itu berjalan melalui padang gurun, sampai habis mati seluruh bangsa itu, yakni prajurit yang keluar dari Mesir, yang tidak mendengarkan firman ADONAI. Kepada mereka itu ADONAI telah bersumpah, bahwa Ia tidak akan mengizinkan mereka melihat negeri yang dijanjikan ADONAI dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

Yos 5:7
Tetapi anak-anak mereka yang telah dijadikan-Nya ganti mereka, mereka itulah yang disunat Yoshua, sebab mereka belum bersunat, karena mereka tidak disunat dalam perjalanan.

Yos 5:8
Setelah seluruh bangsa itu selesai disunat, maka tinggallah mereka di tempatnya masing-masing di perkemahan itu, sampai mereka sembuh.

Yos 5:9
Dan berfirmanlah ADONAI kepada Yoshua: "Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu." Itulah sebabnya nama tempat itu disebut Gilgal sampai sekarang.

Dalam bahasa Ibrani, kata GILGAL [הַגִּלְגָּל] memiliki arti: "CIRCLE; TO ROLL", yaitu "TO ROLL OFF OUR FLESH", yaitu "MENGHILANGKAN KEDAGINGAN KITA".

Lalu bagaimana SUNAT di dalam BRIT CHADASHAH? Apakah setelah Mesias datang kita tidak perlu lagi di-SUNAT?

Mari kita baca beberapa penjelasan Rabbi Shaul.


PENJELASAN RABBI SHAUL TENTANG SUNAT
====================================== 
Rom 2:28
Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.

Rom 2:29
Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Elohim

Apakah Roma 2:28-29 adalah sebuah legitimasi bahwa Rabbi Shaul menentang SUNAT JASMANI? Saya yakin TIDAK!

Karena semua midrash Rabbi Shaul selalu meneguhkan tentang TORAH (Roma 3:31). Rabbi Shaul tidak pernah sekalipun mengajarkan orang-orang untuk melanggar TORAH. Ingat bahwa SUNAT adalah suatu PERINTAH di dalam TORAH.

Rom 3:31
Jika demikian, adakah kami membatalkan TORAH karena IMAN? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

DR. David H. Stern di dalam JEWISH NEW TESTAMENT COMMENTARY menjelaskan tentang Roma 2:28-29 sebagai berikut:

(1) "Being born to a Jewish family does not make one a Jew."
(2) "Being born to a Jewish family does not guarantee that one will be a good Jew, a real Jew, one who praises God." 
(3) "The born Jew who puts on a show of his Jewishness is not behaving the way a Jew should; he is not a good Jew, a real Jew, one who praises God." 
(4) "The born Jew who puts on a show of his Jewishness is not a Jew at all!" He is not a God- praiser in any sense and therefore forfeits his right to be considered a Jew in God's sight."

Jika kita membaca penjelasan DR. David H. Stern di atas, maka kita mengetahui bahwa sebenarnya Rabbi Shaul menolak DEFINISI SUNAT MENURUT TRADISIONAL JUDAISME (*lihat DEFINISI SUNAT MENURUT TRADISIONAL JUDAISME di atas*).

Selanjutnya...

Kol 2:11
Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Mesias, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,

Kol 2:12
karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Elohim, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

SUNAT yang ditekankan oleh Rabbi Shaul sama persis seperti yang dijelaskan di dalam Tanakh, yaitu "INNER TRANSFORMATION". Dan SUNAT yang dibicarakan Rabbi Shaul tidak merubah 2 MACAM SUNAT yang sudah dijelaskan di dalam Tanakh, yaitu SUNAT JASMANI dan juga SUNAT ROHANI.

Mengapa demikian?

Karena Rabbi Shaul juga menjelaskan demikian di 1 Kor 7:19.

1Kor 7:19
Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Elohim.

Apakah Rabbi Shaul di 1 Korintus 7:19 berusaha membatalkan TANDA PERJANJIAN SUNAT yang bersifat KEKAL di Kejadian 17:13?

Tentu tidak.

Gaya bahasa Rabi Shaul sedikit membingungkan. Pertama-tama Rabbi Shaul mengatakan SUNAT tidak penting, tetapi yang penting adalah mentaati MITZVOT (PERINTAH-PERINTAH) Elohim. Sedangkan SUNAT adalah salah satu MITZVAH (PERINTAH) Elohim.

Jadi apa maksud Rabbi Shaul sebenarnya di 1 Korintus 7:19?
Sebenarnya Rabbi Shaul menjelaskan bahwa jangan sampai seseorang terjebak di dalam DEFINISI SUNAT BERDASARKAN TRADISIONAL JUDAISME, tetapi kita harus melihat DEFINISI SUNAT sesuai yang dijabarkan oleh ADONAI, yaitu sebagai TANDA PERJANJIAN KEKAL milik ADONAI.

Sehingga Rabbi Shaul menjelaskan bahwa menjadi PROSELYTE tidak penting, tetapi yang penting adalah mentaati MITZVOT Elohim, dan salah satu MITZVAH-Nya adalah tentang SUNAT.

Kita harus kembali melihat akan perjalanan hidup Abraham.

Abraham dibenarkan karena IMAN-nya, bukan karena melakukan MITZVOT-Nya. Abraham dibenarkan karena IMAN pada saat ia belum di-SUNAT. Tetapi karena ia PERCAYA akan janji Elohim bahwa ia akan menjadi Bapak segala bangsa, maka ia dibenarkan. Setelah Abraham dibenarkan karena IMAN, maka Abraham melakukan MITZVOT-Nya. Dan salah satu MITZVOT-Nya adalah MITZVAH tentang SUNAT.

Itu juga gambaran dari kita.

Pada saat itu:
1. Abraham orang Ibrani, di-SUNAT pada umur 99 tahun.
2. Ishma'El anak Abraham dari Hagar, di-SUNAT pada umur 13 tahun. 
3. Eliezer orang Damsyik, di-SUNAT.

Jadi bukan suatu halangan untuk di-SUNAT walaupun sudah lewat umur 8 hari.

Jadi SUNAT, baik SUNAT JASMANI dan SUNAT ROHANI adalah suatu MITZVAH dari ADONAI, milik ADONAI untuk siapa saja yang mau menyembah ADONAI tanpa memandang suku, ras, latar belakang dan budaya.

Karena orang yang TIDAK BERSUNAT tidak dapat mengikuti PESACH SEDER (JAMUAN PESACH) sesuai Keluaran 12:48-49.

Kel 12:48
Tetapi apabila seorang asing telah menetap padamu dan mau merayakan Paskah bagi ADONAI, maka setiap laki-laki yang bersama-sama dengan dia, wajiblah disunat; barulah ia boleh mendekat untuk merayakannya; ia akan dianggap sebagai orang asli. Tetapi tidak seorangpun yang tidak bersunat boleh memakannya.

Kel 12:49
Satu hukum saja akan berlaku untuk orang asli dan untuk orang asing yang menetap di tengah-tengah kamu."

Jadi, bagaimana? HARUSKAH KITA DISUNAT? Bagaimana kita menjawab pertanyaan ini?

HARUSKAH KITA DISUNAT?
=======================
Jawabannya adalah YA dan TIDAK.

TIDAK:
Jika SUNAT didefinisikan sesuai dengan TRADISIONAL JUDAISME yaitu sebagai bentuk PROSELYTE. Artinya: "menjadi Yahudi dengan melakukan ritual PROSELYTE adalah tidak penting dan bukalah suatu jaminan seseorang akan selamat".

YA:
Jika SUNAT didefinisikan sesuai dengan Kejadian 17:13, yaitu "sebuah TANDA PERJANJIAN milik ADONAI yang bersifat KEKAL." Artinya: "Ya, amin. Kita dibenarkan karena IMAN pada saat kita menerima Yeshua sebagai Mesias kita. Bukan karena perbuatan kita sendiri. Dan karena kita sudah dibenarkan karena IMAN di dalam Yeshua, maka kini kita mengasihi ADONAI dengan cara mentaati semua MITZVOT-Nya.

Yoh 14:15
"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Yoh 14:21
Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."

Yoh 14:23
Jawab Yeshua: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

Yoh 14:24
Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

Kita mengasihi ADONAI dengan cara mentaati semua MITZVOT-Nya dan salah satu MITZVAH-Nya adalah tentang SUNAT, yaitu SUNAT JASMANI dan SUNAT ROHANI.

Bukan SUNAT yang didefinisikan Tradisional Judaisme, tetapi SUNAT seperti yang didefinisikan oleh ADONAI sendiri sebagai TANDA PERJANJIAN milik-Nya. Dan SUNAT di sini berbicara tentang 2 macam SUNAT yaitu SUNAT JASMANI dan SUNAT ROHANI seperti yang sudah dijelaskan di dalam Kitab Suci.