Popular Posts

Showing posts with label paul. Show all posts
Showing posts with label paul. Show all posts

Monday, May 13, 2013

KAJIAN TENTANG PERKATAAN RAV SHA'UL BAHWA IA ADALAH SEORANG MESIANIK FARISI

KAJIAN TENTANG PERKATAAN RAV SHA'UL BAHWA IA ADALAH SEORANG MESIANIK FARISI
Andre Widodo
© ORI
























Shalom,


RAV SHA'UL pada mulanya adalah seorang Yahudi P'rushim (Farisi). Ia seorang dari suku Benyamin, berasal dari Tarsus, tinggal di Yerusalem sejak Bar Mitzvah umur 13 tahun, diasuh dengan teliti di bawah pimpinan RABBAN GAMLI'EL.

Berikut ini kesaksian kehidupan RAV SHA'UL :

Flp. 3:5 - Terjemahan Baru (TB-LAI)
disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,

Flp. 3:6 - Terjemahan Baru (TB-LAI)

tentang kegiatan aku penganiaya jemaat (MESIANIK YAHUDI), tentang kebenaran dalam mentaati hukum TAURAT (BERDASARKAN TRADISI RABINIKAL) aku tidak bercacat.

Note :
Penjelasan di dalam tanda kurung di atas ditambahkan berdasarkan kutipan dari JEWISH NEW TESTAMENT COMMENTARY oleh DR David H. Stern.


Dalam perjalanannya ke kota Damaskus, RAV SHA'UL melihat suatu penglihatan tentang YESHUA, dan membuat matanya buta. Kemudian HANANYAH mendatangi RAV SHA'UL untuk mendoakan dan mencelik-kan matanya yang buta.

HANANYAH adalah seorang MESIANIK YAHUDI. Dalam Alkitab Terjemahan Baru (TB-LAI), HANANYAH disebut sebagai Ananias.

Kis. 9:10 - Terjemahan Baru (TB-LAI)
Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama ANANIAS. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!"

ANANIAS adalah seorang murid Tuhan. Ia adalah seorang yang MENURUTI HUMUM TAURAT.

Kis. 22:12 - Terjemahan Baru (TB-LAI)
Di situ ada seorang bernama ANANIAS, seorang SALEH YANG MENURUT HUKUM TAURAT dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ.

Act. 22:12 - Complete Jewish Bible (CJB)
"A man named Hananyah, an observant follower of the Torah who was highly regarded by the entire Jewish community there,

Dalam bahasa aslinya dikatakan:
ανανιας  δε  τις  ανηρ  ευσεβης  κατα  τον  νομον  μαρτυρουμενος  υπο   παντων  των  κατοικουντων  ιουδαιων
 

Dalam bahasa Yunani, HANANYAH digambarkan sebagai "[ευσεβης  κατα  τον  νομον - EULABES KATA TON NOMON]". 

Dalam bahasa Ibrani, kata ini ditulis sebagai [שומר התורה - SHOMER HA'TORAH], yaitu "seseorang yang mentaati HUKUM TAURAT".

RAV SHA'UL, seorang Farisi, bertemu muka dengan YESHUA dalam perjalanan ke Damaskus, lalu buta. Kemudian HANANYAH seorang PELAKU TORAH dan juga seorang murid YESHUA mencelikkan mata RAV SHA'UL. Lalu RAV SHA'UL tinggal di Damaskus dengan murid-murid YESHUA, dan RAV SHA'UL mulai mengajarkan tentang TORAH dan YESHUA.


Berikut ini kesaksian RAV SHA'UL mengenai dirinya :
 
Kis. 24:14 - Terjemahan Baru (TB-LAI)
Tetapi aku mengakui kepadamu, bahwa aku berbakti kepada Elohim nenek moyang kami dengan menganut JALAN TUHAN, yaitu JALAN yang mereka sebut SEKTE. Aku percaya kepada segala sesuatu yang ada tertulis dalam hukum TAURAT dan dalam kitab nabi-nabi.

Ada satu hal menarik yang ingin saya bahas di sini, yaitu Kisah 23:6.

Kis. 23:6 - Terjemahan Baru (TB-LAI)

Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: "Hai saudara-saudaraku, AKU ADALAH ORANG FARISI, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati."

Di dalam bahasa Inggris ditulis :

Act. 23:6 - King James Version (KJV)  
But when Paul perceived that the one part were Sadducees, and the other Pharisees, he cried out in the council, Men and brethren, I AM A PHARISEE, the son of a Pharisee: of the hope and resurrection of the dead I am called in question.

Act. 23:6 - Complete Jewish Bible (CJB)  

But knowing that one part of the Sanhedrin consisted of Tz’dukim and the other of P’rushim, Sha’ul shouted, “Brothers, I myself AM A PARUSH and the son of P’rushim; and it is concerning the hope of the resurrection of the dead that I am being tried!”

Gevurot 23:6 - Orthodox Jewish Bible (OJB)  
And Rav Sha’ul, having da’as that one kat is of Tzedukim (Sadducees) and the other of Perushim (Pharisees), was crying out in the Sanhedrin, “Anashim, Achim, I AM A PARUSH ben Parush and it is for the tikvah of the Techiyas HaMesim that I am being judged.”

NOTE
=====
Jika kita memperhatikan dengan cermat, setelah RAV SHA'UL menjadi meurid YESHUA (MESIANIK), RAV SHA'UL tetap mengatakan:
"I AM A PHARISEE" = bentuk PRESENT TENSE.

RAV SHA'UL TIDAK mengatakan:
"I WAS A PHARISEE" = bentuk PAST TENSE.

RAV SHA'UL tetap mengatakan:
"εγω φαρισαιος ειμι - ego pharisaios EIMI" = bentuk PRESENT TENSE

RAV SHA'UL TIDAK mengatakan:
"εγω φαρισαιος ημην - ego pharisaios HEMEN" = bentuk PAST TENSE

KESIMPULAN
===========
Apakah artinya?



Artinya adalah RAV SHA'UL ketika mengatakan "[εγω φαρισαιος ειμι - ego pharisaios EIMI]" = bentuk PRESENT TENSE, ia tetap mengatakan bahwa IA TETAP HIDUP SEBAGAI ORANG FARISI YANG TETAP MENTAATI TORAH WALAUPUN IA SUDAH MENJADI MURID YESHUA DAN MEMPERCAYAI YESHUA.

Jika RAV SHA'UL mengatakan "[εγω φαρισαιος ημην - ego pharisaios HEMEN]" = bentuk PAST TENSE, maka boleh diartikan bahwa setelah percaya kepada MESIAS, maka tidak lagi diperlukan TORAH.

Tetapi, BUKTI dan FAKTA mengatakan bahwa setelah menjadi murid MESIAS, RAV SHA'UL tetap mengatakan "[εγω φαρισαιος ειμι - ego pharisaios EIMI]" = bentuk PRESENT TENSE.

Di dalam bahasa Ibrani, ia mengatakan "[אַנִי פָרוּשׁ בֶּן-פָרוּ - ANI PARUSH BEN PARUSH]", yang artinya secara garis besar adalah "SAYA ADALAH SEORANG FARISI, ANAK SEORANG FARISI".

RAV SHA'UL adalah seorang FARISI YANG MEMPERCAYAI YESHUA SEBAGAI MESIAS. Tidak ada seorang FARISI yang tidak mentaati TORAH. Jika gereja zaman sekarang, menggambarkan RAV SHA'UL sebagai seorang yang anti-TORAH, maka itu sebenarnya adalah SALAH KAPRAH, karena gereja tidak mengerti arti kata "[εγω φαρισαιος ειμι - ego pharisaios EIMI]" = bentuk PRESENT TENSE, dalam kesakisan RAV SHA'UL.


Thursday, May 9, 2013

MENELITI KEHIDUPAN PARA MESIANIK YAHUDI DI ZAMAN BAIT SUCI KE-2

MENELITI KEHIDUPAN  PARA MESIANIK YAHUDI DI ZAMAN BAIT SUCI KE-2
Andre Widodo
© ORI





















Shalom,

Seperti apa kehidupan para Mesianik Yahudi pada zaman Bait Suci ke-2? Ketika mereka sudah menerima YESHUA sebagai MESIAS dan Juruselamat mereka, apakah mereka masih
mempraktekkan TORAH? Apakah ada BUKTI bahwa mereka mempraktekkan IMAN kepada YESHUA dan TETAP memelihara TORAH?

Mari kita melihat satu-per satu.

HANANYAH
==========
Siapakah HANANYAH?

Dalam Alkitab Terjemahan Baru (TB-LAI), HANANYAH adalah ANANIAS.

Kisah 9:10 - Terjemahan Baru (TB-LAI)
Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama ANANIAS. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!"

ANANIAS adalah seorang murid Tuhan. Ia adalah seorang Yahudi, dengan nama aslinya adalah HANANYAH.

  Act 9:10 - Complete Jewish Bible (CJB)
There was a talmid in Dammesek, HANANYAH by name; and in a vision the Lord said to him, "HANANYAH!" He said, "Here I am, Lord."

Ketika Rav Sha'ul menjadi buta, Tuhan memanggil HANANYAH untuk datang kepada Rav Sha'ul, mencelikkan mata Rav Sha'ul sehingga Rav Sha'ul dapat melihat kembali dan memenuhi Rav Sha'ul dengan Ruach HaKodesh (Roh Kudus).

Kisah 9:17 - Terjemahan Baru (TB-LAI)
Lalu pergilah ANANIAS ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."

KITAB SUCI mengatakan bahwa HANANYAH adalah seorang murid Tuhan. Ia percaya bahwa YESHUA adalah MESIAS, ben HaElohim (Anak Elohim). Lalu, bagaimana kehidupan HANANYAH?

Kisah 22:12 Terjemahan Baru (TB-LAI)
Di situ ada seorang bernama ANANIAS, seorang SALEH YANG MENURUT HUKUM TAURAT dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ.

Act 22:12 - Complete Jewish Bible (CJB)
"A man named Hananyah, an observant follower of the Torah who was highly regarded by the entire Jewish community there,

Dalam bahasa aslinya dikatakan:
ανανιας  δε  τις  ανηρ  ευσεβης  κατα  τον  νομον  μαρτυρουμενος  υπο   παντων  των  κατοικουντων  ιουδαιων

Dalam bahasa Yunani, HANANYAH digambarkan sebagai "[ευσεβης  κατα  τον  νομον - EULABES KATA TON NOMON]". Dalam bahasa Ibrani, kata ini ditulis sebagai [שומר התורה - SHOMER HA'TORAH], yaitu "seseorang yang mentaati HUKUM TAURAT".

Jadi sebenarnya HANANYAH adalah seorang murid Tuhan, seorang Yahudi Mesianik, percaya kepada YESHUA sebagai MESIAS dan seorang yang MENTAATI HUKUM TAURAT.

Lukas, penulis Kisah Para Rasul, menggambarkan HANANYAH, sebagai seorang Yahudi Mesianik, yang mentaati HUKUM TAURAT. Kita melihat di sini bahwa, TIDAK ada masalah bagi seseorang untuk memiliki EMUNAH (IMAN) kepada YESHUA sebagai MESIAS, dan tetap MENTAATI TORAH (HUKUM TAURAT).

Ketekunannya dalam mentaati TORAH (HUKUM TAURAT), dalam Kisah 22:12, membuat HANANYAH dikenal baik dan sangat dihormati (HIGHLY REGARDED) di kalangan masyarakat Yahudi di sana.

Itu-lah ciri-ciri masyarakat Mesianik Yahudi, percaya YESHUA sebagai MESIAS dan tetap TEKUN mentaati TORAH (HUKUM TAURAT).


2 ORANG FARISI MESIANIK
======================
2 orang Farisi Mesianik ini adalah Nikodemus dan Yosef dari Arimatea.

Yohanes 3:1 - Terjemahan Baru (TB-LAI)
Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi

Markus 15:43 - Terjemahan Baru (TB-LAI)
Karena itu Yusuf, orang Arimatea, seorang anggota Majelis Besar yang terkemuka, yang juga menanti-nantikan Kerajaan Elohim, memberanikan diri menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus.

Dijelaskan dalam ayat-ayat di atas bahwa Nikodemus adalah seorang Farisi dan pemimpin agama Yahudi. Ia adalah seorang pengajar, yaitu seorang Rabbi, mengepalai sebuah sinagog, dan merupakan pemimpin dari sebuah minyan.

Yosef dari Arimatea adalah anggota Sanhedrin, yaitu Majelis Agama tertinggi di dalam JUDAISME.

Dan mereka berdua ini, sebagai seorang Rabbi dan seorang anggota Sanhedrin, sudah dapat dipastikan bahwa mereka MENTAATI (TORAH), melakukan diet KASHRUT, melakukan MO,EDIM (HARI RAYA HARI RAYA) dan tetap neriman kepada MESIAS.

Dalam Yohanes 19:39, kita dapat melihat bahwa Nikodemus adalah seorang Yahudi Mesianik, yaitu MESSIANIC JEWS, karena ia datang untuk turut serta menguburkan jenazah Yeshua.

Yohanes 19:39 - Terjemahan Baru (TB-LAI)
Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.

Kitab Suci TIDAK pernah mencatat bahwa Nikodemus membuang ke-Farisi-an-nya agar dapat menjadi murid Yeshua. Sebaliknya, Nikodemus adalah tetap seorang Farisi, yaitu Yahudi Farisi Mesianik, karena ia percaya kepada Yeshua.

Demikian juga halnya dengan Yosef dari Arimatea.

Matius 27:57
Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga.

Yosef dari Arimatea adalah anggota Sanhedrin, ia pasti seorang yang TAAT pada TORAH, dan ia adalah seorang murid Yeshua.


WANITA-WANITA YAHUDI MESIANIK
=============================
Lukas 23:55 - Terjemahan Baru (TB-LAI)
  Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan.

Lukas 23:56 - Terjemahan Baru (TB-LAI)
Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,

Dalam ayat di atas, kita melihat bahwa WANITA-WANITA Yahudi yang percaya kepada Yeshua sebagai MESIAS, mereka tetap MEMELIHARA TORAH (HUKUM TAURAT), yaitu perintah tentang SABAT.

  Markus 16:1 - Terjemahan Baru (TB-LAI)
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.

Kembali kita melihat, bagaimana WANITA-WANITA ini tetap memelihara hari SABAT. Walaupun saat itu hati mereka sedang sedih dan terguncang, karena kematian Yeshua, tetapi mereka tetap mentaati TORAH. Mereka menunggu sampai hari SABAT lewat, baru mereka pergi ke kuburan.

Hal ini dapat dimengerti, karena Yeshua-pun sudah mengajarkan mereka untuk men-TAATI TORAH Ha'Shem, dan sebagai murid-murid Yeshua, mereka mengikuti teladan Rabbi mereka, yaitu Yeshua. Kalau Yeshua TIDAK mengajarkan hal ini, maka jangan harap murid-murid-Nya mempraktekkan hal ini.


RIBUAN ORANG YAHUDI MESIANIK
=============================
Kisah 21:20 - Terjemahan Baru (TB-LAI)
Mendengar itu mereka memuliakan Elohim. Lalu mereka berkata kepada Paulus: "Saudara, lihatlah, BERIBU-RIBU orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat.
οι  δε  ακουσαντες  εδοξαζον  τον  κυριον  ειπον  τε  αυτω  θεωρεις αδελφε  ποσαι  μυριαδες  εισιν  ιουδαιων  των  πεπιστευκοτων  και  παντες  ζηλωται  του  νομου  υπαρχουσιν

Ayat di atas adalah BUKTI yang sangat kuat untuk menggambarkan situasi saat itu di Yerusalem. Kata [ζηλωται  του  νομου - ZELOTAI TOU NOMOU] diartikan sebagai ZEALOTS FOR TORAH.

Act 21:20 - Complete Jewish Bible ( CJB)
On hearing it, they praised God; but they also said to him, "You see, brother, how many tens of thousands of believers there are among the Judeans, and they are all zealots for the Torah.

Diperkirakan pada saat itu total populasi darimYerusalem adalah sekitar 100.000 sampai 120.000 jiwa. Jika dikatakan "TENS OF THOUSANDS", maka paling sedikit ada sekitar 20.000 jiwa Yahudi Mesianik di Yerusalem pada saat itu. Dan jumlah 20% ini, sudah cukup untuk membuat suatu REVIVAL di suatu kota.

KESIMPULAN
===========
Jika di zaman modern ini dikatakan adalah MUSTAHIL untuk percaya kepada Yeshua dan melakukan TORAH, maka ketahuilah, bahwa Kitab Suci sebenarnya mencatat banyak peristiwa yang membuktikan kehidupan para pengikut JALAN TUHAN pada saat itu mereka PERCAYA kepada MESIAS YESHUA dan juga MENTAATI TORAH.

Tuesday, March 26, 2013

KESAKSIAN SHA'UL (PAULUS) TIDAK PERNAH MEMBATALKAN TORAH

KESAKSIAN SHA'UL (PAULUS) TIDAK PERNAH MEMBATALKAN TORAH
Andre Widodo
© ORI


















Shalom,



Sheliach Sha'ul (Rasul Paulus) adalah seorang Rabbi (Guru Agama Judaisme), seorang Sheliach (Rasul), seorang tokoh yang sangat unik dan hampir sebagian besar surat- suratnya menjadi fondasi bagi ajaran Gereja Kristen. Sayangnya, banyak Gereja-Gereja Kristen zaman modern yang salah dalam memahami semua tulisan Rabbi ini.

MENGENAL SHA'UL (PAULUS) - KELUARGANYA
Fil 3:5
disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,

Fil 3:6
tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat





Di dalam manuskrip Yunani TEXTUS RECEPTUS ditulis [εβραιος εξ εβραιων - EBRAIOS EK EBRAIOUN] dan dalam naskah PESHITTA ARAMAIK ditulis [EBRAIYA BAR EBRAIYA] dan dalam manuskrip Ibrani ditulis [עברי בן-עברים - IVRI BEN IVRIM], yaitu "orang Ibrani dari orang-orang Ibrani". Alkitab LAI menerjemahkan sebagai orang Ibrani asli. 


Sebuah frase yang menekankan bahwa ia berdarah asli Yahudi, yang bermakna bahwa baik ibunya dan ayahnya memiliki garis keturunan yang dapat dilacak ke-Yahudi-an-nya. Arti yang lain adalah mengidentifikasikan Sha'ul (Paulus) sebagai seseorang yang menampakkan semangat terhadap Torah. 

J.B. Lightfoot mencatat, bahwa daftar tersebut merupakan susunan mendaki. Dengan mengatakan, “orang Ibrani dari orang-orang Ibrani”, pada bagian akhir, berfungsi sebagai kesimpulan yang menarik perhatian kepada susunan daftar secara keseluruhan. Komponen yang satu dengan yang lain dihubungkan kepada komponen yang terdahulu. Fakta bahwa telah disunatkan pada hari kedelapan, menunjukkan bahwa orang tuanya adalah orang yang mentaati perintah Torah, namun tidak menutup kemungkinan bahwa mereka adalah seorang yang mengikut agama Judaisme, semenjak kaum proselit (orang non Yahudi yang mengikut agama Judaisme) juga menyunatkan anak-anak mereka. Kemudian Sha'ul (Paulus) menambahkan, “dari bangsa Israel”, yang mana dia hendak menegaskan garis keturunan dari orang tua asli, bukan seorang proselit. 

Meskipun dari kaum Israel, dapat saja mereka berasal dari suku yang tidak taat kepada Torah, sehingga Sha'ul (Paulus) menyatakan diri sebagai, “dari suku Benyamin”. 

Artinya, Sha'ul (Paulus) menekankan bahwa ia berasal dari suku yang setia terhadap Torah. Karena ada beberapa suku dari Israel yang terpengaruh oleh pengaruh Hellenisme, (yaitu: faham Yunanisasi disegala bidang, baik kebudayaan, kehidupan sosial, politik dan keagamaan) di lingkungan tempat tinggal mereka, kemudian meniru baik bahasa maupun kebiasaan dari kebudayaan orang-orang Yunani Romawi. 

Ketika Sha'ul (Paulus) mengatakan sebagai “orang Ibrani dari orang-orang Ibrani”, dia menunjukkan bahwa dia berasal dari keluarga yang mempertahankan bahasa dan kebudayaan Ibrani, salah seorang yang tidak menerima pengaruh Hellenisme pada saat itu.

Dengan demikian, patut diduga bahwa frasa “orang Ibrani dari orang-orang Ibrani”, digunakan oleh Sha'ul (Paulus) untuk mengidentifikasikan dirinya dan keluarganya sebagai seorang yang bergaya hidup Yahudi yang taat kepada Torah, seseorang yang tetap mempertahankan bahasa Ibrani sebagai bahasa ibu, di mana Torah memainkan peranan penting dalam iman dan kehidupan secara umum.


MENGENAL SHA'UL (PAULUS) - PENDIDIKANNYA
Kis 22:3
Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Elohim sama seperti kamu semua pada waktu ini.

Dalam Kis 22:3, dijelaskan bahwa walaupun Sha'ul (Paulus) berasal dari Tarsus, tetapi ia dibesarkan di Yerusalem. Kata kerja yang dipakai adalah [ανατεθραμμενος - ANATREPOMENOS], yang artinya adalah  “BERTUMBUH” baik secara fisik maupun kerohanian. 

Sha'ul (Paulus) bertumbuh di kota Yerusalem, dan dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel. Gamaliel adalah seorang "Rabban" yaitu "Chief Rabbi", yaitu "Rabbi yang mengepalai SANHEDRIN". Gamaliel adalah cucu dari Rabbi Hillel, seorang Rabbi Farisi yang sangat berpengaruh dalam Judaisme abad pertama.

Berapa lama kira-kira Sha'ul (Paulus) tinggal di Yerusalem? 

Berdasarkan Misnah Avot 5:21, pembacaan Kitab Suci dimulai bagi setiap anak laki-laki pada usia 5 tahun, sementara pada usia 10 tahun dipersiapkan untuk mempelajari Torah Lisan (Misnah).

James L. Crenshaw, dalam buku berjudul "Education in Ancient Israel" mengatakan bahwa pendidikan Sha'ul (Paulus) sebagai anak muda dimulai dengan pelajaran ALEPH-BET, yaitu alphabet dalam bahasa Ibrani, menggunakan Torah sebagai yang utama, baik untuk huruf maupun membaca. Dia juga selalu mengawali dengan "Shema" dan kemudian berkembang untuk memahami liturgi, yaitu doa-doa yang kemudian dikenal dengan sebutan Shemonei Esrei (Delapan Belas Berkat), bersama pula dengan berkat-berkat yang diucapkan saat makan.

Dia akan menghafal doa-doa ini sebagaimana bagian-bagian lain dari Torah, belajar membaca dan menuliskan huruf Ibrani. Jika dia belajar di ruang kelas, maka biasanya para murid tidak akan lebih dari 25 murid. Yang pasti adalah di ruang kelas, Sha’ul muda telah mempelajari keahlian dasar yang diperlukan untuk membaca dan mempelajari Torah dan mengikuti jenjang pendidikan berikutnya, yaitu Torah Lisan. Torah Lisan, sebelum ditetapkan sebagai Misnah, adalah termasuk kurikulum para kaum bijaksana. Untuk mempelajari Torah Lisan, diperlukan seorang pembimbing, seseorang yang dipercaya sebagai CHAKAM [חָכַם ], yaitu “orang bijak” dan bagi Sha'ul (Paulus), orang tersebut adalah Gamaliel, seorang Rabban dari golongan Farisi. 


KESAKSIAN SHA'UL (PAULUS) MENGENAI TORAH 
Melihat status pendidikan Sheliach Sha'ul (Rasul Paulus), yang di mulai dari umur 5 tahun, sampai ia menjadi dewasa, maka kita bisa melihat bahwa Sha'ul (Paulus) sangat terdidik dalam penguasaan bahasa Ibrani, dalam Torah, baik Tulisan maupun Lisan, serta berbagai keilmuan lainnya seperti keahlian sebagai Sofer (Penulis Torah), Mohel (Melakukan Sunat) dan lain sebagainya. Tidak heran jika beliau cukup produktif membuat dan mengirimkan berbagai surat-surat penggembalaan kepada jemaat-jemaat yang dia dirikan. 
  
Surat-surat Sha'ul (Paulus) mempunyai makna yang sangat dalam dan terkadang tidak mudah dimengerti. Sheliach Kefa (Rasul Petrus) memberikan peringatan :
2 Pet 3:15 
Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.
2 Pet 3:16
Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.
2 Pet 3:17
Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.

Karena itu, mari kita mendengarkan kesaksian langsung dari Rabbi Sha'ul (Sheliach Sha'ul) tentang bagaimana pandangannya terhadap Torah.

KESAKSIAN PERTAMA :

Kis 21:24
Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah PENTAHIRAN dirimu bersama-sama dengan mereka dan tanggunglah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; maka semua orang akan tahu, bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, MELAINKAN BAHWA ENGKAU TETAP MEMELIHARA HUKUM TAURAT.

Dalam Kis 21:24, kita melihat bahwa Sha'ul melakukan suatu ritual yang bernama PENTAHIRAN, di dalam Judaisme dikenal sebagai [נזיר - NAZIR], yaitu suatu SUMPAH atau NAZAR bahwa ia tidak melanggar suatu perintah di dalam Torah sama sekali. Peraturan tentang NAZIR ini di atur dalam Bilangan 6:2-6 dan Bilangan 6:13-18.


KESAKSIAN KEDUA :
Kis 23:1

Sambil menatap anggota-anggota Mahkamah Agama, Paulus berkata: "Hai saudara-saudaraku, sampai kepada hari ini aku TETAP hidup dengan HATI NURANI YANG MURNI [συνειδησει - SUNEDESEI] yang murni di hadapan Elohim."

Kata [συνειδησει - SUNEDESEI] berasal dari kata kerja [συνειδω - SUNEIDO], yaitu SADAR; BERMORAL; MEMAHAMI; MENGERTI. Ketika Sha'ul (Paulus) mengatakan bahwa ia tetap hidup dengan SADAR; BERMORAL di hadapan Elohim, sebenarnya ini memberikan bukti bahwa Sha'ul (Paulus) tetap hidup dengan berpegang teguh kepada Torah.


KESAKSIAN KETIGA :
Kis 25:8
Sebaliknya Paulus membela diri, katanya: "Aku sedikitpun TIDAK bersalah, baik terhadap hukum Taurat orang Yahudi maupun terhadap Bait Elohim atau terhadap Kaisar."


Apakah Sha'ul (Paulus) berbohong di dalam sidang pengadilan di Kis 25:8? Jika memang Sha'ul (Paulus) berbohong di dalam sidang pengadilan, maka ke-KRISTEN-an zaman modern ini harus menerima sebuah tulisan dari seorang pembohong.

Karena itu, dalam Kis 25:8, Sha'ul (Paulus) tidak mungkin berbohong, melainkan ia BENAR-BENAR mengatakan bahwa ia sedikitpun TIDAK PERNAH bersalah, baik terhadap Torah, maupun terhadap Bait Suci.

Semua surat-surat Sha'ul (Paulus) dapat ia pertanggung jawabkan, karena tidak ada satu suratpun dari dirinya yang mengajarkan untuk melanggar Torah, atau bahkan sampai membatalkan Torah.

KESAKSIAN KEEMPAT :
Fil 3:6
tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, TENTANG KEBENARAN DALAM MENTAATI HUKUM TAURAT AKU TIDAK BERCACAT.

Pernyataan Sha'ul (Paulus) dalam suratnya di Fil 3:6 kepada jemaat-jemaat, ia tetap konsisten bahwa DI DALAM MENTAATI TORAH, IA TIDAK BERCACAT. Bahkan sampai saat ia menuliskan surat di Fil 3:6, karena kata kerja yang dipakai saat menulis suratnya adalah bentuk "present tense".


Pertanyaan :
1. Jika Sha'ul (Paulus) TIDAK pernah mengajarkan jemaat untuk membatalkan Torah, berdasarkan kesaksian dari dirinya sendiri, lalu mengapa ke-KRISTEN-an zaman modern malah mengabaikan Torah dan tidak perduli dengan Torah? Siapakah yang salah?

2. Ketika Sha'ul (Paulus) menuliskan kata "di bawah hukum Taurat" apakah yang ia maksudkan sebenarnya dengan "di bawah hukum Taurat [υπο νομοσ - UPO NOMOS]"? 
Rom 6:14Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada DI BAWAH HUKUM TAURAT [υπο νομον - UPO NOMOU], tetapi di bawah kasih karunia.

Rom 6:14
αμαρτια γαρ υμων ου κυριευσει ου γαρ εστε υπο νομον αλλ υπο χαριν

Rom 6:14
For sin will not have authority over you; because you are not under LEGALISM but under grace.

Kata [υπο νομον - UPO NOMOU] yang dimaksudkan oleh Sha'ul (Paulus) adalah sebenarnya LEGALISME, bukan TORAH-Nya, tetapi sisi LEGALISME dari TORAH.

Apakah sisi LEGALISME dari TORAH?
Dr David H Stern PhD, dalam Jewish New Testament Commentary menjelaskan sebagai berikut :


"You are not under LEGALISM (Greek: UPO NOMON; Sha 'ul's use of this phrase discussed in depth at Gal 3: 23b N). The word "NOMOS," literally "LAW" and often translated "TORAH" in the Jewish New Testament (Mat 5: 17 &N), must here be rendered "LEGALISM," which is defined in Rom 3: 20b as PERVERSION OF THE TORAH INTO A SYSTEM OF RULES FOR EARNING GOD'S PRAISE WITHOUT TRUSTING, LOVING OR COMMUNING WITH GOD THE GIVER OF THE TORAH."

Sisi LEGALISME dari TORAH adalah :
Ketika seseorang merubah Torah menjadi suatu sistem untuk mendapatkan merit dari Elohim tanpa keluar dari hati yang mengasihi, tanpa mempercayai, tanpa kerinduan untuk bersekutu dengan Elohim sendiri yang memberikan Torah, itu didefinisikan oleh Sha'ul (Paulus) sebagai [υπο νομον - UPO NOMOU].

Kalimat yang sederhana :
Jika seorang anak memilih taat melakukan semua perintah dari orang tuanya dengan tujuan untuk mendapatkan merit, tanpa memiliki hati mengasihi dan mempercayai orang tuanya, maka anak tersebut sudah melakukan LEGALISME.

Torah, menurut Sha'ul (Paulus) adalah BENAR, BAIK dan KUDUS.
Rom 7:12
Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.

Tetapi jika kita melakukan Torah yang adalah BENAR, KUDUS dan BAIK hanya dengan suatu LEGALISME, maka itu adalah KEMUNAFIKAN. Bukan Torah-nya yang buruk, tetapi manusia yang melakukannya yang buruk.

Hal ini tercermin dari Mat 23:2-3.
Mat 23:2
Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.

Mat 23:2
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

Kita perhatikan bahwa yang Mesias Yeshua kritik dari para ahli Torah dan orang-orang Farisi adalah bukan Torah yang mereka ajarkan, tetapi yang Mesias kritik adalah sikap kelakuan mereka yang penuh dengan LEGALISME.

Dan itulah situasi yang dihadapi oleh Yeshua dan para murid-murid-Nya, dan itu juga yang dihadapi oleh Sha'ul (Paulus), yaitu LEGALISME. 

Sebagai pengikut Mesias, kita mengerti bahwa Torah TIDAK dibatalkan, tetapi dibuat menjadi sempurna, dan setiap praktek yang ingin membuat Torah menjadi suatu LEGALISME ditolak. (*Ingat, bukan Torah-Nya yang ditolak, tetapi LEGALISME-nya yang ditolak*).

Itu adalah kesimpulan dari isi semua surat-surat Sha'ul (Paulus) kepada para jemaat-jemaat Mesianik. Seperti yang Sheliach Yochanan (Rasul Yohanes) katakan :

Yoh 1:17
sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.

Artinya :
Torah diberikan oleh Musa, tetapi cara meng-aplikasi-kan Torah yang benar ditunjukkan oleh Mesias Yeshua, bukan oleh Tradisi Rabinikal

Baruch HaShem b'Shem Yeshua HaMashiach.     

Thursday, May 17, 2012

Sha'ul - the Rabbi from Tarsus




Who was Sha'ul?

1.
Sha'ul was a Jew, from Benjamin tribe, a Hebrew of Hebrews, a Pharisee, regarding the Law he was blameless.

Php 3:5
circumcised on the eighth day, of the people of Israel, of the tribe of Benjamin, a Hebrew of Hebrews; as to the law, a Pharisee;
Php 3:6
as to zeal, a persecutor of the church; as to righteousness under the Law, blameless.

2.
In front of Sanhedrin, he confessed that he IS a Pharisee. After he believed in Yeshua the Messiah, he kept his life as a Pharisee.

Act 23:6
Now when Paul perceived that one part were Sadducees and the other Pharisees, he cried out in the council, "Brothers, I AM a Pharisee, a son of Pharisees. It is with respect to the hope and the resurrection of the dead that I am on trial."

Note :
Sha'ul said, "I AM a Pharisee." (Present Tense). He did not say, "I WAS a Pharisee." (Past Tense).

3.
Sha'ul kept his name as "Sha'ul" for almost 15 years after he recieved Yeshua as his Messiah, and then he chose "Paul" as his name as his mission to bring Yeshua to the Gentiles.

4.
Although he changed his name to "Paul", he remained a Jew all his life, indeed, an observant Jew (Act 16:3, Act 17:2, Act 18:18, Act 20:16, Act 21:23-27, Act 25:8; Act 28:17; and see Act 21:21), even a Pharisee (Act 23:6, Php 3:5), while nevertheless sparing no effort to bring to Gentiles the Gospel of Yeshua the Messiah.

5.
Sha'ul was a Rabbi, under the leadership of Gamaliel, a teacher of the Torah / the Law.

Act 5:34
But a Pharisee in the council named Gamaliel, a teacher of the Law held in honor by all the people, stood up and gave orders to put the men outside for a little while.

6.
Sha'ul expected us to follow him as he followed Yeshua the Messiah.

1Co 11:1
Be ye followers of me, even as I also am of Christ.

Yeshua the Messiah said :

Mat 5:17
"Do not think that I have come to abolish the Law or the Prophets; I have not come to abolish them but to fulfill them.

As Yeshua did not abolished the Law, Sha'ul also. Sha'ul's teaching did not abolished the Law because 1Co 11:1.

Is it possible for a man who already encounter Yeshua the Messiah who never abolished the Law, then teach other people to abolish the Law?

IMPOSSIBLE!

Wednesday, March 21, 2012

A Fisherman and a Rabbi

A Fisherman and a Rabbi
Andre Widodo
© Talmid HaMashiach

Shalom,

We all know that Simon Peter (Hebrew : Shim'on Kefa) was a fisherman and Paul (Hebrew : Sha'ul) of Tarsus was a Rabbi.

Based on Galatians 2:7-8, Simon Peter (Hebrew : Shim'on Kefa) was sent to the Jewish people, and Paul (Hebrew : Sha'ul) was sent to the Gentiles.

Gal 2:7
But contrariwise, when they saw that THE GOSPEL OF THE UNCIRCUMCISION was committed unto ME, as THE GOSPEL OF THE CIRCUMCISION was unto PETER;

Gal 2:8
(For he that wrought effectually in PETER to the apostleship of THE CIRCUMCISION, the same was mighty in ME toward THE GENTILES).

Photobucket

Have you ever wondered why the LORD God (Y-H-V-H Elohim) chose a Fisherman to preach the Good News to the Jews and chose a Rabbi to preach the Good News to the Gentiles?

These are some reasons why :

SIMON PETER (HEBREW : SHIM'ON KEFA)

Simon Peter (Hebrew : Shim'on Kefa), his background was a fisherman. He was son of Jona (Hebrew : Yochanan). At the Sea of Galilee, JESUS (Hebrew : YESHUA) called him to be fishers of men together with his brother Andrew (Andreas).

Both Simon Peter and his brother Andrew, they were aware of the Old Testament prophecies of the coming of the Messiah. It was Andrew who told his brother Simon they had found the Messiah, which is interpreted, the Christ. 

Joh 1:41
He first findeth his own brother Simon, and saith unto him, We have found the Messias, which is, being interpreted, the Christ

Although he was only a fisherman, but Simon Peter as a Jew, he knew about the prophecy of the incoming Messiah. He knew about the TaNaKh (Torah, Nevi'im and Ketuvim) or the Old Testament Books.

And the most significant point from Simon Peter (Hebrew : Shim'on Kefa) is when he was asked by JESUS (Hebrew : YESHUA) about who JESUS (Hebrew : YESHUA) really was. Simon Peter (Hebrew : Shim'on Kefa) answered JESUS (Hebrew : YESHUA) by saying HE was the CHRIST (Hebrew : MASHIACH), the Son of the Living God.

JESUS (Hebrew : YESHUA) told Simon Peter (Hebrew : Shim'on Kefa) he was blessed because it was not flesh and blood who had revealed that to him. Only the Heavenly Father could have told him.

Mat 16:16
And Simon Peter answered and said, Thou art the Christ, the Son of the living God.

Mat 16:17
And Jesus answered and said unto him, Blessed art thou, Simon Barjona: for flesh and blood hath not revealed it unto thee, but my Father which is in heaven

The testimony of Simon Peter (Hebrew : Shim'on Kefa) about who JESUS (Hebrew : YESHUA) really was, this is the reason why he was sent to the Jewish people so that the Jewish people could have the same testimony as Simon Peter (Hebrew : Shim'on Kefa) did.

PAUL OF TARSUS (HEBREW : SHA'UL OF TARSUS)

Paul (Hebrew : Sha'ul) was born around the same time as JESUS (Hebrew : YESHUA). His given name was Sha'ul and later he would be called Paul because his mission to the Gentiles.

Paul (Hebrew : Sha'ul) was a citizen of the capital city of Cilicia, Tarsus. This country was a Roman land located along the river Cydnus. Tarsus was home to a university and Paul (Hebrew : Sha'ul) while he was young, he received the best education under directions of Gamaliel, teacher of TORAH.

Act 5: 34
Then stood there up one in the council, a Pharisee, named Gamaliel, A DOCTOR OF THE LAW, had in reputation among all the people, and commanded to put the apostles forth a little space.

Paul (Hebrew : Sha'ul)'s father was of the tribe of Benjamin, pure and unmixed was his Jewish blood and he was molded it what one would interpret from his youth to adulthood in a staunch and upright character.


This is how Sha'ul identified himself.

Act 22: 3
I am verily a man which am a Jew, born in Tarsus, a city in Cilicia, yet brought up in this city at the feet of Gamaliel, and taught according to the perfect manner of the law of the fathers, and was zealous toward God, as ye all are this day.

Act 23: 6
But when Paul perceived that the one part were Sadducees, and the other Pharisees, he cried out in the council, Men and brethren, I am a Pharisee, the son of a Pharisee: of the hope and resurrection of the dead I am called in question.

Phi 3:5
Circumcised the eighth day, of the stock of Israel, of the tribe of Benjamin, an Hebrew of the Hebrews; as touching the law, a Pharisee;

Phi 3:6
Concerning zeal, persecuting the church; touching the righteousness which is in the law, blameless

Paul (Hebrew : Sha'ul) said that he is a JEW, born in TARSUS, educated and taught by GAMALIEL, walked according to the perfect manner of the TORAH or the LAW of his fathers, zealous toward GOD, a PHARISEE, Hebrew of Hebrews, touching the righteousness in the TORAH is BLAMELESS.

This is the man who had been sent by God to the Gentiles, in order the Gentles to follow Paul (Hebrew : Sha'ul), as he followed the Messiah, JESUS (Hebrew : YESHUA).

1Co 11:1
Be ye followers of me, even as I also am of Christ.
Follow Paul (Hebrew : Sha'ul) as a Pharisee, as Hebrew of Hebrews, as he also followed JESUS (Hebrew : YESHUA).